Tampilkan postingan dengan label SahabatQQ Agen DominoQQ Agend Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SahabatQQ Agen DominoQQ Agend Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Januari 2024

7 Ciri-Ciri Orang Memakai Narkoba, Perhatikan Tanda Berikut

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

 Kecanduan narkoba dikategorikan sebagai penyakit kronis. Narkoba bekerja dengan memengaruhi saraf otak, membanjirinya dengan dopamin, lalu membuat perubahan pada sistem otak hingga menampilkan tanda-tanda tertentu yang memperlihatkan kecanduan.Kondisi tersebut dapat memunculkan tanda-tanda yang bersifat kompulsif atau sulit dikendalikan. Ciri-ciri orang memakai narkoba pun bisa ditunjukkan melalui beberapa hal. Berikut uraian ringkasnya.klik


Ciri-ciri orang memakai narkoba

Mengapa bisa pencandu narkoba menunjukkan gejala khusus? Seperti dijelaskan sebelumnya, narkoba memengaruhi saraf otak, memicu euforia, dan membanjiri otak dengan dopamin si neurotransmitter yang berperan dalam kepuasan hingga motivasi.

Lonjakan dopamin ini membuat seseorang menyukainya sehingga mengulangi penggunaan narkoba alias kecanduan. Ketika dilakukan lagi dan lagi, otak pun mentolerirnya sehingga membuat seseorang tidak akan sesenang saat mengonsumsi obat-obatan terlarang pertama kali. Dengan demikian seseorang yang mengonsumsi narkoba perlu meningkatkan dosis terus-menerus. Hal tersebut lantas membuatnya tidak mampu memperoleh kesenangan dari hal lain yang mungkin disenangi sebelumnya, melansir National Institute on Drug Abuse.SahabatQQ

Nah, perubahan pada sistem otak tersebut memengaruhi cara pikir juga tindakan seseorang. Meski tidak selalu sama, sebagian besar ciri-ciri orang memakai narkoba ditunjukkan dengan hal berikut. 


1. Gejala fisik kecil

Konsumsi obat-obatan berlebihan dapat memicu perubahan fisik. Contohnya seperti mata merah atau pupil runcing atau melebar. Selain itu, beberapa orang juga mengalami perubahan pada tekstur atau corak kulit. Bengkak abnormal pun bisa jadi tanda penyalahgunaan obat-obatan, melansir Cirque Lodge.Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat disertai dengan perubahan perilaku yang mungkin dianggap sebagai tics. Misalnya, gatal terus-menerus pada area tubuh tertentu, menarik lengan baju secara impulsif untuk menyembunyikan bekas, hingga mengucapan suatu hal yang tidak jelas.


2. Perubahan penampilan

Bukan hanya tindakan fisik, ciri-ciri orang menggunakan narkoba jangka panjang biasanya juga dapat terlihat dari perubahan penampilan. Pasalnya, obat-obatan seperti kokain memiliki efek samping menekan nafsu makan. Dengan demikian, pengonsumsinya mungkin jadi lebih kurus secara drastis.

Selain itu, perubahan penampilan juga ditampilkan dari ketidakteraturan, memakai pakaian yang tidak pantas atau kotor, hingga kurangnya minat berdandan, melansir American Addiction Centers. Jika hal-hal tersebut terjadi tanpa alasan yang jelas, maka bisa jadi tanda penyalahgunaan narkoba.


3. Kehilangan minat pada banyak hal

Pada bagian pembuka disinggung bahwa ketergantungan pada obat-obatan dapat mengambil alih saraf otak. Hal ini membuat seseorang yang dulunya bisa merasa puas, bangga, senang pada hal tertentu, tiba-tiba jadi lebih apatis.Hal ini bisa disebabkan karena pikiran dan tenaganya sudah disalurkan untuk memenuhi dorongannya menggunakan narkoba. Pengguna pun bisa jadi enggan menindaklanjuti rencana, kurang antusias, bahkan penurunan performa pada pekerjaan. 


4. Perubahan suasana hati

Perubahan suasana hati bisa jadi ciri-ciri orang memakai narkoba. Beberapa zat yang digunakan secara berlebihan bisa mengganggu kemampuan penggunanya untuk mengelola kondisi emosional. Misalnya, kokain yang termasuk stimulan dapat memicu skizofrenia atau ekstasi yang bisa menyebabkan gangguan ingatan, melansir Mental Health Foundation.

Seorang pengguna bisa saja menunjukkan rasa kssal yang luar biasa secara tiba-tiba, kemarahan dalam situasi yang sebelumnya bisa mereka kendalikan, hingga hyper atau mania. Namun, perlu digarisbawahi bahwa mood swing tidak selalu berarti mengonsumsi narkoba, ya.


 5. Perilaku menyendiri

Ciri-ciri orang memakai narkoba berikutnya adalah penarikan diri atau keinginan akan privasi jadi lebih besar. Pengguna obat-obatan terlarang bisa mengisolasi dirinya karena merasa takut atau malu akan stigma sosial. Terlebih, beberapa obat juga dapat memicu rasa paranoia.

Gejala yang ditunjukkan bisa berupa banyak hal. Termasuk seseorang jadi lebih suka menghabiskan waktu sendirian di kamar, mengunci pintu ketika memasuki ruang pribadi,Agen Domino99 Dan Poker Terpecaya hingga tidak membagikan tujuan perginya secara detail. Selain itu, pengguna narkoba mungkin juga cenderung tertutup pada lingkungan sekitarnya. Walau demikian, tidak semua yang seperti itu adalah pengguna narkoba, ya.


 6. Perubahan rutinitas dan waktu tidur

Seorang pengguna narkoba mengalami banyak perubahan dalam hidupnya, termasuk aktivitas sehari-hari. Kecenderungan untuk menyendiri mungkin menyebabkan mereka menarik diri dari kegiatan yang melibatkan banyak orang. 

Selain itu, beberapa obat-obatan juga dapat mengubah siklus tidur penggunanya. Stimulan maupun depresan yang dikonsumsinya dapat mengganggu hormon hingga akhirnya waktu tidurnya.


7. Stres akibat keuangan

Otak yang terus-menerus mendapat asupan obat-obatan bisa mengalami toleransi sehingga perlu dosis lebih tinggi untuk mencapai efek bahagia yang sama. Oleh karenanya, pengguna pun merasa harus mendapatkan 'barang' tersebut untuk menyenangkannya. 

Dalam jangka panjang, kebutuhan akan narkoba akan memengaruhi keuangan seseorang. Tidak jarang penyalahguna obat-obatan bisa bertindak kriminal untuk mendapatkan uang guna membeli narkoba. Meski demikian, ciri-ciri orang memakai narkoba yang berkaitan dengan uang ini tidak bisa sepenuhnya dipukul rata, sebab bisa juga menjadi tanda kecanduan judol.

Ciri-ciri orang memakai narkoba bukan jadi ajang justifikasi pada orang lain, ya. Jika kamu mendapati teman, saudara, atau kerabat yang menunjukkan lebih dari satu tanda, baiknya segera menghubungi kontak bantuan.hidupsehat

Jumat, 24 November 2023

Perbedaan Obat Sirop Kering dengan Obat Sirop Biasa

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

 Kandungan obat yang banyak dan beragam sifatnya menyebabkan obat dibuat dalam berbagai bentuk, baik cair maupun padat.

Selain stabilitas zat aktif obat, kondisi pasien juga memengaruhi jenis sediaan obat yang digunakan. Sebagai contoh, obat untuk anak-anak banyak tersedia dalam bentuk sirop dengan berbagai rasa untuk memudahkan mereka minum obat. Obat sirop juga biasanya ditambah berbagai warna sesuai rasa yang digunakan. Rasanya pun cenderung manis.klik

Ada juga jenis obat sirop yang perlu dilarutkan terlebih dulu yang dinamakan obat sirop kering. Pernah dengar? Apa perbedaan antara obat sirop kering dan obat sirop biasa? Yuk, pahami lebih lanjut!


1. Kandungannya

Obat sirop kering biasanya mengandung antibiotik atau obat lain yang bahan aktifnya tidak stabil dalam penambahan air. Apabila ditambahkan air akan terjadi penguraian.

Contoh obat yang biasa dibuat dalam sirop kering adalah amoxicillin, ampicillin,SahabatQQ dan cefadroxil. Dibuat sirop kering karena untuk menjaga stabilitas kandungan zat aktif, dibuat dalam bentuk serbuk atau granul yang akan direkonstitusi (dilarutkan) saat akan diserahkan kepada pasien.


2. Pencampurannya

Obat sirop kering merupakan sediaan berbentuk serbuk dalam botol obat berwarna gelap yang harus dilarutkan terlebih dahulu sampai batas tertentu, biasanya dengan air mineral. Sementara itu, obat sirop biasa berupa cairan yang sudah dicampurkan dari pabrik atau industri obat tanpa perlu mencairkannya lagi.

Obat sirop kering biasanya diberikan dalam bentuk sudah dilarutkan oleh tenaga farmasi sehingga tidak perlu melarutkan lagi. Kecuali, jika menerima lebih dari satu botol obat sirop kering, biasanya yang hanya akan dilarutkan satu botol saja karena berkaitan dengan stabilitas siropnya yang hanya bertahan seminggu.Agen Domino99 Dan Poker Terpecaya Botol lainnya bisa dilarutkan sendiri dengan air mineral.

Hati-hati, perhatikan batas air yang harus dicampurkan ke dalam botol. Jika perlu, gunakan gelas ukur agar tidak kelebihan air atau kekurangan air karena akan memengaruhi dosis obat ketika dikonsumsi.


3. Lama penyimpanannya

Beda halnya dengan obat sirop biasa yang memiliki batas penggunaan 30–90 hari setelah kemasan dibuka, obat sirop kering hanya bisa digunakan selama 7 hari setelah kemasan dibuka dan pencampuran (dilarutkan). Keduanya disimpan pada suhu ruangan yang kurang dari 30 derajat Celsius. Lihat kemasan sebelum menyimpan obat.

Itulah perbedaan antara obat sirop kering dan obat sirop biasa. Obat sirop kering merupakan sediaan yang harus dilarutkan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi karena kandungan zat aktifnya tidak stabil dalam penambahan air. Hal ini membuat obat sirop kering hanya tahan 7 hari setelah dibuka dan dilarutkan. Jangan mengonsumsi obat sirop kering yang sudah larut lebih dari 7 hari karena tidak terjamin stabilitas dan efektivitasnya.hidupsehat

Kamis, 26 Oktober 2023

Waspada Kenaikan Berat Badan Berlebih saat Hamil


 Sebuah penelitian menemukan bahwa kenaikan berat badan berlebih selama hamil dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit jantung atau diabetes yang lebih besar pada dekade berikutnya.

Risiko kematian yang lebih tinggi diamati pada sebagian besar kelompok berat badan yang diteliti, termasuk mereka yang memiliki berat badan kurang, berat badan normal, atau kelebihan berat badan sebelum hamil, menurut penelitian yang diterbitkan pada 19 Oktober dalam jurnal The Lancet.

Para peneliti dari Perelman School of Medicine at the University of Pennsylvania, Amerika Serikat, berharap temuan mereka dapat menjelaskan risiko kesehatan terkait kenaikan berat badan yang tinggi saat hamil dan membantu dokter mengidentifikasi cara-cara baru untuk membantu perempuan mencapai kehamilan yang lebih sehat.klik

Ada bukti yang menunjukkan bahwa hampir separuh ibu hamil mengalami kenaikan berat badan lebih dari yang direkomendasikan oleh pedoman modern (JAMA, 2017). Padahal, penambahan berat badan yang berlebihan selama hamil dikaitkan dengan peningkatan risiko jangka panjang kematian terkait kardiovaskular dan diabetes, yang bervariasi berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) sebelum kehamilan. Ini menyoroti pentingnya mengikuti pedoman penambahan berat badan untuk kesehatan jangka panjang.


1. Melibatkan lebih dari 46.000 partisipan

Untuk memahami bagaimana penambahan berat badan selama kehamilan berdampak pada kesehatan di masa depan, para peneliti mengevaluasi data kesehatan hingga periode 50 tahun yang bersumber dari 46.042 orang yang berpartisipasi dalam Collaborative Perinatal Project.

Tim peneliti menganalisis IMT partisipan dan perubahan berat badan dari waktu ke waktu, mencatat kematian dengan penyebabnya serta kematian yang terkait dengan kardiovaskular dan diabetes.


2. Skala persentase kematian

Tim peneliti menemukan bahwa di antara mereka yang memiliki berat badan kurang sebelum kehamilan, dengan IMT kurang di bawah 18,5 kg/m2, lalu mengalami penambahan berat badan berlebih selama kehamilan,SahabatQQ dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dengan persentase 84 persen lebih tinggi.

Sementara itu, di antara orang-orang yang memiliki berat badan normal sebelum kehamilan, IMT antara 18,5 hingga 24,9 kg/m2 memiliki risiko kematian dengan penyebab apa pun sebesar 9 persen lebih tinggi, dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 20 persen lebih tinggi.

Terakhir, orang yang kelebihan berat badan sebelum hamil dengan IMT berkisar antara 25 hingga 29,9 kg/m2, dan mengalami kenaikan berat badan berlebih saat hamil, memiliki risiko kematian 12 persen lebih tinggi dan risiko kematian akibat diabetes 12 persen lebih tinggi.


3. Berapa kenaikan berat badan yang ideal?

Jawabannya adalah bergantung pada bobot sebelum kehamilan. Jika sebelumnya underweight, maka perlu kenaikan berat badan yang lebih dibanding ibu hamil pada umumnya untuk menunjang kebutuhan janin dan dirinya sendiri.

Sementara itu jika sudah punya berat badan yang berlebih, hanya perlu sedikit menaikkannya karena ibu hamil bisa menggunakan cadangan energi untuk mendukung pertumbuhan janin. Berat badan perlu dikontrol agar tidak mengalami overweight.

• Untuk ibu yang memiliki berat badan kurang (underweight) sebelum hamil, atau yang memiliki IMT kurang dari 18,5 kg/m2, disarankan untuk menaikkan berat badan 12,7–18 kilogram selama hamil.

• Bagi ibu yang memiliki berat badan normal atau IMT 18,5–24,9 kg/m2 sebelum hamil, disarankan untuk menaikkan 11,3–15,9 kilogram selama hamil.

• Untuk perempuan yang memiliki berat badan di atas normal atau IMT 25–29,9 kg/m2, disarankan untuk menaikkan berat badan 6,8-11,3 kilogram.

• Untuk ibu yang mengalami obesitas atau IMT di atas 30 kg/m2,Agen Domino99 Dan Poker Terpecaya disarankan untuk menaikkan berat badan 5–9 kilogram saja.

• Untuk ibu yang hamil anak kembar, disarankan untuk menaikkan berat badan sebesar 11,5–24,5 kilogram selama masa kehamilan.

Agar kenaikan bobot selama hamil terjaga, ibu hamil perlu melakukan penyesuaian gaya hidup sesuai kondisi tubuh. Misalnya, jika mengalami berat badan berlebih saat hamil, terapkan pola makan sehat rendah lemak selama masa kehamilan.

Disarankan juga untuk membatasi konsumsi makanan atau minuman manis serta makanan yang digoreng dan tinggi garam. Sebagai variasi yang lebih sehat, pilih makanan yang dimasak dengan cara direbus, dipanggang, atau dikukus.hidupsehat

Jumat, 22 September 2023

Psoriasis Vulgaris: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

 Psoriasis adalah kondisi peradangan jangka panjang yang diakibatkan oleh masalah pada sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa jenis psoriasis, tetapi psoriasis vulgaris atau psoriasis plak adalah yang paling umum.Plak bercirikan tebal dan berwarna merah muda yang ditutupi sisik berwarna putih keperakan. Plak memiliki tepi yang jelas dan mungkin terasa gatal. Plak ini dapat terjadi di bagian kulit mana saja, dengan bintik paling umum di kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah.klik


1. Penyebab

Penyebab psoriasis vulgaris tidak diketahui secara pasti. Penyakit ini dianggap sebagai penyakit autoimun, artinya sistem kekebalan menyerang sel-sel sehat seolah sedang melawan infeksi. Ini menyebabkan sel-sel kulit baru tumbuh lebih cepat dari biasanya, dan menumpuk dalam area yang tebal.

Menurut WebMD, apakah kamu bisa mengembangkan psoriasis vulgaris akan tergantung pada gen dan riwayat kesehatan.

Keturunan: Psoriasis tampaknya diturunkan dalam keluarga. Sekitar 1 dari 3 orang dengan psoriasis melaporkan memiliki kerabat yang menderita psoriasis. Sekitar 10 persen orang dilahirkan dengan gen yang membuat mereka cenderung terkena psoriasis. Namun, hanya sekitar 3 persen orang yang terkena penyakit ini. Akan tetapi, jika kedua orang tuanya memiliki psoriasis, kemungkinan seorang anak terkena penyakit tersebut adalah sekitar 50 persen.

Pemicu:  Sesuatu harus terjadi untuk memulai reaksi sistem kekebalan. Terkadang, penyebabnya adalah cedera pada kulit atau sunburn yang parah. Ini bisa berupa obat tertentu, seperti obat litium atau malaria. Infeksi, terutama yang disebabkan oleh Streptokokus, dapat menyebabkan psoriasis. Begitu pula dengan tingkat stres yang tinggi, merokok, atau minum alkohol.

Psoriasis tidak menular. Penyakit ini tidak dapat menular melalui sentuhan atau kontak dekat lainnya.

Orang dengan psoriasis cenderung memiliki kondisi lain yang menyebabkan peradangan, seperti penyakit Crohn, diabetes, sindrom metabolik, penyakit hati berlemak, dan obesitas. Apabila kamu memilikinya, kamu mungkin lebih mungkin terkena penyakit jantung, depresi, dan uveitis. Kamu juga memiliki peluang 1 dari 3 terkena artritis psoriatik, yang menyebabkan nyeri sendi, kekakuan, dan pembengkakan, serta kelainan bentuk sendi.


2. Gejala

Menurut American Academy of Dermatology Association, tanda dan gejala psoriasis vulgaris akan bervariasi pada setiap orang berdasarkan tingkat keparahan kondisinya. Berikut ini gejala umum psoriasis vulgaris:

- Plak yang tebal dan berwarna merah muda ditutupi sisik berwarna putih keperakan.

- Plak yang muncul secara simetris pada tubuh (misalnya kedua siku atau kedua lutut).

- Gatal di lokasi plak.

- Rasa terbakar atau nyeri di lokasi plak.

- Bercak darah yang muncul saat lesi diangkat (tanda Auspitz).

- Celah di sepanjang plak yang ditemukan di telapak tangan, telapak kaki, atau pada plak tebal lainnya.


3. Jenis psoriasis vulgaris

Ada sejumlah istilah yang membantu dokter membedakan satu jenis psoriasis plak dengan jenis lainnya:

- Psoriasis plak kecil

Jenis ini menyebabkan banyak lesi kecil, masing-masing berukuran tidak lebih dari beberapa sentimeter. Mereka mungkin tetap terpisah atau bisa bergabung.SahabatQQ Bagian berkerak di atasnya berwarna merah muda dengan butiran yang lebih halus dan kerak lebih tipis dibandingkan dengan psoriasis plak besar.

Riwayat psoriasis dalam keluarga lebih jarang terjadi pada versi kondisi ini. Psoriasis plak kecil dapat terjadi pada semua usia, tetapi lebih sering terjadi setelah usia 40 tahun. Psoriasis ini sering kali memberikan respons yang baik terhadap fototerapi.

- Psoriasis plak besar

Pada versi ini, lesi lebih tebal dan sering kali lebih besar dengan tepi yang lebih jelas dibandingkan dengan psoriasis plak kecil. Bagian yang berkerak berwarna merah, bukan merah muda, dan menunjukkan sisik keputihan keperakan. Psoriasis plak besar bisa muncul kapan saja, tetapi lebih sering terjadi pada usia kurang dari 40 tahun.

Beberapa penelitian menghubungkan kondisi ini dengan sindrom metabolik (sindrom metabolik terjadi ketika seseorang memiliki kombinasi obesitas, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, atau tekanan darah tinggi). Penyakit ini lebih sulit diobati dibandingkan psoriasis plak kecil, dan lebih mungkin diturunkan dalam keluarga.

- Psoriasis plak tidak stabil

Pada versi ini, plak psoriasis kehilangan tepinya yang tajam dan jernih saat membesar dan terkadang menyatu. Plak baru mungkin juga muncul.

- Psoriasis plak kronis dan stabil

Ini adalah bentuk psoriasis plak dan psoriasis yang paling umum secara umum. Lesi cenderung bertahan atau muncul kembali setelah outbreak pertama. Area yang paling umum adalah siku, lutut, batang tubuh, kepala dan kulit kepala, meskipun mungkin ada area lain juga.

Plak cenderung muncul di kedua sisi tubuh. Misalnya, jika muncul di satu siku, plak juga akan muncul di siku lainnya.


4. Diagnosis

Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, untuk mendiagnosis psoriasis, dokter biasanya akan memeriksa kulit, kulit kepala, dan kuku untuk mencari tanda-tanda psoriasis. Dokter juga bisa bertanya tentang kondisi kesehatan dan riwayat kesehatan, seperti apakah kamu:

- Mengalami gejala seperti kulit gatal dan sensasi terbakar.

- Baru saja sakit atau mengalami stres berat.

- Memiliki anggota keluarga dekat yang memiliki psoriasis.

- Mengalami nyeri tekan pada sendi.

Informasi tersebut dapat membantu dokter untuk mengetahui apakah kamu memiliki psoriasis dan mengidentifikasi jenisnya.

Untuk mengesampingkan kondisi kulit lainnya yang gejalanya mirip psoriasis, dokter mungkin butuh sejumlah sampel kulit untuk diperiksa di bawah mikroskop.


5. Pengobatan

Psoriasis adalah kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Kamu mungkin akan melalui siklus saat ruam terlihat membaik dan kemudian kambuh lagi. Namun, pengobatan tetap dibutuhkan, dengan fokus untuk mengurangi dan mengurangi kambuhnya penyakit yang parah.

Pilihan pengobatannya meliputi:

Obat topikal: Jika plak hanya sedikit, dokter mungkin akan mencoba krim resep untuk dioleskan di kulit. Krim ini meredakan peradangan atau memperlambat pertumbuhan sel kulit. Contohnya anthralin, roflumilast, kortikosteroid, tapinarof, vitamin A, dan D. Obat topikal yang dijual bebas juga bisa digunakan. Asam salisilat dan coal tar disetujui untuk mengobati psoriasis. Bahan lain yang dapat meredakan gatal dan menghilangkan kerak termasuk lidah buaya, kapsaisin, jojoba, dan zinc pyrithione. Emolien topikal yang dipakai setelah mandi dapat membantu menjaga kelembapan kulit.

Terapi cahaya: Jika ruam lebih luas, dokter mungkin akan mengobatinya dengan sinar ultraviolet. Ini bisa dilakukan di klinik dokter atau dengan kotak khusus yang disimpan di rumah. Paparan sinar hari juga bisa membantu. Namun, karena ini dapat meningkatkan risiko kanker kulit, perhatikan durasi kamu berjemur dan tutupi kulit atau oleskan tabir surya di tempat yang tidak terdapat plak.

Obat sistemik: Pada kondisi parah, kamu mungkin memerlukan obat-obatan yang bekerja di seluruh tubuh. Obat-obatan ini menenangkan sistem imun atau memperlambat pertumbuhan sel-sel kulit. Namun, obat ini bisa menyebabkan efek samping serius seperti depresi, pikiran agresif, masalah hati, atau risiko kanker kulit yang lebih tinggi.Agen Domino99 Dan Poker Terpecaya Contoh obat sistemik adalah acitretin, cyclosporine, dan methotrexate dalam bentuk pil, atau bisa juga diberikan dalam bentuk injeksi. Jenis obat sistemik lain juga menargetkan sistem kekebalan. Obat biologis yang digunakan untuk mengobati psoriasis meliputi adalimumab, brodalumab, certolizumab-pegol, deucravacitinib, etanercept, golimumab dan abatacept (untuk artritis psoriatik), guselkumab, infliximab, ixekizumab, risankizumab, secukinumab, tildrakizumab, tofacitinib, dan ustekinumab.

Obat-obatan ini diberikan melalui suntikan, pil, atau melalui pembuluh darah di lengan. Obat-obat tersebut memengaruhi jenis sel kekebalan tertentu atau mencegah protein tertentu menyebabkan peradangan. Namun, obat-obatan ini dapat mempersulit kamu dalam melawan infeksi.


6. Perubahan gaya hidup dan terapi natural

Dilansir Medical News Today, berbagai pengobatan rumahan dapat membantu mengatasi psoriasis.

Tips perawatan kulit meliputi:

- Mandi sebentar atau berendam setiap hari dengan air hangat (bukan air panas).

- Menggunakan coal tar atau produk hipoalergenik sesuai anjuran dokter atau apoteker.

- Menyabuni tubuh dengan tangan, jangan menggosoknya dengan spons, untuk menghindari iritasi.

- Melembapkan kulit dengan emolien hipoalergenik yang kental dalam waktu 5 menit setelah mandi.

- Menggunakan waslap basah yang mengandung obat atau pelembap.


Tip gaya hidup lainnya termasuk:

- Menghindari atau membatasi alkohol.

- Menghindari tembakau.

- Mengelola stres.

- Cukup tidur.

Menurut laporan dalam jurnal Psoriasis: Targets and Therapy (2022), orang dengan psoriasis sering kali memiliki kadar vitamin D yang rendah. Meskipun paparan sinar matahari terkontrol dapat memperbaiki gejala, tetapi tidak ada cukup bukti yang mendukung penggunaan suplemen vitamin D untuk psoriasis.

Studi dalam jurnal JAMA Dermatology (2018) mencatat bahwa menggunakan pengobatan pelengkap atau alternatif di bawah ini dapat membantu:

- Indigo naturalis atau Qing-Dai.

- Kurkumin.

- Pilihan pola makan.

- Minyak ikan, yang mengandung omega-3.

- Meditasi.

- Akupunktur.

Bicarakan dulu dengan dokter sebelum mencoba salah satu cara di atas.

Tidak ada cara untuk mencegah psoriasis vulgaris. Jika kamu memilikinya, kondisi ini mungkin datang dan pergi sepanjang hidup. Perawatan dapat mengurangi gejala, bahkan pada orang dengan psoriasis vulgaris parah. Umumnya kondisi ini bisa ditangani dengan baik melalui pengobatan.

Psoriasis vulgaris atau psoriasis plak adalah jenis psoriasis umum, kondisi autoimun yang menyebabkan munculnya lesi kulit merah dan ditutupi sisik kulit kering berwarna putih atau perak.

Perawatan bervariasi dari orang ke orang, tetapi biasanya melibatkan obat resep atau krim topikal. Menghindari pemicu perburukan psoriasis dan mengikuti rencana pengobatan dari dokter dapat membantu mengurangi gejala dan kekambuhan.hidupsehat

Rabu, 20 September 2023

Kanker Ginjal: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan

 Kebanyakan orang memiliki dua ginjal yang lokasinya ada di atas pinggang di kedua sisi tulang belakang. Ginjal menyaring darah untuk menghilangkan kotoran, kelebihan mineral dan garam, dan cairan ekstra. Setiap hari, ginjal menyaring sekitar 200 liter darah untuk menghasilkan dua liter urine. Ginjal juga menghasilkan hormon yang membantu mengontrol tekanan darah, produksi sel darah merah, dan fungsi tubuh lainnya.

Kanker ginjal atau kanker renal dimulai ketika sel-sel sehat di salah satu atau kedua ginjal berubah dan tumbuh di luar kendali, membentuk massa yang disebut tumor kortikal ginjal. Tumor bisa ganas, lamban, atau jinak.klik

Tumor ganas bersifat kanker, artinya dapat tumbuh dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tumor indolen juga bersifat kanker, tetapi jenis tumor ini jarang menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tumor jinak berarti tumor dapat tumbuh namun tidak akan menyebar.

1. Jenis

Dilansir American Cancer Society, ada berbagai jenis kanker ginjal. Ini meliputi:


1. Karsinoma sel ginjal

Karsinoma sel ginjal atau renal cell carsinoma (RCC), juga dikenal sebagai kanker sel ginjal atau adenokarsinoma sel ginjal, adalah jenis kanker ginjal yang paling umum. Sekitar 9 dari 10 kanker ginjal adalah karsinoma sel ginjal.

Meskipun RCC biasanya tumbuh sebagai tumor tunggal di dalam ginjal, terkadang ada dua atau lebih tumor di satu ginjal atau bahkan tumor di kedua ginjal sekaligus.

Ada beberapa subtipe RCC, terutama berdasarkan tampilan sel kanker di laboratorium. Mengetahui subtipe RCC dapat menjadi faktor dalam memutuskan pengobatan dan dapat membantu dokter menentukan apakah kanker mungkin disebabkan oleh sindrom genetik yang diwariskan.


2. Karsinoma sel ginjal subtipe sel jernih 

Karsinoma sel ginjal subtipe sel jernih (clear cell renal cell carcinoma) adalah bentuk paling umum dari karsinoma sel ginjal. Sekitar 7 dari 10 orang dengan RCC memiliki jenis kanker ini. Saat dilihat di lab, sel-sel yang menyusun karsinoma sel ginjal subtipe sel jernih terlihat sangat pucat atau bening.


3. Karsinoma sel ginjal sel tidak jelas (non-clear cell renal cell carcinoma)

Karsinoma sel ginjal papiler (papillary renal cell carcinoma): Ini adalah subtipe kedua yang paling umum. Sekitar 1 dari 10 RCC adalah jenis ini. Kanker ini membentuk proyeksi seperti jari kelingking (disebut papila) di beberapa, jika tidak sebagian besar, tumor. Beberapa dokter menyebut kanker ini chromophilic karena sel mengambil pewarna tertentu dan terlihat merah muda saat dilihat di bawah mikroskop.

Karsinoma sel ginjal chromophobe (chromophobe renal cell carcinoma): Subtipe ini menyumbang sekitar 5 persen (5 kasus dalam 100) RCC. Sel-sel kanker ini juga pucat,SahabatQQ seperti sel bening, tetapi jauh lebih besar dan memiliki ciri-ciri tertentu lainnya yang dapat dikenali jika dilihat dengan sangat dekat.

Jenis karsinoma sel ginjal yang langka: Subtipe ini sangat jarang, masing-masing membentuk kurang dari 1 persen RCC:

Collecting duct RCC.

RCC kistik multilokular.

Karsinoma meduler.

Mucinous tubular and spindle cell carcinoma.

RCC terkait neuroblastoma.

Karsinoma sel ginjal yang tidak terklasifikasi: Jarang, kanker sel ginjal dilabeli "tidak terklasifikasi" karena penampilannya tidak sesuai dengan kategori lain atau karena ada lebih dari satu jenis sel kanker yang ada.

Jenis kanker ginjal lainnya

Jenis kanker ginjal lainnya termasuk karsinoma sel transisional, tumor Wilms, dan sarkoma ginjal.

Karsinoma sel transisional (transitional cell carcinoma atau TCC): Dari setiap 100 kanker di ginjal, sekitar 5 sampai 10 adalah TCC, yang juga dikenal sebagai karsinoma urothelial. Jenis ini tidak dimulai di ginjal, melainkan di lapisan pelvis ginjal (di mana ureter bertemu dengan ginjal). Lapisan ini terdiri dari sel-sel yang disebut sel transisi yang terlihat seperti sel-sel yang melapisi ureter dan kandung kemih. Kanker yang berkembang dari sel-sel ini terlihat seperti karsinoma urothelial lainnya, seperti kanker kandung kemih, jika dilihat lebih dekat di laboratorium. Seperti kanker kandung kemih, kanker ini sering dikaitkan dengan merokok dan paparan bahan kimia penyebab kanker tertentu di tempat kerja. Orang dengan TCC sering kali memiliki tanda dan gejala yang sama dengan orang dengan kanker sel ginjal, yaitu darah dalam urine dan terkadang nyeri punggung.

Tumor Wilms (nefroblastoma): Tumor Wilms hampir selalu terjadi pada anak-anak, sangat jarang dialami oleh orang dewasa.

Sarkoma ginjal: Sarkoma ginjal adalah jenis kanker ginjal langka yang dimulai di pembuluh darah atau jaringan ikat ginjal. Jenis ini berkontribusi kurang dari 1 persen dari semua kasus kanker ginjal.


2. Penyebab

Seperti dijelaskan dalam laman National Health Service, penyebab pasti kanker ginjal tidak diketahui. Namun, para ahli telah menemukan beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kamu mengembangkannya. Ini meliputi:

Usia yang lebih tua: Risiko terkena kanker ginjal meningkat seiring bertambahnya usia.

Merokok: Perokok memiliki risiko lebih besar terkena kanker ginjal daripada bukan perokok. Risiko berkurang setelah berhenti.

Obesitas: Orang yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ginjal daripada orang yang dianggap memiliki berat badan yang sehat.

Tekanan darah tinggi: Tekanan darah tinggi (hipertensi) meningkatkan risiko kanker ginjal.

Pengobatan untuk gagal ginjal: Orang yang menerima dialisis jangka panjang untuk mengobati gagal ginjal kronis memiliki risiko lebih besar terkena kanker ginjal.

Sindrom bawaan tertentu: Terlahir dengan sindrom bawaan tertentu mungkin memiliki peningkatan risiko kanker ginjal, seperti mereka yang memiliki penyakit von Hippel-Lindau, sindrom Birt-Hogg-Dube, tuberous sclerosis complex, karsinoma sel ginjal papiler herediter, atau kanker ginjal familial.

Riwayat keluarga dengan kanker ginjal: Risiko kanker ginjal lebih tinggi jika anggota keluarga dekat mengidap penyakit tersebut.


3. Gejala

Sering kali, kanker ginjal ditemukan saat seseorang menjalani tes pencitraan, seperti USG, MRI, atau CT karena alasan lain. Pada stadium awal, kanker ginjal tidak menimbulkan rasa sakit. Makanya, gejala penyakit biasanya muncul saat tumor tumbuh besar dan mulai menyerang organ di sekitarnya, seperti dilansir American Society of Clinical Oncology.

Orang dengan kanker ginjal mungkin mengalami gejala atau tanda. Gejala adalah perubahan yang dapat dirasakan pada tubuh. Tanda adalah perubahan pada sesuatu yang diukur, seperti dengan mengukur tekanan darah atau melakukan tes laboratorium. Gejala dan tanda dapat membantu menggambarkan masalah medis. Terkadang, orang dengan kanker ginjal tidak memiliki gejala dan tanda yang dijelaskan di bawah ini. Dalam kasus lain, penyebab gejala atau tanda mungkin merupakan kondisi medis nonkanker.

Darah dalam urine.

Nyeri atau tekanan di pinggang atau punggung.

Massa atau benjolan di samping atau belakang.

Pembengkakan pada pergelangan kaki dan kaki.

Tekanan darah tinggi.

Anemia.

Kelelahan.

Kehilangan selera makan.

Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Demam yang terus datang kembali dan bukan karena pilek, flu, atau infeksi lainnya.

Di testis, perkembangan pesat dari sekelompok pembuluh darah yang membesar (varikokel) di sekitar testis, terutama testis kanan, dapat mengindikasikan adanya tumor ginjal yang besar.

Jika khawatir tentang perubahan yang kamu alami, temui dokter.


4. Diagnosis

Mungkin kamu pernah mengalami gejala kanker ginjal, seperti nyeri di pinggang, penurunan berat badan, atau kelelahan ekstrem, atau mungkin dokter menemukan benjolan di sisi tubuh saat pemeriksaan rutin atau tanda kanker ginjal saat pemeriksaan untuk masalah kesehatan lain. Terlepas dari itu, untuk memastikan diagnosis kanker ginjal,Mendadak kaya kamu perlu pemeriksaan fisik menyeluruh, riwayat kesehatan, dan beberapa tes.

Dokter memeriksa perut dan sisi tubuh apakah terdapat benjolan dan memeriksa demam dan tekanan darah tinggi. Dokter juga akan menanyakan tentang kebiasaan kesehatan, riwayat penyakit, dan pengobatan. Untuk menegakkan diagnosis kanker ginjal, dokter juga akan melakukan satu atau lebih tes berikut ini:

Tes urine untuk memeriksa darah dalam urine atau tanda-tanda masalah lainnya.

Tes darah untuk menunjukkan seberapa baik kerja ginjal.

Pyelogram intravena (IVP) yang melibatkan rontgen ginjal setelah dokter menyuntikkan pewarna yang mengalir ke saluran kemih, untuk menyoroti tumor apa pun.

Ultrasonografi (USG) yang menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar ginjal. Ini dapat membantu mengetahui apakah tumor itu padat atau berisi cairan.

CT scan menggunakan sinar-X dan komputer untuk membuat serangkaian gambar detail ginjal. Ini mungkin juga memerlukan suntikan pewarna. CT scan hampir menggantikan pyelogram dan USG sebagai alat untuk mendiagnosis kanker ginjal.

MRI menggunakan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk membuat gambar detail jaringan lunak di tubuh. Kamu mungkin memerlukan suntikan agen kontras untuk membuat gambar yang lebih baik.

Arteriogram ginjal digunakan untuk mengevaluasi suplai darah ke tumor. Ini tidak sering dilakukan, tetapi dapat membantu mendiagnosis tumor kecil dan kegunaan lainnya.

Dilansir WebMD, tidak seperti banyak kanker lainnya, dokter mungkin cukup yakin tentang diagnosis kanker ginjal tanpa biopsi. Terkadang, biopsi akan dilakukan untuk memastikan diagnosis. Dokter dapat menggunakan biopsi jarum untuk mengambil sampel jaringan, yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk sel kanker.BandarQQ Biopsi juga dapat memberi tahu tingkat kanker, yaitu seberapa agresif kanker. Sering kali ahli bedah akan mengangkat seluruh tumor dan kemudian memeriksa sampel jaringan.

Setelah dokter membuat diagnosis kanker ginjal, kamu mungkin memerlukan tes lain untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar di dalam ginjal, ke ginjal lain, atau ke bagian lain tubuh (metastasis). Kamu mungkin perlu CT scan atau MRI. Rontgen dada dapat menunjukkan apakah kanker telah menyebar ke paru-paru. Pemindaian tulang dapat melihat apakah kanker telah menyebar ke tulang. Tes-tes ini akan membantu dokter menentukan stadium kanker ginjal.


Menentukan stadium kanker ginjal

Sebagian besar kanker dikelompokkan berdasarkan stadium, deskripsi kanker yang membantu dalam perencanaan pengobatan. Stadium kanker didasarkan pada:


Lokasi dan ukuran tumor.

Sejauh mana kelenjar getah bening terpengaruh.

Tingkat penyebaran kanker, jika ada, ke jaringan dan organ lain.

Dokter menggunakan informasi dari berbagai tes, termasuk CT, MRI, dan biopsi, untuk menentukan stadium kanker.

Stadium I: Tumor berdiameter 7 sentimeter (cm) atau lebih kecil dan hanya ada di ginjal, belum menyebar ke kelenjar getah bening atau jaringan lain. (Kelenjar getah bening adalah "filter" kecil yang menjebak kuman dan sel kanker dan menyimpan sel yang melawan infeksi.).

Stadium II: Tumor lebih besar dari 7 cm namun masih hanya di ginjal, belum menyebar ke kelenjar getah bening atau jaringan lain.

Stadium III: Tumor telah menyebar ke pembuluh darah utama—vena ginjal dan vena cava inferior—atau ke jaringan di sekitar ginjal atau ke kelenjar getah bening di dekatnya.

Stadium IV: Tumor telah menyebar ke luar ginjal ke kelenjar adrenal (kelenjar kecil yang berada di atas ginjal), atau ke kelenjar getah bening yang jauh atau organ lain.

Tumor juga dinilai, yang merupakan cara menilai tumor berdasarkan seberapa abnormal sel-selnya. Penilaian tumor juga dapat memberi tahu dokter seberapa cepat kemungkinan tumor tumbuh. Tumor yang selnya tidak terlihat seperti sel normal dan membelah dengan cepat disebut tumor derajat tinggi. Tumor tingkat tinggi cenderung tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada tumor tingkat rendah.


5. Pengobatan

Pengobatan yang paling umum untuk kanker ginjal adalah dengan operasi pengangkatan seluruh atau sebagian ginjal. Namun, seperti diutarakan oleh National Kidney Foundation, perawatan bergantung pada stadium penyakit, kondisi kesehatan secara umum, usia, dan faktor lainnya.

Operasi

Operasi adalah pengobatan yang paling umum untuk kanker ginjal—kebanyakan orang dengan kanker stadium awal (stadium 1, 2, dan 3) dapat disembuhkan dengan pembedahan.

Nefrektomi parsial: Dalam nefrektomi parsial, tumor atau bagian ginjal dengan tumor diangkat untuk meninggalkan ginjal sebanyak mungkin.

Nefrektomi radikal: Dalam nefrektomi radikal, seluruh ginjal diangkat. Jika diperlukan, jaringan di sekitarnya dan kelenjar getah bening juga dapat diangkat.

Pendekatan bedah yang dapat dilakukan oleh dokter bedah antara lain:

Operasi terbuka: Bedah tradisioal dengan sayatan panjang.

Laparoskopi: Operasi dilakukan dengan kamera video dan instrumen tipis untuk sayatan yang lebih kecil.

Robotik: Bedah laparoskopi dilakukan dengan bantuan robot.

Pilihan perawatan non bedah

Ablasi termal: Ablasi termal membunuh tumor dengan membakar atau membekukan, dan paling sering digunakan untuk tumor kecil pada orang yang bukan kandidat yang baik untuk operasi nefrektomi.

Pengawasan aktif: Pengawasan aktif digunakan jika tumor kecil kurang dari 4 cm.

Kemoterapi dan radiasi: Bentuk kemoterapi dan radiasi yang digunakan dalam bentuk kanker lain biasanya bukan pengobatan yang efektif untuk sebagian besar bentuk kanker ginjal.

Pengobatan kanker ginjal stadium lanjut atau berulang

Bagi orang dengan kanker ginjal stadium lanjut yang telah menyebar ke bagian tubuh lain, perawatan dengan obat mungkin disarankan bersamaan dengan operasi,Agen Domino99 Dan Poker Terpecaya atau sebagai pengganti pembedahan. Beberapa dari obat ini diberikan dalam bentuk pil oral, sementara yang lainnya diberikan dalam bentuk suntikan. Banyak kemajuan telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir, dan orang dengan kanker ginjal stadium lanjut hidup lebih lama dari sepuluh tahun yang lalu.

Obat sering digunakan untuk kanker ginjal stadium lanjut yang telah menyebar ke bagian tubuh lain atau yang mana operasi tidak dapat dilakukan.

Imunoterapi menggunakan sistem imun untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Antibodi monoklonal menyerang bagian tertentu dari sel kanker.

Checkpoint inhibitor membantu sistem kekebalan mengenali dan menyerang sel kanker.

Vaksin memberikan dorongan keseluruhan untuk sistem kekebalan tubuh.

Terapi anti-angiogenik mengurangi suplai darah ke tumor untuk memperlambat atau menghentikan pertumbuhannya.

Terapi yang ditargetkan secara langsung menghambat pertumbuhan kanker.


6. Pencegahan

Mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesehatan dapat membantu mengurangi risiko kanker ginjal. Cobalah untuk:

Berhenti merokok: Jika merokok, berhentilah. Ada banyak pilihan untuk berhenti, termasuk program dukungan, obat-obatan, dan produk pengganti nikotin. Beri tahu dokter bahwa kamu ingin berhenti dan diskusikan pilihan yang tersedia.

Pertahankan berat badan yang sehat: Bekerja untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Jika kamu elebihan berat badan atau obesitas, kurangi asupan kalori harian dan usahakan untuk aktif secara fisik hampir setiap hari dalam seminggu. Tanyakan kepada dokter tentang strategi sehat lainnya untuk membantu menurunkan berat badan.

Mengontrol tekanan darah tinggi: Jika tekanan darah tinggi, kamu dan dokter dapat mendiskusikan opsi untuk menurunkannya. Rutin olahraga, penurunan berat badan, dan perubahan pola makan dapat membantu. Beberapa orang mungkin perlu minum obat untuk menurunkan tekanan darahnya.

Didiagnosis dengan kanker ginjal bisa menakutkan, menyedihkan, dan membuat frustrasi. Seperti kebanyakan kanker, pengobatan kanker ginjal lebih efektif bila didiagnosis sejak dini.

Selain pengobatan dari dokter, kamu mungkin juga ingin mempertimbangkan untuk bergabung dengan kelompok pendukung lokal atau mencari bantuan dari konselor. Ini dapat membantu kamu mempertahankan pandangan emosional yang sehat selama masa sulit.hidupsehat


Minggu, 27 Agustus 2023

Bisa Membunuh Perlahan, Ini dia 14 Penyakit akibat Polusi Udara

 Polusi udara menyebabkan atau berkontribusi pada berbagai kondisi kesehatan. Efek polusi udara terhadap kesehatan dapat berkisar dari kesulitan bernapas ringan hingga masalah kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke.

Gas dan partikel berbahaya di udara berasal dari berbagai sumber, termasuk asap knalpot kendaraan, asap dari pembakaran batu bara atau gas, dan asap tembakau.

Tingkat polusi udara tetap sangat tinggi di banyak bagian dunia. Indonesia contohnya. Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2018 menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang menghirup udara yang mengandung polutan tingkat tinggi. Estimasi mengungkapkan angka kematian yang mengkhawatirkan, yaitu sebanyak 7 juta orang setiap tahunnya, yang disebabkan oleh polusi udara ambien (luar ruangan) dan rumah tangga.klik

Polusi udara terdiri dari partikel-partikel kecil yang bisa alami atau buatan. Polutan dalam maupun luar ruangan dapat memengaruhi kesehatan.


Polusi udara luar ruangan terdiri dari:

- Partikel dan pembakaran batu bara dan gas.

- Gas berbahaya, seperti nitrogen oksida atau sulfur dioksida.

- Asap tembakau.

- Ozon permukaan tanah.

Pencemaran udara dalam ruangan terdiri dari:

- Bahan kimia rumah tangga.

- Gas berbahaya, seperti karbon monoksida atau radon.

- Bahan bangunan, seperti timah atau asbes.

- Serbuk sari.

- Kapang (mold).

- Asap tembakau.

Menurut WHO, polutan yang menimbulkan risiko tertinggi bagi kesehatan kita adalah:


Partikulat (polutan partikel), yang terdiri dari padatan tersuspensi dan tetesan cairan, seperti PM10 dan PM2.5.

- Nitrogen dioksida.

- Sulfur dioksida.

- Ozon.

- Berikut ini daftar penyakit yang bisa disebabkan oleh polusi udara.


1. Asma

Beberapa polusi bisa dilihat, seperti asap. Beberapa tidak bisa, seperti karbon monoksida. Polusi udara adalah gas atau partikel apa pun yang ada di udara, tetapi bukan merupakan bagian alami darinya.

Dilansir WebMD, dua polutan utama dapat memengaruhi orang dengan asma. Ozon adalah gas yang membuat kabut asap. Ini dapat memengaruhi cara seseorang bernapas. Partikel kecil seperti debu atau asap dapat tersangkut di paru-paru. Mereka dapat merusak paru-paru dan menyebabkan orang dengan asma mengalami lebih banyak serangan.


2. Kanker paru-paru

Menurut studi dalam jurnal Nature tahun 2023, para peneliti dari Francis Crick Institute and UCL telah mengungkapkan bagaimana polusi udara dapat menyebabkan kanker paru-paru pada orang yang tidak pernah merokok.

Penelitian menemukan bahwa paparan partikel (PM2.5) di udara mendorong pertumbuhan sel di paru-paru yang membawa mutasi penyebab kanker.

Memeriksa data dari lebih dari 400.000 orang,SahabatQQ para ilmuwan juga menemukan tingkat yang lebih tinggi dari jenis kanker lain di daerah dengan tingkat PM2.5 yang tinggi.

Menurut studi yang dipresentasikan Berg et al., dalam Presidential Symposium Plenary Session at the International Association for the Study of Lung Cancer (IASLC) 2021 World Conference on Lung Cancer, meskipun asap tembakau jelas merupakan penyebab utama kanker paru-paru, tetapi sebuah analisis menemukan bahwa di seluruh dunia, polusi udara menyumbang 14 persen dari kanker paru-paru.


3. Penyakit paru obstruktif kronis

Bronkitis kronis dan emfisema adalah kondisi umum yang menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kondisi ini menghalangi aliran udara di paru-paru.

Paparan jangka panjang terhadap gas, partikel, atau asap adalah penyebab utamanya. Penelitian telah menunjukkan bahwa PPOK lebih sering terjadi di daerah dengan polusi udara yang tinggi.

Kalau kamu didiagnosis dengan PPOK, kamu mungkin merasa lebih sulit bernapas saat tingkat polusi udara tinggi. Kasus serius dapat berarti kunjungan ke rumah sakit atau bahkan kematian.


4. Leukemia

Berdasarkan penelitian dalam jurnal Environment International tahun 2022, paparan polusi udara terkait lalu lintas dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko leukemia pada masa kanak-kanak (usia di bawah 16 tahun). 

Ada pula studi di Iran yang menunjukkan bahwa dari 22 distrik, distrik dengan polusi udara yang lebih tinggi (nitrogen oksida dan multipolutan) memiliki tingkat kejadian leukemia yang lebih tinggi di Teheran, Iran. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal BMJ Open tahun 2022. Namun, masih butuh penelitian lebih lanjut dengan data individu manusia dan kontrol pembaur yang lebih baik. 


5. Pneumonia

Nitrogen oksida dan sulfur dioksida dalam polusi udara meningkatkan risiko kita terkena pneumonia. Gejalanya bisa meliputi nyeri dada, batuk, kelelahan, sesak napas, dan demam. Lansia atau orang-orang yang memiliki penyakit kronis mungkin tidak mengalami demam.

Anak-anak dan lansia sangat berisiko. Pneumonia adalah penyebab utama kematian anak di seluruh dunia. Orang dewasa yang lebih tua sangat mungkin menghabiskan waktu di rumah sakit karena pneumonia setelah terpapar polusi udara dalam jangka panjang.


6. Risiko pada bayi baru lahir

Berikut ini beberapa risiko polusi udara terhadap bayi baru lahir:

State of Global Air melaporkan hampir 500.000 bayi baru lahir meninggal dalam bulan pertama kehidupan karena cacat kesehatan terkait polusi udara pada tahun 2019.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh International Journal of Women's Health tahun 2020 menemukan bahwa paparan polusi udara menyebabkan berat kelahiran bayi rendah. 

Sebuah analisis dalam jurnal PLOS Medicine menemukan hubungan antara polusi udara dan kelahiran prematur, menunjukkan 6 juta kelahiran prematur dan 3 juta bayi kurus mungkin disebabkan oleh polusi udara pada tahun 2019.

Paparan polusi udara pada ibu terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung pada bayi. Sebuah studi dalam jurnal Circulation tahun 2023 mengamati paparan materi partikulat (partikel cairan atau padat yang ditemukan di udara) di China selama perikonsepsi (jangka waktu tiga bulan sebelum konsepsi hingga tiga bulan setelah kehamilan) dan hubungan antara penyakit jantung bawaan, dan menemukan makin banyak ibu terpapar partikel, makin tinggi kemungkinan bayi terkena penyakit jantung bawaan.


7. Pembengkakan dan iritasi jaringan paru-paru

Bahkan orang dengan paru-paru yang sehat pun rentan terhadap pembengkakan dan iritasi jaringan paru-paru. Bagi orang-orang yang hidup dengan penyakit paru-paru kronis, seperti asma dan PPOK, efek ini bisa sangat berbahaya, dilansir American Lung Association.


8. Penyakit kardiovaskular

Penelitian menunjukkan bahwa tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko kematian akibat stroke. Polusi udara dapat memicu stroke dan serangan jantung.

Sebuah tinjauan ilmiah dalam Journal of Stroke tahun 2018 mencatat bahwa Global Burden of Disease Study memperkirakan polusi udara bertanggung jawab atas 19 persen kematian kardiovaskular pada tahun 2015. Itu juga penyebab sekitar 21 persen kematian akibat stroke dan 24 persen kematian akibat penyakit jantung koroner.


9. Kematian dini

Menghirup udara yang tercemar bahkan untuk waktu yang singkat dapat mempersingkat masa hidup, dilansir WebMD. Lebih dari 4 juta orang di seluruh dunia meninggal karena kematian dini setiap tahun akibat polusi udara di luar ruangan.

Kematian tersebut terutama disebabkan oleh stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru, PPOK, dan infeksi pernapasan.

Komponen polusi udara yang paling mematikan adalah ozon, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida.


10. Keguguran

Ozon dan partikel dalam polusi udara mungkin berperan dalam keguguran pada paruh pertama kehamilan. Para peneliti tidak yakin bagaimana tepatnya, tetapi mereka berpikir itu mungkin karena peradangan di sekitar plasenta.

Sebuah studi yang mengamati polusi udara terkait lalu lintas di Amerika Serikat dan Israel mengaitkannya dengan keguguran antara minggu ke-10 dan ke-20 kehamilan.


11. Kondisi autoimun

Ini adalah kondisi saat sistem kekebalan menyerang tubuh sendiri. Ini biasanya merusak jaringan dan dapat menyebabkan peradangan di sekitar jantung dan paru-paru. Para peneliti menduga bahwa polusi udara memicu respons kekebalan di paru-paru yang mungkin memicu kondisi autoimun tertentu.

Para peneliti tidak tahu persis cara kerjanya, tetapi partikel dari polusi udara masuk ke dalam paru-paru dan memicu respons serangan.


12. Kondisi mental

Walaupun kurang dipahami dengan baik, tetapi ada bukti kuat bahwa polusi udara juga berdampak pada kesehatan mental. 

Studi dalam jurnal PLOS Biology tahun 2019, paparan polusi udara secara signifikan terkait dengan peningkatan risiko gangguan kejiwaan, termasuk depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, dan gangguan kepribadian. Namun, bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan mental tidak dipahami dengan baik. Para peneliti menduga adanya mekanisme peradangan saraf yang menghubungkan polusi udara dan konsekuensi kejiwaan.

Tinjauan dari 100 penelitian dalam jurnal NeuroToxicology tahun 2022 mengamati efek polusi udara luar ruangan terhadap kesehatan mental dan bagian otak yang mengatur emosi, dengan fokus pada hipokampus, amigdala, dan korteks prefrontal. Para peneliti menemukan bahwa 73 persen penelitian melaporkan gejala dan perilaku kesehatan mental yang lebih tinggi pada manusia dan hewan setelah terpapar tingkat polusi udara yang lebih tinggi dari rata-rata. Para penulis mengatakan bahwa orang yang menghirup udara yang tercemar mengalami perubahan dalam wilayah otak yang mengendalikan emosi. Akibatnya, mereka mungkin lebih mungkin mengembangkan kecemasan dan depresi daripada mereka yang menghirup udara lebih bersih.

Studi dari Harvard tahun 2023 menambah bukti yang menghubungkan paparan polusi udara (PM2.5, nitrogen oksida, dan nitrogen dioksida) dengan peningkatan risiko demensia.

Sebuah penelitian mengamati dampak potensial pada anak-anak dan remaja yang mungkin sangat rentan karena mereka mengalami periode kritis perkembangan otak. Sebuah studi menemukan bukti bahwa polusi udara dikaitkan dengan peningkatan risiko gejala depresi dan perilaku bunuh diri. Para peneliti juga menemukan, melalui studi neuroimaging, bukti terkait perubahan struktural dan fungsional di otak. Temuan ini diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders tahun 2023.

Paparan polusi udara juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mental yang ada di antara anak-anak. Studi dalam jurnal Environmental Health Perspectives tahun 2019 menemukan hubungan antara paparan jangka pendek terhadap peningkatan tingkat polusi udara dan peningkatan kunjungan ke ruang gawat darurat psikiatri di kalangan anak-anak.


13. Masalah pembelajaran dan memori

Penelitian telah menunjukkan bahwa polusi udara dapat memiliki efek berbahaya pada otak. Polusi udara terkait lalu lintas dapat memperlambat perkembangan otak dan perilaku bayi.

Pada lansia, hal itu meningkatkan kemungkinan demensia. Penelitian telah menunjukkan bahwa polusi udara terkait lalu lintas dapat menargetkan bagian otak, termasuk materi abu-abu, materi putih, dan ganglia basal. Perubahan-perubahan pada otak akibat polusi udara diduga memengaruhi perkembangan otak, dilansir WebMD.


14. Iritasi mata dan hidung

Polusi udara luar ruangan dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Begitu pula dengan polusi yang ditemukan di dalam ruangan.

Dinding yang baru dicat dapat mengeluarkan asap dan senyawa organik yang mudah menguap (VOC) yang mengiritasi mata dan hidung.

Furnitur atau karpet baru mungkin memiliki bahan kimia berbau tajam yang dapat membuat kamu sakit kepala atau pusing.

Bahan kimia dalam produk pembersih juga bisa menjadi penyebab.

Sistem pemanas atau pendingin mendaur ulang ini di udara rumah. Lindungi diri kamu dan keluarga dengan memastikan tempat tinggal berventilasi baik.

Orang-orang yang berisiko

Beban kesehatan dari polusi udara tidak merata. Beberapa orang lebih berisiko terkena penyakit dan kematian akibat polusi udara daripada yang lain.Agen Domino99 Dan Poker Terpecaya Beberapa faktor kunci memngaruhi tingkat risiko individu. Menurut American Lung Association, ini dapat meliputi:

Paparan: Di mana seseorang tinggal, bersekolah, dan tempat bekerja membuat perbedaan besar dalam seberapa banyak polusi udara yang dihirup. Secara umum, makin tinggi paparannya, makin besar risiko bahayanya.

Kerentanan: Individu yang sedang hamil dan janinnya, anak-anak, lansia, dan orang yang hidup dengan kondisi kronis, terutama penyakit jantung dan paru-paru, mungkin secara fisik lebih rentan terhadap dampak kesehatan dari polusi udara dibandingkan dengan orang dewasa lainnya.

Akses ke layanan kesehatan: Apakah seseorang mampu secara finansial, memiliki asuransi, penyedia layanan kesehatan, dan akses ke informasi kesehatan yang sesuai secara bahasa dan budaya dapat memengaruhi status kesehatan secara keseluruhan dan bagaimana mereka terdampak oleh stresor lingkungan seperti polusi udara.

Stres psikososial: Ada makin banyak bukti bahwa stresor non fisik seperti kemiskinan, diskriminasi ras/etnis, dan ketakutan akan deportasi dapat memperkuat efek berbahaya dari polusi udara.

Efek polusi udara bagi kesehatan bervariasi dari orang ke orang. Orang dewasa sehat yang terpapar polutan udara dalam waktu singkat atau dengan dosis rendah mungkin tidak akan mengalami masalah jangka panjang. Namun, beda halnya untuk orang dengan kondisi jantung atau pernapasan. Bagi orang-orang ini, bahkan dosis kecil atau paparan singkat dapat memperburuk gejala.

Paparan yang lebih lama atau dosis yang lebih tinggi dapat menyebabkan penyakit serius. Dalam beberapa kasus, bahkan dapat menyebabkan kematian. Anak-anak dan lansia lebih mungkin terkena dampak polusi udara daripada yang lain. Efeknya pada kesehatan bisa terasa bahkan pada tingkat polusi yang lebih rendah.

Karena polusi udara dapat mengancam kesehatan siapa pun, jadi pantau terus Indeks Kualitas Udara (AQI) di wilayah kamu tinggal dan beraktivitas. Pada hari-hari ketika kualitas udara berwarna jingga, merah, ungu, atau merah marun:

Kurangi waktu di luar ruangan hingga di bawah 30 menit saat AQI tinggi. Selain itu, kurangi intensitas aktivitas di luar ruangan. Kemungkinan terkena tingkat polusi udara yang tidak sehat meningkat makin lama kamuaktif di luar ruangan dan makin berat aktivitasnya.

Kalau harus pergi ke area outdoor, pakai masker. Tidak semua masker dibuat sama dalam hal polusi partikel karena masker kain atau debu tidak mampu menyaring partikel halus. Namun, masker N95 atau KN95 yang dipasang dengan baik memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dan mungkin bermanfaat selama hari-hari AQI tinggi.

Jaga kesehatan udara di dalam ruangan dengan menutup jendela dan pintu. Nyalakan AC pada pengaturan resirkulasi, gunakan pembersih udara HEPA portabel atau, dalam keadaan parah (misalnya terpapar asap kebakaran hutan), buat ruangan bersih (tempat kamu melakukan upaya khusus untuk mengurangi jumlah asap api yang merembes ke rumah, dan di mana kamu dapat menghabiskan sebagian besar waktu selama peringatan asap).hidupsehat

Sabtu, 26 Agustus 2023

Gejala Ginjal Dan Pencegahannya


Kalau didiagnosis dengan penyakit ginjal, kamu mungkin bertanya-tanya apakah penyakit ini bisa diubah atau disembuhkan. Ini mungkin bisa berlaku untuk kondisi kronis lainnya seperti hipertensi, kolesterol tinggi, atau diabetes tipe 2, walaupun istilah tepatnya adalah "terkontrol".

Penyakit ginjal kronis adalah kondisi progresif namun tidak dapat diubah (irreversible), terlepas dari stadiumnya. Namun, cedera ginjal akut bisa dibalikkan (reversibel). Berikut ini informasi yang perlu kamu ketahui tentang cara memperlambat perkembangan penyakit ginjal.klik


Pada tahap apa penyakit ginjal bisa disembuhkan?

Penyakit ginjal kronis tidak dapat disembuhkan pada tahap apa pun. Namun, cedera ginjal akut adalah kondisi ginjal reversibel terkait, dilansir publikasi StatPearls.

Cedera ginjal akut mengacu pada penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba, sedangkan penyakit ginjal kronis adalah penyakit yang progresif dan menetap selama lebih dari 90 hari, menurut laporan dalam jurnal Nature Reviews Nephrology tahun 2017.

Dokter akan melakukan tes untuk menentukan apakah penyakit cedera ginjal akut. Untuk membantu ginjal bekerja dengan baik lagi, pilihan pengobatannya dapat meliputi:

> Antibiotik.

> Dialisis.

> Pola makan tinggi karbohidrat namun rendah kalium, protein, dan garam.

> Obat diuretik.

> Rawat inap setidaknya satu malam.

Kalau kamu atau orang terdekatmu didiagnosis dengan penyakit ginjal kronis, berikut ini cara memperlambat perkembangan penyakit.


1. Cek kesehatan secara berkala

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, beberapa orang dewasa berisiko mengembangkan penyakit ginjal karena faktor risiko seperti:

> Riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.

> Tekanan darah tinggi.

> Kelebihan berat badan.

> Diabetes tipe 2.

Kalau kamu memiliki satu atau beberapa faktor risiko di atas, menemui dokter secara rutin untuk skrining penyakit ginjal sangat penting. Ada dua tes skrining utama, yakni:

Tes urine albumin-to-creatinine ratio (ACR) untuk melihat seberapa banyak albumin, jenis protein, dalam urine.SahabatQQ Kalau hasil tes positif, itu adalah tanda bahwa ginjal kamu tidak menyaring darah cukup baik. Dokter akan mengulangi tes tiga kali selama tiga bulan untuk memastikan kamu menderita penyakit ginjal kronis dini.

Tes darah yang memeriksa kreatinin, produk limbah yang dapat menumpuk di darah saat ginjal kamu rusak. Hasilnya akan dihitung untuk menentukan laju filtrasi glomerulus (GFR). GFR normal adalah di atas 90. Kamu mungkin memiliki penyakit ginjal stadium sangat awal jika penyakit hasil tes kamu antara 60 dan 90.


2. Perhatikan obat-obatan yang kamu gunakan

Orang yang berisiko terkena penyakit ginjal atau yang memiliki penyakit ginjal kronis tahap awal harus membatasi atau menghindari penggunaan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti asetaminofen atau antiinflamasi nonsteroid (OAINS), menurut laporan dalam jurnal Current Opinion in Nephrology and Hypertension tahun 2021.

Semua obat tersebut dapat merusak jaringan ginjal dan mengurangi aliran darah. Efek tersebut mungkin lebih buruk bagi individu yang berusia di atas 65 tahun, tertuang dalam studi dalam jurnal SAGE Open Medicine tahun 2019.

Kalau kamu perlu mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas untuk meredakan nyeri, pertimbangkan hal-hal ini: 

> Tanyakan kepada apoteker atau dokter apakah obat nyeri yang dijual bebas aman untuk kamu gunakan.

> Tanyakan apoteker tentang interaksi obat atau suplemen atau bagaimana obat pereda nyeri dapat memengaruhi ginjal.

> Mendapatkan obat resep dari satu apotek yang sama untuk membantu pemantauan obat.

> Beri tahu dokter semua obat dan suplemen yang kamu konsumsi.

> Tetap terhidrasi untuk mencegah cedera ginjal, karena obat ini dapat menyebabkan dehidrasi.

Kalau kamu didiagnosis dengan penyakit ginjal, selalu konsultasikan ke penyedia layanan kesehatan sebelum minum obat nyeri yang dijual bebas.


3. Dapatkan atau pertahankan berat badan sehat

Berat badan yang sehat penting untuk mengurangi perkembangan kerusakan ginjal, karena obesitas merupakan faktor risiko penyakit ginjal kronis. Obesitas bisa menyebabkan jaringan parut ginjal dan peradangan, yang menyebabkan kerusakan ginjal, mengutip laporan dalam jurnal Nutrients tahun 2022.

Menjaga berat badan yang sehat juga dapat membantu mengurangi risiko diabetes atau hipertensi. Diabetes dan tekanan darah tinggi adalah dua penyebab paling umum dari penyakit ginjal kronis.

Apa yang dianggap sebagai berat badan yang sehat akan bergantung pada orang tersebut. Faktor-faktor berikut dapat memengaruhi berat badan seseorang:

> Tingkah laku atau kebiasaan.

> Lingkungan.

> Riwayat keluarga dan genetika.

> Metabolisme.

Beberapa faktor mungkin tidak bisa dikendalikan, tetapi ada beberapa cara untuk memastikan kamu untuk mencapai berat badan yang sehat, antara lain:

> Tingkatkan aktivitas fisik dalam rutinitas sehari-hari.

> Memiliki keseimbangan yang baik antara asupan kalori yang masuk ke tubuh dan yang dibakar.

> Membuat rencana makan sehat yang bisa kamu patuhi setiap hari.

Indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang,Agen Domino99 Dan Poker Terpecaya dan rasio pinggang-pinggul juga dapat menunjukkan status berat badan seseorang. Konsultasikan dengan dokter jika kamu memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.


4. Rutin olahraga

Berdasarkan studi dalam jurnal Kidney and Dialysis tahun 2021, bagi individu dengan penyakit ginjal, olahraga (latihan kardio dan kekuatan) membawa manfaat, termasuk perbaikan dalam: 

> Tekanan darah.

> Kesehatan tulang.

> Fungsi kerdiorespirasi.

> Kapasitas latihan.

> Kualitas hidup berbasis kesehatan.

> Gejala penyakit ginjal.

> Profil lipid.

> Massa otot.

> Fungsi fisik.

Biasakan untuk olahraga selama 30 menit atau lebih sesering yang kamu bisa. Bicarakan dengan dokter sebelum memulai rutinitas olahraga untuk menentukan jenis olahraga yang aman dan sesuai.


5. Pola makan sehat

Untuk memperlambat perkembangan penyakit ginjal, perubahan pola makan mungkin diperlukan. Ini bisa meliputi:

> Jumlah protein yang cukup (tidak terlalu banyak).

> Asupan garam yang lebih rendah dan makanan rendah sodium.

> Lebih banyak mengonsumsi makanan yang menyehatkan jantung, seperti daging tanpa lemak, ikan, buah-buahan, dan sayuran.

> Pada tahap lanjut dari penyakit ginjal, seseorang mungkin juga perlu membatasi asupan kalium dan fosfor.


6. Berhenti merokok

Merokok bisa berdampak buruk buat ginjal. Studi dalam Clinical Journal of the American Society of Nephrology tahun 2018 menemukan bahwa baik mantan perokok maupun perokok aktif secara signifikan lebih mungkin mengalami perkembangan penyakit ginjal kronis.

Mengutip laporan dalam Journal of Multidisciplinary Healthcare tahun 2022, merokok bisa mengakibatkan kerusakan ginjal dengan cara berikut:

> Meningkatkan tekanan darah.

> Menaikkan detak jantung.

> Mengurangi aliran GFR.

Studi kecil dalam American Journal of Nephrology tahun 2017 menemukan bahwa orang yang berhenti merokoks lebih mungkin mengalami penurunan GFR dibandingkan dengan mereka yang melanjutkan kebiasaan tersebut selama lima tahun.

Apabila kamu mengalami kesulitan untuk berhenti merokok, pertimbangan untuk menghubungi dokter atau klinik berhenti merokok.

Ada beberapa kebiasaan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal, mencegah penyakit ginjal kronis, atau membalikkannya pada tahap awal. Ini termasuk menjaga berat badan, rutin olahraga, berhenti merokok, rutin cek kesehatan, dan berhati-hati dalam menggunakan obat-obatan tertentu.

Selain itu mengelola kondisi yang dapat menyebabkan penyakit ginjal, seperti diabetes dan tekanan darah, juga bisa sangat membantu.hidupsehat

~ Jayasahabat.org ~

Selasa, 17 November 2020

Waspada, 5 Penyakit Usia Lanjut Ini Bisa Menyerang pada Anak Muda

DokterSehat - Secara umum, usia yang mengkhawatirkan adalah di atas 50 tahun. Penyakit sudah mulai berdatangan sebagai akibat dari gaya hidup yang dilakoni sebelumnya. Itu zaman dulu sebelum teknologi semakin canggih.

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Nah, seiring dengan kecanggihan teknologi, apapun menjadi lebih mudah. Contoh kecil soal makanan yang semua serba instan. Kemudian soal transportasi pun semakin lebih mudah. Hanya saja itu adalah pilihan pribadi mau mengambil langkah apa demi hidup sehat.

Dibalik dengan nyamannya saat ini, penyakit pun semakin mudah menggerogoti di berbagai kalangan usia. Bahkan usia muda pun perlu aware dengan penyakit ini. Sekarang sudah tak perlu menunggu jadi tua untuk mempunyai penyakit yang serius.

Kira-kira apa saja ya penyakit serius yang bisa mengintai di usia muda? Langsung simak, yuk

1. Hipertensi

Apakah kamu sudah mengecek tekanan darah? Hal ini penting untuk diketahui, lho. Jika dibiarkan akan terjadi hal yang tak terduga meski usia masih muda. Tekanan darah tinggi bisa menjadi silent killer.

Melalui laman Houstonmethodist, Dr. Nasir, Kepala Pencegahan dan Kesehatan Kardiovaskular di Houston Methodist mengatakan bahwa meskipun tidak merasakan apapun, tekanan darah tinggi diam-diam bisa merusak tubuh seiring dengan berjalannya waktu.

Otot jantung menebal sehingga sulit untuk memompa darah. Selain itu, bisa mempersempit dan mengeraskan arteri. Hal ini dapat membatasi aliran darah normal. Arteri dibangun untuk menahan beberapa tekanan tetapi ada batasannya. Berikut adalah batasan yang dimaksud:

- Tekanan darah normal Lebih rendah dari 120/80 mmHg
- Tekanan darah tinggi: Antara 120-129 / 80 mmHg
- Tekanan darah tinggi, stadium 1: Antara 130-139 / 80-90 mmHg
- Tekanan darah tinggi, stadium 2: 140/90 mmHg atau lebih tinggi

Angka teratas, atau tekanan sistolik, mengacu pada tekanan di dalam arteri saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh. Angka terbawah, atau tekanan diastolik, mengacu pada tekanan di dalam arteri saat jantung dalam keadaan istirahat dan terisi dengan darah.

2. Diabetes tipe 2

Dilansir dari The Lancet, menurut Anna Norhammar dalam jurnal penelitiannya yang berjudul 'Diabetes and Cardiovascular Mortality: The Impact of Sex', wanita dalam kelompok usia termuda (18-40 tahun) memiliki insiden diabetes tipe 2 yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita 40-60 tahun.

Faktor risiko yang diketahui untuk penyakit kardiovaskular, diabetes memberikan tingkat kematian vaskular oklusif hampir 6 kali lipat lebih tinggi (yaitu penyakit jantung iskemik dan stroke) pada wanita berusia 35-59 tahun.

Melalui laman Forbes, Dr. Naveed Sattar dari Universitas Glasgow melakukan penelitian bahwa hampir 75% dari orang dewasa yang lebih muda memiliki tingkat kolesterol LDL "jahat" yang sangat tinggi, faktor risiko yang diketahui. Namun hanya 4% yang memakai obat penurun lipid seperti statin.

Selain itu, penelitian tersebut menunjukkan bahwa 3/4 orang dewasa muda mengalami obesitas dibandingkan dengan kurang dari setengah dari mereka yang didiagnosis diabetes tipe 2 di usia 70-an. Obesitas adalah salah satu faktor utama seseorang mengidap diabetes tipe 2.SahabatQQ

3. Stroke

Bagi kebanyakan anak muda, stroke hanya terjadi pada orang tua. Namun, jangan salah, hal ini bisa terjadi pada usia muda. Dilansir dari laman AHA Journals Stroke, sebuah jurnal penelitian yang berjudul 'Risk Factors for Ischemic Stroke in Younger Adults' dari Mary G. George mengungkapkan bahwa antara 10-15% stroke terjadi pada orang berusia 18 hingga 50 tahun.

Secara umum, sebagian besar ahli menganggap usia muda terkena stroke adalah di bawah 45 tahun. Melalui laman Everydayhealth, Andrew Russman, DO, ahli saraf dan direktur medis dari Comprehensive Stroke Center di Klinik Cleveland, Ohio, berpendapat bahwa banyak anak muda yang tidak menyadari bahwa mereka mempunyai gejala stroke meski belum terjadi.

Faktor yang berkontribusi untuk terjadinya stroke pada usia muda adalah merokok, obesitas, seringnya mengonsumsi alkohol dan narkoba, memiliki lubang kecil di dua atrium jantung yang saat masih kecil tidak melakukan diskrining, adanya pembekuan darah, dan dulunya pernah melakukan pembedahan pembuluh darah di leher karena whiplash (cedera leher).

4. Kanker kolon dan rektum

Dilansir dari laman UTSouthwestern, Patricio Polanco, M.D., asisten profesor di Divisi Onkologi Bedah, UT Southwestern Medical Center, mengungkapkan kanker ini muncul dari lapisan dalam usus besar, juga dikenal sebagai mukosa.

Biasanya dimulai sebagai pertumbuhan abnormal atau polip yang terbentuk di usus besar atau rektum. Gejala mungkin tidak langsung terlihat, mereka muncul seiring perkembangan penyakit. Gejala umumnya adalah sakit perut, pendarahan pada tinja, sembelit, diare, nafsu makan menurun, dan penurunan berat badan.Agen Domino99

Studi menunjukkan bahwa orang yang lebih muda lebih mungkin didiagnosis dengan kanker kolorektal stadium akhir karena menganggap gejala mereka disebabkan oleh sesuatu yang kurang serius. Hal ini dikarenakan biasanya penyakit ini hanya menyerang pada usia lanjut.

5. Otak menyusut

Kedengarannya memang mengerikan, tetapi ini merupakan hal yang lumrah jika terjadi pada di usia lanjut. Namun, jika ini terjadi saat usia masih muda pasti ada beberapa faktor yang mendukung penyusutan otak.

Dilansir dari laman Hopkinsmedicine, mempunyai tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, bahkan terlalu sering merokok, otak bisa menyusut lebih cepat dari biasanya. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa membuat pilihan yang sehat untuk jantung di usia 20-an dapat melindungi otak dari penyusutan untuk tahun mendatang.

Rebecca Gottesman, M.D., Ph.D., profesor neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, mengungkapkan bahwa orang dengan faktor risiko penyakit jantung memiliki lebih banyak simpanan amiloid (penumpukan protein) di otak, yang terkait dengan penyakit Alzheimer. 

Demikian, 5 penyakit yang sering terjadi pada usia lanjut bisa mengintai di kaum muda. Dengan sudah mengetahui penyakit serius ini semoga bisa lebih mencintai diri sendiri dengan melakukan gaya hidup sehat di usia muda.

Jumat, 13 November 2020

5 Dampak Negatif Cahaya Biru bagi Kesehatan, Batasi Paparannya!

DokterSehat - Cahaya biru merupakan bagian dari spektrum cahaya tampak, yang berenergi tinggi dengan panjang gelombang pendek. Ada banyak sumber cahaya biru, seperti sinar matahari, lampu neon, lampu CFL, lampu LED, televisi, monitor komputer, smartphone, dan layar tablet.

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Karena umumnya kita menghabiskan banyak waktu di depan sumber cahaya biru, seperti smartphone dan laptop, ditambah dengan dekatnya jarak pandang, maka timbul kekhawatiran mengenai efek jangka panjang dari paparan cahaya biru ini.

Apa saja risiko yang mungkin ditimbulkan dari paparan cahaya biru? Baca di sini untuk tahu jawabannya.

1. Mengganggu suasana hati

Terdapat hubungan langsung dan tidak langsung antara cahaya dan suasana hati. Sistem yang secara tidak langsung terhubung ke cahaya dan terkait dengan gangguan suasana hati seperti gangguan tidur, plastisitas otak, transmisi saraf, sekresi hormon, dan ekspresi gen.

Penelitian dalam jurnal Translational Psychiatry telah menunjukkan adanya perubahan struktural pada otak pasien dengan gangguan sirkadian parah, seperti pramugari penerbangan internasional.

Demikian juga, monoamine yang diekspresikan oleh ipRGCs terdiri dari beberapa neurotransmiter terpenting yang ditargetkan oleh pengobatan modern dalam pengobatan depresi. Ini termasuk serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Gangguan ekspresi neurotransmiter ini diyakini menyebabkan mood tertekan.

2. Mengganggu ritme sirkadian

National Institute for General Medical Sciences menggambarkan ritme sirkadian sebagai perubahan fisik, mental, dan perilaku yang mengikuti siklus harian. Utamanya sebagai respons terhadap terang dan gelap di lingkungan organisme.

Pada manusia, ritme sirkadian berperan menyinkronkan proses perilaku dan biologis tertentu melalui siklus harian, yang sebagian diatur oleh sinar matahari. Proses yang diatur oleh ritme sirkadian meliputi perilaku tidur-bangun, sekresi hormon, fungsi sel, dan ekspresi gen. Gangguan pada sistem ini dapat menyebabkan kanker tertentu, disfungsi metabolik, dan gangguan mood.

Melanopsin merespons paling kuat terhadap cahaya biru. Cahaya biru dari matahari paling kuat pada siang hari. Sensitivitas ini memungkinkan ritme sirkadian disinkronkan dengan hari matahari 24 jam.

Sebelum bola lampu ditemukan, ritme sirkadian disinkronkan dengan baik dengan matahari, karena di malam hari tidak ada gangguan cahaya lain. Akan tetapi saat ini, pencahayaan buatan makin melimpah. Bukan hanya lampu, tapi juga TV, laptop, dan telepon seluler; yang menghasilkan cahaya biru dan mengganggu ritme sirkadian.SahabatQQ

3. Mata lelah

Melansir Prevent Blindness, cahaya biru dari layar komputer dan perangkat digital dapat mengurangi kontras yang menyebabkan digital eyestrain atau kelelahan mata digital.

Kelelahan, mata kering, pencahayaan yang buruk, atau cara duduk yang tidak tepat saat kamu di depan komputer dapat menyebabkan kelelahan mata. Gejala mata lelah ini bisa berupa mata sakit atau iritasi dan kesulitan fokus.

4. Masalah tidur

Pencahayaan waktu malam, khususnya paparan cahaya biru, dapat memengaruhi ritme sirkadian dengan menghambat produksi melatonin. Melatonin adalah hormon yang mencapai puncaknya pada malam hari untuk membantu kita tidur nyenyak dan mengatur fase tidur sirkadian.

Menurut penelitian dalam jurnal Translational Psychiatry, gangguan tidur merupakan faktor yang sangat berkontribusi pada timbulnya gangguan mood.

Gangguan tidur juga merupakan gejala dari depresi, gangguan bipolar, gangguan stres pasca trauma, kecemasan, dan gangguan suasana hati lainnya. Karenanya, ini adalah salah satu konsekuensi yang paling mungkin terjadi dari paparan cahaya biru di malam hari.Agen Domino99

5. Memicu kerusakan kulit

Cahaya biru menimbulkan potensi kerusakan kulit melalui pembentukan radikal bebas. Menurut laman Harper's Bazaar, cahaya biru dapat menginduksi stres oksidatif pada kulit hidup yang dapat berkontribusi pada penuaan kulit.

Bahkan, cahaya biru memiliki kemampuan untuk menembus kulit lebih dalam dibandingkan dengan sinar UVA dan UVB.

Cahaya biru dapat menembus sampai ke dermis, tempat terdapatnya kolagen dan elastin. Selain itu, cahaya biru juga menyebabkan pigmentasi, yang membuat kulit tampak lebih tua.

Itulah beberapa dampak negatif dari paparan cahaya biru. Meskipun kita tidak dapat menghindari paparan cahaya biru secara total, tapi kita bisa melakukan langkah-langkah untuk meminimalkan efeknya, seperti membatasi waktu penggunaan, menggunakan kacamata khusus, dan mengatur pencahayaan.

Sabtu, 31 Oktober 2020

Ini 5 Dampak Buruk Selingkuh bagi Kesehatan, Lebih Baik Setia

DokterSehat - Selingkuh tak cuma perilaku yang menjurus ke arah seksual di luar pasangannya, tetapi bisa berkaitan dengan pornografi, menggoda orang lain yang bukan pasangannya, atau kedekatan emosional dengan orang lain tanpa ada kontak seksual.

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Efek dari selingkuh ini tak cuma berdampak buruk bagi hubungan dengan pasangan, tetapi dampaknya juga bisa dirasakan pada kesehatan mental maupun fisik.

Ada penelitian yang pernah mengungkapkan, korban yang diselingkuhi tak hanya mengalami stres secara psikis, tetapi juga rentan melakukan perilaku berisiko. Misalnya penyalahgunaan alkohol, narkotika, dan melakukan seks yang tidak aman.

Selain itu, orang yang diselingkuhi juga bisa mengalami gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, bahkan olahraga gila-gilaan. 

Untuk lebih jelasnya, yuk, simak berbagai dampak buruk selingkuh bagi kesehatan, baik orang yang berselingkuh maupun korban perselingkuhan.

1. Stress

Melansir The Independent, korban perselingkuhan dapat menyalahkan dirinya sendiri atau menjadi tidak percaya diri. Hal ini bahkan terbukti lewat sebuah penelitian.

Tim peneliti dari Universitas Nevada, Reno, Amerika Serikat (AS) mensurvei 232 mahasiswa yang diselingkungi selama 3 bulan belakangan, dengan lama hubungan rata-rata 1,76 tahun. Tujuan studi ini adalah untuk mencari tahi bagaimana perilaku dan kesehatan mental mereka terdampak akibat perselingkuhan.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa penilaian negatif (menyalahkan pasangan, menyalahkan diri sendiri, dan atribusi kausal) memiliki efek tak langsung pada perilaku yang membahayakan kesehatan lewat kesehatan mental (depresi, kecemasan, dan stres).

Menjadi korban perselingkuhan bisa memengaruhi perilaku, pandangan tentang perselingkuhan, dan kemampuan untuk mempercayai seseorang. Pada beberapa orang dampaknya lebih signifikan.

Peneliti menyebut bahwa orang-orang yang lebih tertekan setelah diselingkuhi rentan berpaling ke alkohol dan obat-obatan terlarang, atau mengembangkan pola makan atau olahraga ekstrem.

Mereka juga menemukan bahwa orang-orang yang menyalahkan dirinya karena pasangannya selingkuh lebih cenderung melakukan perilaku yang berisiko.

Penyebabnya belum diketahui pasti, tetapi tim peneliti menduga bahwa bisa jadi itu karena rusaknya harga diri, menurunkan ketahanan diri terhadap perilaku berisiko, atau balas dendam dengan orang yang menyelingkuhinya.

Ditemukan juga bahwa korban yang menyalahkan pasangan yang menyelingkuhinya lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam perilaku berisiko daripada mereka yang menyalahkan diri sendiri. Efek ini lebih kuat pada perempuan ketimbang lak-laki.

Temuan penelitian berjudul "Infidelity’s aftermath: Appraisals, mental health, and health-compromising behaviors following a partner’s infidelity" diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships tahun 2017.

2. Serangan jantung

Risiko ini lebih sering terjadi pada orang-orang dengan riwayat penyakit jantung. Sayangnya, banyak orang yang tak sadar bahwa dirinya punya penyakit jantung sampai akhirnya mengalami stres mendadak.

Sejumlah penelitian menemukan, laki-laki yang selingkuh lebih berisiko mengalami serangan jantung. Selain itu, sindrom patah hati (broken heart syndrome) yang dipicu stres juga dapat menyebabkan kondisi kardiomiopati (lemah jantung).

Tim peneliti dari University of Florence, Italia, mengindikasikan bahwa sudden coital death (kematian mendadak karena gangguan kardiovaskular yang terkait dengan aktivitas seksual dari satu bentuk atau lainnya) lebih umum dialami laki-laki berhubungan seks dengan selingkuhannya di luar rumah dibanding seks di rumah dengan pasangannya. 

Peneliti menemukan bahwa perselingkuhan di luar lingkungan rumah berhubungan dengan risiko lebih tinggi pada kejadian kardiovaskular, termasuk serangan jantung yang fatal. Serangan jantung lebih jarang terjadi saat lelaki berhubungan seks dengan pasangannya di lingkungan yang familier (misalnya rumah).

Meski penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi tim peneliti menduga bahwa rasa bersalah, stres karena upaya menutupi perselingkuhan, serta berusaha memenuhi keinginan selingkuhan bisa berkontribusi.

Penelitian berjudul "Sexual and Cardiovascular Correlates of Male Unfaithfulness" ini dimuat dalam The Journal of Sex Medicine tahun 2012.SahabatQQ

3. Gangguan tidur

Menurut survei dari American Psychological Association tahun 2012, sebanyak 40 persen orang yang sakit hati dan merasa stres karena perselingkuhan cenderung mengalami gangguan tidur.

Meski tidak signifikan, tetapi melansir Sleep Junkie, 34 persen orang-orang yang setia memberi nilai A atau B pada kualitas tidurnya, sementara orang-orang yang berselingkuh yang melaporkan tidur nyenyak hanya sekitar 31 persen.

Sekitar seperempat orang yang berselingkuh memberi nilai D atau F pada kualitas tidurnya, sementara pada orang-orang yang setia hanya sekitar 18 persen.

Melansir Harvard Business Review, di sisi lain, ada penelitian yang menemukan bahwa bagian otak yang mengatur kontrol diri terdampak bila seseorang kurang tidur. Kondisi ini dapat membuat seseorang cenderung mengambil keputusan yang salah, salah satunya adalah selingkuh dari pasangan.

4. Penyakit kronis

Stres yang terjadi akibat perselingkuhan bisa membuat seseorang berisiko mengidap penyakit kronis, seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes.

Gangguan kesehatan ini berhubungan dengan efek domino yang menyerang gangguan psikis. Kondisi tersebut terjadi saat perselingkuhan membuat seseorang memiliki gaya hidup tak sehat. Contohnya, pola makannya jadi terganggu atau waktu istirahat dan tingkat aktivitas fisik jadi tak ideal.

Selain itu, perselingkuhan dapat membuat seseorang mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang. Efeknya, masalah kesehatan serius atau penyakit kronis bisa terjadi.Agen Domino99

5. Penyakit menular seksual

Orang-orang yang melakukan one-night stand, khususnya dalam keadaan mabuk bisa saja melakukan seks dengan orang asing tanpa pengaman, seperti tidak menggunakan kondom. Ini tentu membuat orang tersebut berisiko tertular penyakit menular seksual. Tak hanya membahayakan diri, pasangan sah di rumah pun bisa ikut tertular.

Melansir Verywell Health, ada penelitian yang membandingkan orang-orang dalam hubungan monogami dengan orang lain yang punya banyak pasangan seksual atau gonta-ganti pasangan.

Ditemukan bahwa orang-orang yang telah menikah yang berselingkuh lebih jarang memakai kondisi saat berselingkuh dan jarang mendiskusikan riwayat penyakit menular seksualnya dibandingkan dengan orang-orang dengan perilaku seks bebas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tukang selingkuh berisiko tinggi tertular penyakit menular seksual dan menularkan penyakitnya kepada pasangan, dibandingkan orang yang menjalani open relationship. Peneliti menganalisis data dari 308 orang yang telah menikah dan 493 orang yang sedang menjalani hubungan open relationship.

Itulah berbagai dampak buruk bagi kesehatan akibat perselingkuhan. Sebaiknya hentikan perilaku tersebut. Bila penyebab perselingkuhan adalah konflik dengan pasangan, sebaiknya selesaikan masalah hingga tuntas. Bila perlu, lakukan konseling pernikahan untuk membantu mengatasi berbagai konflik.

Featured Post

8 Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Penting untuk Diketahui

Hidupsehat  - Penyebab emosi tidak stabil bisa sangat beragam, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan mental yang lebih seriu...