Tampilkan postingan dengan label Alkohol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alkohol. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2022

6 Manfaat Matahari Pagi bagi Kesehatan Tubuh

 Manfaat matahari pagi tidak hanya dapat dinikmati oleh bayi, tetapi juga anak-anak, orang dewasa, bahkan lansia. Tak hanya dapat meningkatkan daya tahan tubuh, paparan sinar matahari yang cukup diketahui dapat mencegah berbagai penyakit.



Berbagai Manfaat Matahari Pagi

Berikut ini adalah beragam manfaat matahari pagi yang bisa Anda peroleh:

DominoQQ

1. Meningkatkan produksi vitamin D

Paparan sinar matahari pagi dapat merangsang produksi vitamin D dalam tubuh. Vitamin D diperlukan untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor di usus, sehingga mampu memperkuat tulang, gigi, serta otot.

Tak hanya itu, mencukupi kebutuhan vitamin D setiap hari juga dapat mencegah beragam penyakit, seperti rakitis, osteoporosis, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.

2. Meningkatkan imunitas tubuh

Produksi vitamin D yang cukup dengan bantuan sinar matahari juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, aktivitas ini juga berperan penting dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit maupun infeksi kuman.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa berjemur di bawah sinar matahari dapat membantu pemulihan saat sakit, misalnya saat menderita COVID-19 atau tuberkulosis

3. Memperbaiki kualitas tidur

Manfaat matahari pagi juga mampu memperbaiki kualitas tidur di malam hari, terutama bagi Anda yang memiliki masalah tidur seperti insomnia. Hal ini karena paparan sinar matahari pagi yang cukup dapat merangsang produksi hormon serotonin dalam tubuh.

Serotonin adalah hormon penting yang berperan dalam meningkatkan kualitas tidur dan membantu seseorang agar merasa tenang. Jika kadar serotonin di dalam darah rendah, siklus tidur dapat terganggu.

4. Mencegah depresi

Peningkatan kadar hormon serotonin dalam tubuh juga dapat meningkatkan suasana hati, membuat tubuh lebih berenergi, dan membantu Anda tetap fokus.

Tanpa paparan sinar matahari pagi yang cukup, kadar serotonin dalam tubuh bisa menurun. Penurunan hormon serotonin juga dikaitkan dengan risiko terjadinya depresi.

5. Mengatasi penyakit kulit

Paparan sinar matahari pagi hari dalam jumlah yang cukup juga diyakini bermanfaat untuk meredakan gejala dari penyakit kulit, mulai dari jerawat, eksim, penyakit kuning, hingga psoriasis.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi, sebaiknya konsultasikan ke dokter lebih dulu mengenai aturan dan lamanya waktu berjemur sesuai kondisi kulit Anda.

6. Menurunkan risiko penyakit kanker

Terpapar sinar matahari secara berlebihan bisa memicu kanker kulit. Namun, dalam kadar yang tepat, paparan sinar matahari justru bisa mencegah berbagai penyakit kanker, seperti kanker prostat, kanker pankreas, kanker ovarium, kanker usus besar, dan kanker getah bening.

Untuk memperoleh berbagai manfaat matahari pagi di atas dengan risiko efek samping yang kecil, Anda disarankan berjemur sebelum jam 10 pagi agar terhindar dari bahaya sinar ultraviolet.

Berjemurlah selama 5–15 menit, sebanyak 2–3 kali seminggu. Selain itu, gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari bahaya yang bisa ditimbulkan oleh sinar ultraviolet.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar cara mendapatkan manfaat mahatari pagi yang optimal, jangan ragu bertanya ke dokter. Dokter bisa memberikan saran mengenai waktu terbaik dan durasi berjemur di pagi hari sesuai kebutuhan serta kondisi kesehatan Anda.

Jumat, 02 September 2022

6 Bahaya Mabuk Minuman Beralkohol bagi Kesehatan

 


Menurut aturan yang berlaku di Indonesia, orang dewasa berumur 21 tahun diperbolehkan mengonsumsi minuman beralkohol. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan dalam satu waktu, minuman beralkohol dapat menyebabkan penurunan konsentrasi dan kehilangan kendali diri, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Sementara itu, jika diminum terus-menerus dalam jangka panjang, mabuk minuman beralkohol dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis, bahkan kematian. DominoQQ

Bahaya Penyakit akibat Sering Mabuk Miras

Berikut adalah penyakit-penyakit yang bisa muncul akibat mabuk minuman beralkohol dalam jangka panjang:

1. Penyakit liver

Ketika dikonsumsi, alkohol akan terserap ke dalam aliran darah, kemudian terkumpul di hati untuk dipecah dan dinetralkan agar dapat dibuang dari tubuh.

Hanya saja, kemampuan hati dalam memproses alkohol sangat terbatas. Jika alkohol yang diminum lebih banyak dari yang bisa diolah oleh hati, maka kadar alkohol dalam darah akan meningkat.

Jika terus-menerus terjadi, mabuk dapat menyebabkan gangguan pada organ hati, mulai dari perlemakan hati, hepatitis, sirosis, hingga kanker hati.

2. Penyakit jantung dan pembuluh darah

Akibat lain dari sering mabuk adalah gangguan detak jantung, peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, mati mendadak karena gagal jantung, serta meningkatnya risiko terkena stroke dan penyakit jantung.

3. Kanker

Semakin sering Anda minum alkohol, semakin besar pula risiko terkena kanker dan meninggal akibat penyakit tersebut. Jenis kanker muncul akibat sering mabuk adalah kanker hati, kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker esofagus, kanker usus besar, dan kanker payudara.

4. Gangguan otak dan saraf

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan juga dapat menyebabkan gangguan pada otak. Menurut penelitian, sering mabuk dapat membuat otak menyusut atau mengecil. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin besar pula penyusutannya.

Selain itu, terlalu banyak minum alkohol juga dapat menurunkan kemampuan berpikir dan melemahkan daya ingat, serta membuat refleks dan koordinasi gerakan tubuh terganggu

5. Depresi

Sebagian orang menganggap bahwa mabuk dapat membantu menenangkan pikiran. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Mengonsumsi minuman keras secara berlebihan justru dapat menyebabkan atau memperberat depresi.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering mabuk memiliki risiko lebih tinggi untuk bunuh diri dan mengalami gangguan kecemasan.

Kenapa bisa begitu? Ketika Anda minum alkohol terlalu banyak, fungsi zat kimia otak yang mengatur mood akan terganggu, sehingga muncul gejala depresi.

6. Kecanduan alkohol

Sering mabuk alkohol juga dapat menyebabkan kecanduan. Meskipun menyadari bahaya alkohol, orang yang kecanduan akan terus-menerus mengonsumsi minuman beralkohol dan sulit untuk berhenti. Pada akhirnya, kebiasaan tersebut akan berdampak pada kesehatan maupun kehidupan sosialnya.

Ada banyak jenis minuman beralkohol, dengan kadar alkohol yang berbeda-beda. Namun secara umum, alkohol yang dikonsumsi sebaiknya tidak lebih dari 14 unit (sekitar 140 mililiter kadar alkohol murni) per minggu.

Waspadai bahaya konsumsi minuman keras, terutama akibat yang tidak diinginkan karena mabuk.

Jika Anda mengalami kecanduan alkohol dan kesulitan untuk menghentikannya, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter, untuk mendapatkan konseling dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda serta mencegah dampak buruknya.

Kamis, 23 Juli 2020

7 Cara Ini Bantu Mengatasi Ketergantungan Alkohol

HaloDokter - Kecanduan atau ketergantungan alkohol punya banyak sisi buruk bagi kesehatan. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa alkohol telah menyebabkan lebih dari 200 jenis penyakit dan cedera.



Mengatasi ketergantungan alkohol gampang-gampang susah, yang dipengaruhi beberapa faktor. Misalnya tingkat kecanduan itu sendiri, seberapa bulat tekad, termasuk dukungan dari orang-orang di sekitar.

Meski begitu, jangan menyerah begitu saja! Demi kesehatan fisik, mental, dan kualitas hidup yang lebih baik, coba cara-cara di bawah ini untuk segera menghentikan kebiasaan minum alkohol yang berlebihan.

1. Mantapkan niat!


Kalau keinginan kuat, peluang kamu untuk berhasil pun akan semakin besar. Maka, fokuslah pada tujuan kenapa kamu ingin keluar dari 'jurang' candu alkohol, dan lakukan itu semata-mata untuk dirimu, bukan karena disuruh orang lain.

Bila perlu, tuliskan berbagai alasan kenapa kamu harus berhenti minum alkohol dan baca setiap hari untuk memotivasi diri agar tujuanmu tercapai. Misalnya karena ingin merasa lebih sehat, memperbaiki kualitas tidur, memperbaiki hubungan dengan orang lain, dan sebagainya.

2. Batasi sedikit demi sedikit


Langsung menyetop konsumsi alkohol sepenuhnya memang bisa jadi pilihan dan efektif pada beberapa orang. Namun, pada sebagian orang lainnya, ini malah bisa berujung pada kegagalan.

Dilansir dari laman Everyday Health, kamu bisa mengawalinya dengan batasi minum sebanyak 4-5 kali selama seminggu. Jika sudah terbiasa, kurangi lagi frekuensinya sampai kamu benar-benar bisa berhenti sepenuhnya.

Selain itu, mengutip dari laman Harvard Health Publishing, kamu juga bisa menetapkan hari bebas alkohol. Misalnya, tentukan dua hari dalam seminggu untuk tidak minum alkohol, lalu bisa dilanjutkan dengan tidak minum selama seminggu atau sebulan dan rasakan dampaknya bagi tubuh dan pikiran tanpa pengaruh alkohol.SahabatQQ

3. Jauhkan alkohol dari jangkauan


Jauhkan alkohol dari jangkauan. Bila perlu, minta orang lain untuk menyimpan atau menyembunyikannya dan jangan sampai kamu tahu. Karena, bila alkohol mudah dijangkau, kemungkinan kamu akan meminumnya jadi lebih besar, apalagi kalau sedang mengalami stres.

Bila terpaksa dan sudah tak tahan, minta orang lain untuk menyajikannya untukmu. Dengan begitu, asupan alkohol bisa dikontrol dan mencegahmu dari konsumsi bergelas-gelas.

4. Perhatikan jam makan


Cukupi kebutuhan makan harianmu dengan gizi seimbang. Seperti dilansir dari Better Health Channel Australia, saat perut dalam keadaan kosong, itu akan memperbesar kemungkinan kamu minum alkohol.

Selain itu, kurangi asupan makanan yang tinggi garam. Pasalnya, garam mampu menyerap air di dalam tubuh, sehingga kamu jadi cepat haus. Kalau begini, keinginan untuk minum alkohol akan timbul.

5. Sibukkan diri


Dilansir dari laman Harvard Health Publishing, sibukkan diri kamu dengan berbagai aktivitas. Misalnya rutin olahraga, menyalurkan hobi memasak, melukis, menonton serial atau film, mempelajari hal baru, mendalami fotografi, main board game, melakukan perawatan diri di rumah, baca buku, beraktivitas dengan sahabat, dan sebagainya.

Dengan melakukan banyak kegiatan, kamu bisa teralihkan dari keinginan untuk minum minuman beralkohol.

6. Coba akupunktur


Dilansir dari laman Verywell Health, akupunktur juga sering direkomendasikan untuk membantu mengurangi ngidam alkohol, meredakan gejala withdrawal (gejala putus alkohol seperti sakit kepala, gemetar, berkeringat, cemas, kram perut, sulit fokus, dan susah tidur), serta mengurangi kecemasan dan depresi yang dirasakan oleh orang-orang yang ketergantungan alkohol.

Sebuah penelitian metanalisis dari berbagai studi dalam jurnal "Hindawi" tahun 2017 menyebutkan bahwa pada akupunktur sham atau akupunktur palsu (jarum ditusukkan di tempat-tempat nonspesifik) yang dimanfaatkan sebagai kontrol, efek terapinya lebih kuat dalam mengurangi keinginan minum dan gejala putus alkohol, begitu juga pada perilaku terkait.Agen Domino99

7. Jangan menyerah


Baca lagi berbagai alasan yang kamu tulis (seperti pada poin nomor 1) dan jadikan itu penguat. Jangan berhenti untuk minta dukungan orang-orang di sekitarmu, atau bila perlu cari bantuan profesional seperti terapis atau konselor.

Hindari hal-hal yang bisa meningkatkan godaan untuk minum, misalnya berhenti dulu hang out dengan orang-orang yang kamu tahu suka minum, tidak pergi ke acara sosial yang menyajikan alkohol, dan sebagainya.

Kamu harus harus gigih. Kebanyakan orang butuh beberapa kali usaha untuk benar-benar bisa berhenti minum alkohol sepenuhnya. Dalam proses ini, kamu bisa mengalami kemunduran. Namun, jangan biarkan hal itu menghentikanmu mencapai tujuan akhir. Terus berusaha!

Featured Post

8 Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Penting untuk Diketahui

Hidupsehat  - Penyebab emosi tidak stabil bisa sangat beragam, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan mental yang lebih seriu...