Tampilkan postingan dengan label Kolesterol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolesterol. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Oktober 2020

Meski Lezat, Ini 5 Bahaya Minum Teh Susu Terlalu Sering

DokterSehat - Teh susu alias milk tea adalah minuman yang sangat populer di banyak negara. Rasanya yang lezat, bisa ditambahkan banyak topping dan berbagai rasa, membuat banyak orang yang ketagihan dan meminumnya hampir setiap hari.

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Teh maupun susu dikenal sebagai minuman yang menyehatkan. Akan tetapi, tidak demikian dengan minuman teh susu. Dalam secangkir teh susu yang banyak dijual di luar sana mengandung banyak pemanis, sirop, irisan buah, boba, keju, dan sebagainya. Karenanya, tak mengherankan jika minuman teh susu tidak menyehatkan seperti teh maupun susu.

Jika kamu termasuk penggemar teh susu dan sering mengonsumsi minuman ini, kamu patut waspada terhadap masalah kesehatan berikut ini.

1. Sulit tidur

Teh susu biasanya dibuat dengan teh hitam, yang mengandung sekitar 47 miligram kafein dalam satu porsinya. Akibatnya, 15 menit setelah minum teh susu, kafein telah memasuki aliran darah dan berdampak pada peningkatan tingkat energi. Jika dinikmati pada malam hari atau sebelum tidur, ini akan membuat kamu kesulitan untuk tidur.

Menurut National Sleep Foundation, dibutuhkan sekitar 6 jam untuk setengah dari kafein yang dikonsumsi agar keluar dari sistem. Jadi, meskipun secangkir teh susu hangat mungkin terasa menenangkan, sebenarnya minuman ini justru membuat kamu sulit tidur dan kemudian bangun dalam kondisi yang kurang fit.

2. Mempersulit program penurunan berat badan

Satu cangkir teh murni hanya mengandung sedikit kalori dan bahkan dapat membantu membakar kalori. Akan tetapi, menambahkan susu ke dalamnya berpotensi menghentikan manfaat ini, menurut laman WebMD. 

Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh Tea Research Association di India, ketika susu digabungkan dengan teh, protein dalam susu akan terikat dengan senyawa dalam teh yang bertanggung jawab untuk menurunkan berat badan.

Ketika hal tersebut terjadi, efek pada metabolisme dinetralkan, dan teh tidak memberikan manfaat untuk menurunkan berat badan.SahabatQQ

3. Memicu perasaan gelisah

Menurut Harvard Medical School, konsumsi kafein dapat menyebabkan kegelisahan dan memicu tubuh bereaksi seperti saat kamu menghadapi kecemasan. Akibatnya, kamu mungkin mengalami peningkatan detak jantung, tiba-tiba menjadi gugup, atau merasa gelisah.

Kadar kafein yang tinggi tidak hanya dapat meningkatkan kecemasan, tetapi juga dapat menurunkan produksi serotonin kimiawi yang menyenangkan dalam tubuh, yang kemudian memicu suasana hati menjadi tertekan. Jadi, walaupun dalam sesaat teh susu bisa memuaskan lidah, tetapi sebenarnya teh susu tidak baik untuk suasana hati.

4. Memicu jerawat

Jerawat sangat dipengaruhi oleh diet. Susu telah lama diketahui menyebabkan jerawat. Menurut laman The List, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa semakin banyak produk susu yang kamu konsumsi, semakin rentan kamu mengalami pori-pori tersumbat. Namun, jenis susu yang dicampurkan dalam teh dapat memiliki efek berbeda pada kulit.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American Academy of Dermatology, minum susu, khususnya susu skim, membuat kulit lebih berisiko terkena jerawat.Agen Domino99

5. Memicu diabetes

Minum teh susu setiap hari berpengaruh buruk terhadap asupan gula yang kamu konsumsi. Menurut Asian and Pacific Islander Obesity Prevention Alliance (APIOPA), konsumsi gula sangat memengaruhi kesehatan. Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah, yang berpotensi memicu diabetes tipe 2. 

Boba milk tea, salah satu jenis teh susu yang sangat populer, mengandung 90 gram gula dalam satu cangkir. Padahal, rekomendasi asupan gula dari Kementerian Kesehatan RI adalah tak lebih dari 50 gram (setara dengan 4 sendok makan) per hari.

Itulah beberapa dampak negatif terlalu sering mengonsumsi teh susu alias milk tea bagi kesehatan. Sebenarnya, sah saja kok mengonsumsi teh susu sesekali dan tidak diminum saat menjelang tidur.

Minggu, 02 Agustus 2020

5 Penyebab Badan Selalu Lemas dan Letih

DokterSehat - Dalam dunia medis, kondisi tubuh manusia yang selalu lemas tanpa sebab yang jelas disebut sebagai asthenia. Normalnya, tubuh akan menyerap nutrisi dan mengubahnya menjadi energi yang dapat digunakan dalam beraktivitas sehari-hari. Namun, pada kasus asthenia, tubuh terasa lemas seolah tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan sesuatu.



Nah, kira-kira kenapa, ya tubuh bisa selalu terasa lemas? Penyebab medis apa saja yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi? Yuk, disimak!

1. Turunnya kadar hemoglobin


Kasus paling umum yang menyebabkan badan terasa lemas dan letih adalah turunnya kadar hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin sendiri merupakan senyawa protein yang terdapat dalam sel darah manusia. Protein ini bertugas untuk mengangkut oksigen yang sangat dibutuhkan sebagai bahan bakar dari kinerja organ-organ tubuh manusia.

Jurnal kesehatan Healthline mencatat bahwa asthenia yang kerap terjadi pada sebagian orang dapat berkorelasi dengan berkurangnya zat hemoglobin dalam darah. Dokter akan memeriksa mengapa hemoglobin seseorang bisa turun di bawah angka normal. Jika seseorang kekurangan zat besi, orang tersebut mengalami anemia dan akan diberikan obat penambah darah.

Namun, kondisi berkurangnya sel darah merah juga bisa diakibatkan oleh penyakit berbahaya seperti kanker. Biasanya, pada penderita kanker, turunnya hemoglobin dapat terjadi karena sistem imun (sel darah putih) dalam tubuh bekerja secara ekstrem dan dapat mengurangi kadar hemoglobin secara drastis.

2. Masalah pada kelenjar tiroid


Kelenjar tiroid yang terletak di leher adalah sebuah kelenjar yang berfungsi sebagai penghasil hormon tiroid yang penting bagi metabolisme tubuh. Jika kelenjar ini bermasalah, hormon yang dihasilkan juga tidak stabil, bisa kurang dan bisa juga sangat berlebihan. Beberapa kasus kelebihan hormon tiroid bahkan bisa memicu kanker tiroid.

Clinicsbel dalam lamannya menjelaskan bahwa gangguan pada tiroid akan membuat tubuh menjadi mudah lemas dan letih. Gejala yang tampak oleh mata adalah pembesaran yang terjadi di leher. Biasanya, dokter akan memeriksa dan disertai dengan hasil laboratorium mengenai berapa banyak kadar hormon tiroid dalam tubuh.SahabatQQ

3. Depresi


Depresi adalah masalah mental yang sering menyebabkan fisik atau tubuh terasa lemas, letih, dan hilang energi secara drastis. Mengapa bisa begitu? Itu karena depresi adalah sebuah kondisi dengan keadaan mental yang jatuh, sedih, putus asa, hilang harapan, dan tidak ada semangat sama sekali dalam melakukan aktivitas ringan.

Dalam beberapa kasus, depresi dapat terlihat dari luar. Namun, pada kasus-kasus yang lain, depresi sangat sulit dideteksi karena orang depresi biasanya tidak menampakkan perasaannya kepada orang lain. Depresi tidak bisa dianggap remeh. Hal paling fatal yang bisa dialami oleh orang depresi adalah bunuh diri.

Dibutuhkan empati dari lingkungan bagi orang-orang yang depresi. Bisa saja penderita depresi takut untuk mengutarakan perasaannya karena malu atau khawatir menjadi bahan pembicaraan. Jika kamu merasakan gejala-gejala depresi, sebaiknya kamu segera menghubungi ahli medis atau ahli psikologi untuk mengatasinya sebelum terlambat.

4. Diabetes


Seperti dicatat dalam Medical News Today, diabetes yang tak terkontrol dapat membuat tubuh menjadi lemas dan lelah sepanjang hari. Hal ini dapat terjadi akibat tingginya kadar gula dalam darah sehingga berpengaruh pada jumlah oksigen dalam darah tersebut. Selain tingginya gula darah, kadar gula darah yang sangat rendah juga akan mengakibatkan tubuh kelelahan ekstrem.

Menurut data yang dihimpun dari Asosiasi Diabetes Amerika, sekitar 61 persen penderita diabetes tipe 2 melaporkan kelelahan tubuh sebagai gejala utamanya. Ini membuktikan studi dan penelitian sebelumnya, yang menyimpulkan bahwa kelelahan tubuh ekstrem sangat berkaitan dengan diabetes yang dialami oleh sebagian besar pasien.

Mengatur pola makan secara tidak berlebihan dan olahraga teratur masih menjadi kunci bagi seseorang agar tidak terserang diabetes. Bagi orang-orang yang memiliki orangtua penderita diabetes, kamu harus sedikit waspada. Pasalnya, risiko mereka terkena diabetes melitus menjadi lebih besar dibandingkan dengan orang tanpa keturunan diabetes.Agen Domino99

5. Penyebab umum lainnya


Kelelahan dan tubuh terasa lemas bisa disebabkan oleh sebab-sebab umum lainnya, seperti stres, aktivitas terlalu berat, kehamilan, kurang gizi, gangguan tidur, dan mungkin efek samping obat-obatan medis yang dapat menyebabkan kantuk dan lelah. Secara umum, kelelahan akibat beberapa sebab yang ringan mungkin dapat dengan mudah diatasi.

Namun, jika rasa lemas dan letih yang kamu alami terasa sangat intens dan berlebihan, kamu harus segera berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter. Memiliki pola hidup yang sehat dan dapat mengelola stres dengan bijak menjadi salah satu kunci agar fisik dan mentalmu tidak merasa kelelahan.

Nah, sudah tahu hal-hal apa saja yang mengakibatkan tubuh selalu merasa lemas dan lelah, kan? Yuk, kita jalankan pola hidup yang sehat!

Senin, 18 Mei 2020

6 Cara Mencegah Kolesterol Tinggi Setelah Lebaran

Halodokter88 - Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, umat muslim merayakan kemenangan saat hari Raya Lebaran. Di Indonesia sendiri, Lebaran identik dengan kegiatan makan-makan berbagai macam menu.



Sayangnya, hal ini berpotensi menyebabkan kenaikan kadar kolesterol pada beberapa orang. Sebab, umumnya hidangan khas Lebaran di Indonesia tinggi akan kandungan lemak jenuh, seperti santan, daging, jeroan, dan berbagai macam kue.

Untungnya, masalah kolesterol tinggi setelah Lebaran ini bisa dicegah dengan langkah-langkah berikut ini.

1. Batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans


Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention, tubuh mampu membuat kolesterol yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, kamu sebenarnya tidak perlu mendapatkan tambahan kolesterol melalui makanan.

Sebaliknya, makan makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans dapat berkontribusi terhadap kolesterol tinggi dan kondisi yang terkait, seperti penyakit jantung.

Salah satu makanan khas Lebaran yang tinggi akan kandungan lemak jenuh adalah opor. Karenanya, kamu tetap harus membatasi konsumsi opor selama Lebaran. Selain itu, makanan lainnya yang juga harus dibatasi konsumsinya, antara lain kulit ayam, udang, kue kering, jeroan, dan berbagai makanan yang mengandung santan.

2. Konsumsi makanan tinggi serat larut


Serat larut adalah sekelompok senyawa berbeda dalam tanaman yang larut dalam air dan tidak dapat dicerna manusia. Meski begitu, bakteri menguntungkan yang hidup di usus dapat mencerna serat larut, bahkan serat ini dibutuhkan oleh bakteri baik di dalam perut.

Dilansir laman Healthline, bakteri baik di dalam saluran pencernaan atau yang disebut probiotik dapat mengurangi kedua jenis lipoprotein, yaitu LDL dan VLDL, yang merupakan kelompok kolesterol jahat penyebab penumpukan plak di arteri.SahabatQQ

3. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh


Berbeda dengan lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal mampu mengurangi LDL berbahaya sekaligus meningkatkan kadar HDL sehat.

Menurut studi dalam Canadian Medical Association Journal, didapatkan hasil bahwa diet tinggi lemak tak jenuh tunggal dapat meningkatkan HDL bermanfaat sebesar 12 persen dibandingkan dengan diet rendah lemak jenuh. Lemak tak jenuh tunggal juga dapat mengurangi oksidasi lipoprotein yang berkontribusi pada penyumbatan arteri.

Menurut penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition, secara keseluruhan, lemak tak jenuh tunggal sehat karena menurunkan kolesterol LDL yang berbahaya, meningkatkan kolesterol HDL yang baik, dan mengurangi oksidasi berbahaya.

Beberapa sumber lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda yang baik, yaitu buah zaitun, minyak zaitun, minyak canola, alpukat, almon, kenari, pecan, kacang hazel, dan kacang mede.

4. Aktif bergerak


Menurut laman Centers for Disease Control and Prevention dan Healthline, olahraga merupakan aktivitas yang sangat baik untuk kesehatan jantung. Sebab, tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik dan membantu memerangi obesitas, tetapi juga mengurangi LDL berbahaya dan meningkatkan HDL bermanfaat.

Untuk itu, selama Lebaran, kamu tetap harus aktif bergerak. Beberapa aktivitas fisik yang bisa kamu lakukan selama Lebaran, antara lain jalan-jalan di sekitar rumah, bersepeda, aerobik, dan olahraga lain yang bisa dilakukan di dalam rumah.

5. Jaga berat badan ideal


Jangan sampai kamu menjadikan hari Raya Idulfitri sebagai ajang balas dendam setelah satu bulan penuh berpuasa. Sebab, diet mempengaruhi cara tubuh menyerap dan memproduksi kolesterol.

Turunnya berat badan dapat membantu mengurangi kolesterol secara keseluruhan, salah satunya dengan cara mengurangi pembentukan kolesterol baru di hati. Dilansir laman Healthline, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penurunan berat badan memiliki efek yang bermanfaat terhadap perubahan HDL dan LDL.Agen Domino99

Walaupun setiap penelitian menunjukkan hasil yang berbeda, secara umum semuanya menunjukkan bahwa penurunan berat badan memberikan dampak yang baik terhadap tingkat kolesterol tubuh. Untuk itu, pastikan kamu tetap menjaga berat badan ideal setelah Lebaran.

6. Jangan merokok


Selama Ramadan berlangsung, kebanyakan orang mampu mengurangi kebiasaan merokok, bahkan berhenti dari kebiasaan buruk ini. Nah, sebaiknya kamu teruskan kebiasaan baik ini walaupun Ramadan telah usai.

Sebab, merokok meningkatkan risiko penyakit jantung, salah satunya dengan mengubah cara tubuh menangani kolesterol. Menurut penelitian dalam Journal of Lipid Research, sel-sel kekebalan pada perokok tidak dapat mengembalikan kolesterol dari dinding pembuluh ke darah untuk diangkut ke hati.

Kerusakan ini terkait dengan tar tembakau, bukan nikotin. Sel-sel kekebalan yang tidak berfungsi ini dapat berkontribusi pada penyumbatan arteri yang lebih cepat pada perokok.

Selain itu, menurut penelitian dalam jurnal Heart, merokok dikaitkan dengan penurunan kadar HDL dan peningkatan kolesterol total. Namun untungnya, berhenti merokok dapat menghentikan efek berbahaya ini.

Jadi, agar kolesterol tidak naik setelah Lebaran, jangan lupa untuk mengamalkan tips di atas, ya!

Featured Post

8 Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Penting untuk Diketahui

Hidupsehat  - Penyebab emosi tidak stabil bisa sangat beragam, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan mental yang lebih seriu...