Tampilkan postingan dengan label Obat-obatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat-obatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2022

4 Manfaat Daun Kumis Kucing bagi Kesehatan



“Daun Kumis Kucing adalah salah satu bahan alami yang dipercaya dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Nah, salah satu manfaat yang bisa didapatkan adalah mencegah tekanan darah tinggi.”

Jakarta – Kumis kucing adalah salah satu tanaman yang terkenal hanya tumbuh di area Asia Tenggara, termasuk juga di Indonesia. Tanaman herbal ini kerap dijadikan obat herbal untuk memberikan manfaat kesehatan, terutama pada daunnya. DominoQQ

Beberapa khasiat utama dari tanaman ini yaitu sebagai antiradang, antioksidan, atau antibakteri. Maka dari itu, perlu tahu berbagai manfaat dari konsumsi tanaman yang memiliki nama latin Orthosiphon stamineus ini.

Berbagai Manfaat Daun Kumis Kucing untuk Kesehatan
Daun kumis kucing dapat dijadikan obat saat diolah menjadi teh herbal. Ada berbagai macam kandungan yang mampu menjaga kesehatan tubuh dan mengobati penyakit, seperti anti-hipertensi, diuretik, anti-jamur, anti-bakteri, dan anti-inflamasi.

Nah, berikut berbagai manfaat daun kumis kucing yang perlu diketahui:

1. Mencegah Tekanan Darah Tinggi
Tanaman ini dapat mencegah tekanan darah tinggi karena kandungan antioksidan dan antiinflamasinya. Kandungan pada daun ini mampu menyerang Enzim Pengubah Angiotensin melalui bantuan dari asam rosmarinic. Sehingga, peregangan pada pembuluh darah terjadi yang akhirnya mencegah tekanan darah.

2. Mengatasi Masalah pada Ginjal
Ekstrak daun dan batang dari tanaman ini dapat mengatasi batu ginjal. Hal ini disebabkan sifat anti-inflamasi dan anti-mikroba yang ada dapat mencegah infeksi pada ginjal dan saluran kemih. 

Selain itu, daun kumis kucing saat diolah menjadi teh memiliki sifat diuretik dan detoksifikasi alami, mampu mengeluarkan racun dari tubuh. Alhasil, batu ginjal dapat menghilang.

Bukan hanya itu, tanaman ini juga memiliki kandungan glikosida Orthosiphonin, yang mampu menjaga kesehatan ginjal dalam melarutkan asam urat, fosfat, dan oksalat. Dengan begitu, batu ginjal dapat diatasi dan juga dicegah untuk kambuh.

3. Mencegah Diabetes
Daun kumis kucing juga mengandung asam ursolat dan oleanolat, yang mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah di tubuh. Selain itu, tanaman ini juga memiliki sifat anti-inflamasi yang baik dalam pencegahan diabetes. Saat diolah menjadi teh, peningkatan leptin di dalam tubuh terjadi yang sangat baik dalam mengontrol gula darah.

4. Mengatasi Jamur
Tanaman kumis kucing memiliki sifat antijamur, salah satu fungsinya untuk mengatasi infeksi dari jamur, terutama yang disebabkan Candida Albicans. Infeksi jamur ini dapat menyebabkan infeksi saluran kencing dan candidemia. Maka dari itu, konsumsi olahan tanaman ini menjadi salah satu cara alami yang bisa dipilih untuk pengobatan.

Selain mengatasi infeksi jamur, tanaman ini juga mampu mengatasi gangguan yang disebabkan oleh virus, termasuk penyakit Dengue. Hal ini disebabkan adanya senyawa polisakarida, terpenda, alkaloid, dan fenolat yang ampuh untuk atasi gangguan disebabkan oleh virus.

Nah, itulah beberapa manfaat dari daun kumis kucing yang patut diketahui. Masih banyak manfaat lainnya dari konsumsi tanaman ini untuk kesehatan. Maka dari itu, tidak ada salahnya mengonsumsi teh dari olahan daun kumis kucing agar tubuh lebih sehat dan bugar.

Apabila masih memiliki pertanyaan lainnya terkait manfaat dari daun kumis kucing, fitur tanya dokter dari Halodoc bisa digunakan untuk mendapatkan jawaban langsung dari ahlinya. Dengan download aplikasi Halodoc, kemudahan berinteraksi dengan ahli medis bisa dilakukan kapan dan dimana saja melalui smartphone yang dimiliki!

Rabu, 21 September 2022

5 Obat Flu yang Aman dan Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

Apabila telah direkomendasikan dokter, obat antivirus tergolong aman untuk ibu hamil. ini dapat mencegah komplikasi seperti pneumonia.
Saat hamil, biasanya sistem kekebalan tubuh menurun. Salah satu penyakit yang mungkin dialami adalah flu. Namun, tidak sembarang obat flu bisa dikonsumsi ibu hamil, karena dikhawatirkan memiliki efek negatif terhadap janin.
Umumnya, kondisi ini berlangsung selama satu minggu atau bahkan lebih. Walaupun flu ringan tidak berbahaya, Anda perlu mengetahui jenis obat flu serta cara mengatasi yang aman untuk ibu hamil. Simak lengkapnya dalam artikel ini!

Obat flu yang aman untuk ibu hamil
Flu bisa saja terjadi pada saat hamil. Sebenarnya, kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya tanpa obat. Akan tetapi, gejala yang muncul bisa sangat mengganggu.DominoQQ

Idealnya, ibu hamil harus menghindari minum obat, terutama selama trimester pertama kehamilan. Sebab, pada usia ini adalah periode penting dalam perkembangan organ vital janin.

Kondisi seperti pilek atau sakit ringan, sering kali tidak perlu mengonsumsi obat flu. Namun, apabila Anda flu saat hamil sebaiknya segera pergi ke dokter.

Pregnancy, Birth, & Baby menjelaskan, ibu hamil yang mengalami flu dapat mengonsumsi obat antivirus untuk mencegah komplikasi kehamilan. Obat antivirus bekerja paling baik dalam waktu 48 jam setelah gejala dimulai.

Sebenarnya ada beberapa obat yang bisa Anda minum untuk meredakan gejala flu. Akan tetapi, Anda harus berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Beberapa obat untuk mengatasi gejala flu yang aman dikonsumsi ibu hamil, antara lain:

1. Paracetamol

Paracetamol adalah obat yang digunakan untuk menurunkan demam atau meringankan nyeri ringan maupun sedang.

Namun, obat ini juga bisa digunakan sebagai obat flu untuk ibu hamil.

Paracetamol adalah obat flu untuk ibu hamil yang aman digunakan pada usia kehamilan berapa pun. Hingga kini, belum ada bukti medis yang mengatakan penggunaan obat ini dapat membahayakan bayi maupun ibu hamil.

Meskipun demikian, cukup konsumsi paracetamol dosis rendah dan tidak dalam jangka panjang. Apabila belum juga meredakan gejala Anda (misalnya demam tetap tinggi setelah 3 hari), periksakan diri ke dokter.

2. Dextromethorphan

Obat  ini dapat meredam batuk yang menyertai flu dan aman digunakan oleh ibu hamil dalam jangka pendek.

Meski demikian, penggunaannya harus tetap dengan pengawasan bidan atau dokter yang menangani Anda.

Dextromethorphan termasuk dalam obat golongan C. Artinya, obat ini hanya boleh digunakan jika manfaatnya lebih besar daripada risiko terhadap janin.

3. Obat antivirus

Mengutio Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), obat antivirus juga bisa menjadi salah satu obat flu yang aman untuk ibu hamil. Obat ini paling efektif diminum dalam kurun waktu 48 jam setelah gejala flu muncul.

Selain itu, obat antivirus juga dapat mencegah komplikasi flu serius, seperti pneumonia.

4. Pseudoephederine

Pseudoephederine adalah dekongestan yang bermanfaat untuk mengobati hidung tersumbat saat flu, pilek, atau alergi. Sebenarnya, jenis obat flu ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil, karena dapat mengurangi aliran darah ke plasenta dan bayi.

Namun, jika usia kehamilan berada di trimester kedua atau ketiga serta telah direkomendasikan dokter, Anda bisa tetap mengonsumsinya sesuai dengan anjuran dokter.

5. Nasal spray

Nasal spray berfungsi untuk melembapkan hidung, mengurangi lendir, serta melancarkan pernapasan. Umumnya, penggunaan nasal spray yang Anda buat sendiri di rumah tergolong aman untuk ibu hamil.

Akan tetapi, sebaiknya Anda juga berkonsultasi lebih dulu dengan dokter ketika akan menggunakan nasal spray yang mengandung obat tertentu.

Temui dokter terlebih dahulu sebelum minum sembarang obat. Hindari obat yang mengandung banyak bahan serta ditujukan untuk menyembuhkan berbagai gejala flu, misalnya demam, batuk, dan pilek dalam satu kapsul.

Ada beberapa obat yang sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil karena berisiko membahayakan janin. Anda hanya boleh meminumnya jika dokter merekomendasikannya.

Berikut adalah beberapa obat flu yang tidak boleh untuk ibu hamil:


Aspirin
Ibuprofen
Naproxen
Kodein
Antibiotik

Anda juga bisa mempertimbangkan mendapatkan vaksin flu saat hamil, karena tergolong aman. Vaksin flu untuk ibu hamil terbuat dari virus yang tidak aktif, sehingga tidak memberikan risiko bagi Anda atau bayi dalam kandungan.

Tips mencegah flu saat hamil

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Dalam kasus ini, terdapat banyak cara yang bisa ibu lakukan untuk mencegah flu selama hamil, di antaranya:

Rajin mencuci tangan
Tidur yang teratur
Mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah
Hindari berdekatan dengan teman atau keluarga yang sedang sakit
Berolahraga teratur (setelah mendapatkan izin dari dokter)
Menghindari stres.




Featured Post

8 Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Penting untuk Diketahui

Hidupsehat  - Penyebab emosi tidak stabil bisa sangat beragam, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan mental yang lebih seriu...