Tampilkan postingan dengan label Penybab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penybab. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2020

Jangan Sampai Salah, Ini 5 Fakta tentang HIV yang Perlu Kamu Tahu

DokterSehat - Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang melumpuhkan sistem kekebalan tubuh manusia dari waktu ke waktu, sehingga penderitanya rentan terserang berbagai penyakit.

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Sayangnya, banyak orang percaya informasi salah atau mitos seputar penyakit HIV beserta cara penularannya. Bahkan, ini menstigmakan penderitanya selama puluhan tahun.

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang HIV yang perlu kamu pahami, agar tak lagi memercayai informasi yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

1. HIV/AIDS adalah penyakit berbahaya

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa HIV dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah dua kondisi yang berbeda. Orang yang terinfeksi HIV belum tentu memiliki AIDS. 

AIDS disebabkan oleh kerusakan sistem imun oleh virus HIV. Seseorang dikatakan memiliki AIDS bila dia terkena infeksi berbahaya, atau saat jumlah sel CD4 di dalam tubuhnya sangat rendah. AIDS adalah fase akhir dari HIV dan akibatnya bisa fatal.

Umumnya butuh waktu sekitar 10 tahun untuk penyakit HIV berkembang menjadi AIDS, khususnya bila infeksi virus tersebut tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

Seperti yang disebut sebelumnya, HIV/AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga tubuh tak lagi mampu mempertahankan diri dari penyakit dan infeksi. Bila ini terjadi, maka pasien bisa terkena penyakit serius seperti tuberkulosis, sifilis, dan masih banyak lagi.

2. HIV/AIDS bisa menular lewat berbagai cara

Virus HIV dapat menular jika darah yang terkontaminasi masuk ke tubuh manusia yang sedang terluka. Misalnya, ketika seseorang tangannya mengalami luka yang belum tertutup, kemudian berkontak dengan darah yang terkontaminasi, maka penularan akan terjadi.

Virus juga bisa menular lewat seks bebas atau perilaku seks berisiko, jarum suntik, atau apa pun yang memungkinkan masuknya darah yang terkontaminasi ke tubuh.

Penting untuk diingat bahwa HIV tidak menular melalui air liur, keringat, ciuman, gigitan nyamuk, toilet, atau sentuhan. Diperlukan kontak cairan tubuh seperti darah dan sperma untuk virus bisa ditularkan.SahabatQQ

3. HIV tidak hanya menyerang orang-orang dengan perilaku seks berisiko dan/atau pengguna narkoba

Umumnya orang menganggap bahwa HIV yang dialami oleh orang-orang berperilaku seks berisiko (seks tanpa proteksi, gonta-ganti pasangan, seks anal, dan sebagainya) dan/atau pengguna narkoba. Namun, sebenarnya siapa pun bisa tertular HIV, misalnya lewat prosedur transfusi darah.

Selain itu, bayi pun juga dapat tertular HIV bila sang ibu positif HIV. Melansir keterangan dari American College of Obstetricians and Gynecologists, selama kehamilan, HIV dapat melewati plasenta dan menginfeksi janin.

Selain itu, selama persalinan, bayi dapat terpapar virus dalam darah sang ibu dan cairan tubuh lainnya. Ketika akan melahirkan, ketuban akan pecah. Begitu ini terjadi, risiko penularan HIV ke bayi meningkat. Sebagian besar bayi yang tertular HIV dari ibunya terinfeksi saat persalinan. Menyusui juga dapat menularkan virus ke bayi.

Oleh karena itu, setiap orang harus waspada tanpa terkecuali terhadap penyakit menular yang satu ini.

4. Angka kasus HIV/AIDS di Indonesia

Menurut informasi dari laman Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, sejak pertama kali dilaporkan di Indonesia tahun 1987 sampai bulan Maret tahun 2019, kasus HIV/AIDS yang telah dilaporkan adalah 461 (89,7 persen) dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Data tersebut menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS cenderung meluas.

Data terakhir, sampai Maret 2019, jumlah kumulatif kasus HIV yang dilaporkan adalah sebanyak 338.363, yaitu 58,7 persen dari estimasi ODHA tahun 2016 sebanyak 640.443.

Saat ini ada lima provinsi dengan jumlah kasus HIV tertinggi, yaitu DKI Jakarta (60.501 kasus) diikuti Jawa Timur (50.060 kasus), Jawa Barat (35.529 kasus), Papua (33.485 kasus) dan Jawa Tengah (29,048 kasus).

Jumlah kasus AIDS yang dilaporkan dari tahun 2005-2019 relatif stabil setiap tahunnya. Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 hingga Maret tahun 2019 sebanyak 115.601 orang. Sementara itu, saat ini ada lima provinsi dengan jumlah kasus AIDS terbanyak, yaitu Papua (22.544 orang), Jawa Timur (20.113 orang), Jawa Tengah (10.548 orang), DKI Jakarta (10.116 orang) dan Bali (8.147 orang).Agen Domino99

5. Edukasi seks dan kesehatan reproduksi sejak dini sangat diperlukan untuk menekan angka kasus HIV/AIDS

Mengingat penyebaran HIV bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada kelompok yang berisiko rendah, maka kita mesti tahu langkah-langkah pencegahan yang efektif. Salah satunya adalah melalui edukasi seks atau kesehatan reproduksi sedini mungkin.

Ingat, edukasi seks itu tak hanya sekadar seks dan ini tidak sama dengan mengajarkan anak tentang seks bebas. Justru pendidikan seks yang benar akan mengajarkan anak tentang risiko dari perilaku seks bebas atau seks yang berisiko, termasuk berbagai dampak berbahayanya, termasuk penularan HIV dan penyakit lainnya. Tujuannya adalah supaya anak terhindar dari perilaku tersebut.

Dengan adanya pemahaman yang baik sejak dini, diharapkan nantinya siapa pun akan lebih berhati-hati dalam bertindak, terutama menghindari seks berisiko dan narkoba. Ingat, virus HIV bisa dialami siapa pun, termasuk kelompok risiko rendah.

Sabtu, 12 September 2020

5 Cara Menangani Luka Tubuh, Jangan Sepelekan Walau Berukuran Kecil

DokterSehat - Permasalahan kesehatan paling umum bukanlah terkena penyakit, melainkan terluka. Dalam Instagram Live yang diadakan oleh Hansaplast Indonesia pada hari Jumat (11/9/2020), disebutkan bahwa setidaknya 70 persen orang terluka dalam kehidupan sehari-hari.



Disebutkan juga bahwa 42 persen luka didapat saat sedang melakukan perjalanan (seperti saat berkendara), 36 persen saat di rumah, dan 5 persen saat di sekolah.

Terjadinya luka, apalagi yang berukuran kecil, sering disepelekan. Namun, yang namanya luka tetap harus ditangani segera, mengingat luka bisa bertambah besar. Lewat acara tersebut, dr. Adisaputra Ramadhinara, MSc, CWSP, FACCWS yang merupakan dokter spesialis luka pertama di Indonesia membicarakan tentang cara mengatasi luka dengan ditemani artis Tasya Kamila.

Apa saja hal-hal seputar luka yang diperbincangkan?

1. Tidak semua permasalahan pada kulit adalah luka


Banyak orang yang datang ke dokter mengeluhkan mengalami luka, mengingat ada permasalahan pada kulitnya, seperti bintik merah dan lainnya. Padahal bintik merah tidak bisa diartikan sebagai luka dalam dunia medis.

Dokter Adi, begitu dr. Adisaputra biasa disapa, mengartikan luka sebagai rusaknya jaringan pada kulit yang dapat memberikan kontinuitas hingga jaringan lainnya. Itu artinya, luka dapat melebar hingga ke mana-mana jika penanganan pertamanya lambat dan tidak akurat.

2. Rasa sakit adalah tanda keberadaan dari luka


Berbicara tentang luka, bayangan paling umum yang ada di kepala adalah rasa sakit. Seperti yang diutarakan oleh Tasya tentang anaknya yang akrab disapa Arrasya, ibu muda tersebut menanyakan kepada dr. Adi tentang bagaimana caranya untuk menghilangkan rasa perih akibat luka.
"Kalau nggak mau perih, ya, jangan sampai luka," seloroh dr. Adi.SahabatQQ

Selanjutnya dokter yang dijuluki "dokter luka" ini menjelaskan bahwa tidak ada luka yang tidak terasa perih. Rasa perih itu merupakan tanda adanya sesuatu yang tidak beres dalam tubuh kita. Untuk urusan luka, hal itu terjadi dikarenakan jaringan kulit dalam kita ada banyak hingga menjadikannya sangat sensitif.
“Malahan kalau terasa perih itu bagus, lho, karena itu jadi indikasi adanya luka,” kata dr. Adi.

3. Rasa perih atau sakit bisa dikurangi dengan penggunaan antiseptik PHMB


Rasa sakit atau perih dari luka memang tak bisa dihindari. Namun, intensitasnya bisa dikurangi dengan memberi pertolongan pertama yang benar. Dokter Adi menyarankan bahwa luka yang ada, walau sekecil apa pun, segera dibersihkan menggunakan antiseptik yang memiliki embel-embel PHMB. Apa itu?

PHMB, atau dikenal sebagai polyhexanide (polyhexamethylene biguanide), adalah senyawa kimiawi yang sering terdapat dalam disinfektan dan antiseptik. Dalam artikel Wounds Research, terdapat penjelasan bahwa PHMB mempunyai kemampuan membunuh dan membersihkan bakteri yang menempel di luka tanpa memberikan efek berlebih pada tubuh manusia.

Disebutkan oleh dr. Adi bahwa senyawa PHMB ini sudah menjadi standar penanganan medis dunia mengingat senyawa tersebut tidak menyebabkan iritasi dan tidak menambah rasa perih.

Penggunaan alkohol untuk luka tidak disarankan, karena alkohol pada dasarnya digunakan untuk disinfektan benda mati, sehingga penggunaannya dapat merusak jaringan di bawah kulit.

4. Untuk membersihkan luka, kamu bisa memulainya dengan membilasnya dengan air yang mengalir


Ada beberapa saran dari dr. Adi tentang pertolongan pertama menangani luka. Hal pertama adalah dengan membersihkannya dengan air mengalir. Setelah itu, keringkan luka tersebut dan bersihkan lagi dengan antiseptik PHMB sebelum diberikan pelindung plester agar luka tidak lagi kotor.

Mengingat selalu ada kemungkinan luka kembali kotor walaupun telah ditutupi plester, selalu bersihkan ulang luka, khususnya setelah mandi, agar luka tidak menjadi lembap dan bernanah. Keringkan dan berikan antiseptik lagi.
“Dengan penanganan yang baik dan benar, seharusnya risiko luka membekas menjadi lebih kecil,” ujar dr. Adi.

5. Luka yang terus berdarah baiknya segera dibawa ke dokter


Tasya menanyakan lebih lanjut tentang luka seperti apa yang harus segera diperiksakan ke dokter.
"Luka yang perdarahannya tak kunjung berhenti," jawab dr. Adi.

Pertolongan pertama menangani luka berdarah adalah dengan cara ditekan. Dengan cara itu, seharusnya perdarahan bisa berhenti. Bila tidak, ditakutkan ada pembuluh darah besar yang ikut rusak. Itulah kenapa luka tersebut sebaiknya mendapat penanganan dari dokter.
“Inilah yang menjadi alasan mengapa sebaiknya memilih antiseptik PHMB yang transparan, bukan berwarna. Itu akan membantu dokter mengecek luka tersebut.”Agen Domino99

Masalah luka pada tubuh sebenarnya mudah ditangani selama penanganannya cepat dan benar. Namun, jika membiarkannya, luka tersebut bisa terinfeksi dan menjadi berbahaya. Jadi, jangan pernah lagi menyepelekan luka sekecil apa pun, ya!

Featured Post

8 Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Penting untuk Diketahui

Hidupsehat  - Penyebab emosi tidak stabil bisa sangat beragam, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan mental yang lebih seriu...