Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2022

Cara Mengatasi Keluar Darah Saat Berhubungan Intim

Apa kamu pernah berdarah saat atau tiap berhubungan badan? Setelah selesai berhubungan intim, kamu melihat ada darah di seprai. Pada saat kejadian tersebut, kamu tidak sedang mengalami menstruasi. DominoQQ

Mungkin beberapa dari kamu mengalami kasus ini dan bingung apakah ini normal atau tidak. Meski kejadian ini menjadi hal yang menakutkan bagi perempuan, tetapi hal ini umum terjadi.

Sebenarnya, pendarahan selama atau setelah berhubungan seks bisa terjadi karena berbagai alasan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus pendarahan tersebut bisa diakibatkan karena infeksi atau tanda kanker serviks. Untuk lebih jelasnya, berikut pembahasan lebih lanjut mengenai cara mengatasi keluar darah saat berhubungan.

Penyebab keluar darah setelah berhubungan

Dilansir Medical News Today, sebelum kamu mengetahui cara mengatasi keluar darah saat berhubungan atau pendarahan postcoital, ada baiknya kamu mempelajari terlebih dahulu penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Cedera

Penyebab keluar darah setelah berhubungan seksual paling umum adalah cedera. Saat berhubungan, terjadi gesekan yang dapat menyebabkan robekan kecil atau luka pada jaringan genital yang sensitif.

Selain itu, melahirkan juga dapat membuat jaringan vagina merenggang dan robek. Hal ini juga bisa menyebabkan seseorang yang telah melahirkan menjadi rentan dengan cedera pada organ intim.

Saat pertama kali melakukan hubungan sek, selaput dara pada vagina akan merenggang dan pecah. Hal inilah yang membuat darah keluar pada organ intim. Kamu tidak perlu khawatir karena pendarahan ini akan berlangsung 1–2 hari saja.


2. Vagina kering

Penyebab lainnya dari pendarahan postcoital adalah kekeringan pada vagina. Perlu diketahui, jaringan penghasil lendir pada vagina sangat rentan. Sehingga, kasus ini bisa saja terjadi. Adapun penyebab kekeringan pada vagina antara lain:

Sindrom Genitourinari menopause (GSM) atau atrofi vagina. Sebuah kondisi berkurangnya pelumas, ketebalan, serta elastisitas pada jaringan organ intim perempuan.

Kerusakan pada jaringan ovarium. Kondisi yang menyebabkan pengangkatan ovarium dan menghancurkan sumber estrogen pada tubuh perempuan.

Melahirkan dan menyusui. Kadar estrogen pada tubuh akan menurun setelah melahirkan dan berkaitan pada produksi ASI.

Douching dan obat-obatan. Adapun beberapa obat yang menyebabkan kekeringan vagina seperti obat antiestrogen, obat flu, obat penenang, dan obat antidepresan.

Berhubungan tidak melakukan pemanasan. Perlu diketahui, pemanasan atau foreplay saat berhubungan sangat penting. Hal ini membantu vagina mengeluarkan pelumas alami yang mencegah kekeringan dan gesekan saat berhubungan intim.

3. Polip dan fibroid

Polip dan fibroid adalah pertumbuhan kecil nonkanker pada lapisan serviks atau rahim. Adapun penyakit ini biasanya menyerang pada perempuan yang sedang menstruasi. Polip dan fibroid ini dapat menyebabkan rasa sakit dan pendarahan.

4. Kanker

Pendarahan postcoital adalah gejala umum kanker serviks dan kanker rahim. Adapun kanker yang pada sistem reproduksi atau saluran urogenital dapat mengubah kadar hormon dan jaringan vagina. Hal inilah yang menyebabkan organ intim menjadi lebih rentan mengalami kerusakan. 

Cara mengatasi keluar darah saat berhubungan

Dilansir Greatiest, ada beberapa treatment atau cara mengatasi keluar darah saat berhubungan yang bisa kamu lakukan, di antaranya sebagai berikut:

1. Pelembap vagina

Apabila kamu memiliki permasalahan kekeringan pada vagina, maka pelembap vagina dapat membantu kamu untuk meredakannya. Kamu bisa menemukan produk ini di apotek terdekat. Pelembap tersebut dapat mengembalikan cairan dan pH pada organ intim. Umumnya, pelembap vagina tersedia dalam bentuk cairan, krim, dan gel yang lebih mudah diserap.

Adapun pelembap ini merupakan solusi jangka pendek yang efektif untuk mengurangi gesekan saat berhubungan seksual. Jangan gunakan pelembap berbahan dasar minyak. Gunakanlah pelembap berbahan dasar air atau silikon.

2. Terapi estrogen

Dokter akan menyarankan terapi estrogen, bagi kamu memiliki kadar hormon yang tidak stabil. Ada beberapa terapi yang digunakan, seperti krim topikal, supositoria, cincin yang dimasukkan ke vagina, serta pil. Bagi perempuan yang telah memasuki fase menopause, diskusikan dengan dokter untuk terapi estrogen ini.

3. Perawatan lainnya

Adapun cara mengatasi keluar darah saat berhubungan seksual yang bisa kamu lakukan, di antaranya:

Mengonsumsi antibiotik untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Seperti gonore, sifilis, dan klamidia.

Operasi pengangkatan, cryotherapy, atau elektrokauter untuk kasus Ektropion serviks.

Operasi atau terapi pada penderita kanker serviks dan kanker rahim.

Perawatan lengkap seperti penambahan nutrisi, suplemen, dan akupunktur.

Itulah dari beberapa cara mengatasi keluar darah saat berhubungan seksual yang bisa kamu lakukan. Pendarahan pada vagina setelah berhubungan merupakan hal normal terjadi. Akan tetapi, bila pendarahan masih terus berlanjut, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.



Rabu, 28 September 2022

Hal Sederhana untuk Jaga Kesehatan Mental Kamu

Lakukan hal sederhana ini agar hidup kamu bahagia selalu

Pernah mendengar seseorang menanyakan itu ke kamu? Belum, ya? Jangan khawatir dan jangan sedih kalau belum ada yang bertanya tentang kabar kamu hari ini. Yuk, kita jaga kesehatan mental, perasaan, dan bahagia kita dengan melakukan hal-hal sederhana seperti ini! DominoQQ

1. Olahraga dan konsumsi makanan sehat

Namun, tidak sedikit orang yang belum menyadari hal ini. Mungkin sudah menyadari tetapi sulit menerapkannya. Tahu, gak? Menerapkan pola hidup sehat itu benar-benar akan menyehatkan mental kamu untuk waktu yang lama dan ini bukan sekadar ungkapan.

Olahraga bisa melancarkan sirkulasi darah ke otak dan akan memengaruhi hypothalamic-pituitary-adrenal axis (HPA). HPA akan membantu beberapa bagian di otak, salah satunya adalah sistem limbik. Apa itu sistem limbik?

Sistem limbik ini akan mengontrol suasana hati dan juga motivasi. Kemudian HPA membantu amigdala yang menimbulkan rasa takut, dan juga membantu hipokampus untuk membentuk memori. Ketika beolahraga, tubuh akan dibantu untuk mengeluarkan hormon dopamin si 'happy hormone'.

Karena itu, dengan berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat akan membantu meningkatkan fokus, memperbaiki suasana hati, meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki kualitas tidur, dan membuat kamu lebih bahagia.

2. Katakan hal positif pada diri sendiri



Sudah menyemangati diri sendiri untuk hari ini, belum? Kalau belum, ayo lakukan sekarang. Ada banyak sekali manfaat mengatakan kalimat-kalimat positif kepada diri sendiri seperti meningkatkan semangat dan stamina tubuh kamu, mengurangi stres, dan melatih untuk tetap fokus pada tujuan kamu.

Bagaimana caranya? Tentukan dulu apa tujuan kamu saat ini, misalnya kamu bertekad tulisanmu harus bisa publish di IDN Times. Kamu semangat menulis sampai berpuluh-puluh tulisan tetapi belum ada yang berhasil tembus. Kamu harus memberi semangat ke diri kamu.

"Semangat, tulisanku pasti bisa publish,"

"Aku harus lebih banyak membaca dan berlatih agar tulisanku bisa jadi lebih baik,"

Kalimat-kalimat sederhana seperti itu bisa meningkatkan semangat dan kepercayaan diri kamu sendiri. Jadi, jangan ragu-ragu untuk menyemangati diri sendiri, ya!

3. Fokus pada satu hal

Setiap manusia memiliki batasan. Batasan sebanyak apa dia harus menceritakan tentang dirinya, batasan sejauh mana usaha maksimalnya untuk melakukan sesuatu, dan batasan untuk semua lini kehidupannya.

Tentukan batasanmu dan fokus pada satu tujuan yang ingin kamu capai. Jangan mengikuti orang lain yang bisa fokus dengan banyak hal, karena mungkin ia merasa itulah batasannya. Kamu yang tahu sejauh mana kamu bisa berusaha dan sejauh mana kemampuanmu.

Tentukan fokus kamu dengan mengukur tingkat kemampuan yang kamu miliki. Jangan terlalu memaksakan diri, ya! Buat fokusku dan susun rencana untuk capai tujuanmu!

4. Membuat jurnal

Bagaimana sebuah jurnal bisa sangat penting untuk kesehatan mental kamu?

Dengan membuat jurnal yang berisi cerita kehidupan sehari-hari kamu dan alasan kamu bersyukur akan membuat kamu merasa lebih tenang dalam menjalani keseharian. Bahkan, membuat jurnal (journaling) direkomendasikan oleh hampir semua Psikolog ketika menangani pasiennya.

Kamu bebas mengeluarkan setiap energi negatif yang kamu rasakan ke dalam tulisan. Ada banyak hal yang memang tidak bisa terungkapkan dengan kata-kata tetapi bisa lewat tulisan. Untuk orang-orang yang sulit mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan, journaling akan menjadi pilihan paling tepat.

Di era sekarang, journaling sangat mudah dilakukan di mana pun dan kapan pun karena sudah bisa dilakukan secara digital lewat telepon genggam yang hampir dimiliki setiap orang. Kamu tidak perlu ribet lagi menggunakan pulpen dan kertas.

Journaling akan membantu kamu mengelola emosi dan kesulitan yang sedang kamu hadapi, loh. So, yuk kita mulai journaling bersama!


5. Terbuka dengan orang terdekat

Kamu harus bersyukur memiliki orang yang bisa menampung setiap ceritamu mulai dari cerita baik sampai buruk sekalipun. Karena, berbagi cerita kepada orang terdekat akan membantu kamu melepaskan emosi negatif yang sedang bersarang di dalam hati dan pikiran.

Manusia adalah makhluk sosial dan ditakdirkan untuk hidup berdampingan dengan orang lain. Mendapatkan solusi dari setiap masalahmu adalah bonus, dapat didengarkan merupakan poin utamanya.

Ayo, sama-sama kita biasakan hal baik yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental di tengah gemuruh badai kehidupan sekarang ini.


Featured Post

8 Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Penting untuk Diketahui

Hidupsehat  - Penyebab emosi tidak stabil bisa sangat beragam, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan mental yang lebih seriu...