Tampilkan postingan dengan label Lebaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lebaran. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2020

6 Cara Mencegah Kolesterol Tinggi Setelah Lebaran

Halodokter88 - Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, umat muslim merayakan kemenangan saat hari Raya Lebaran. Di Indonesia sendiri, Lebaran identik dengan kegiatan makan-makan berbagai macam menu.



Sayangnya, hal ini berpotensi menyebabkan kenaikan kadar kolesterol pada beberapa orang. Sebab, umumnya hidangan khas Lebaran di Indonesia tinggi akan kandungan lemak jenuh, seperti santan, daging, jeroan, dan berbagai macam kue.

Untungnya, masalah kolesterol tinggi setelah Lebaran ini bisa dicegah dengan langkah-langkah berikut ini.

1. Batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans


Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention, tubuh mampu membuat kolesterol yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, kamu sebenarnya tidak perlu mendapatkan tambahan kolesterol melalui makanan.

Sebaliknya, makan makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans dapat berkontribusi terhadap kolesterol tinggi dan kondisi yang terkait, seperti penyakit jantung.

Salah satu makanan khas Lebaran yang tinggi akan kandungan lemak jenuh adalah opor. Karenanya, kamu tetap harus membatasi konsumsi opor selama Lebaran. Selain itu, makanan lainnya yang juga harus dibatasi konsumsinya, antara lain kulit ayam, udang, kue kering, jeroan, dan berbagai makanan yang mengandung santan.

2. Konsumsi makanan tinggi serat larut


Serat larut adalah sekelompok senyawa berbeda dalam tanaman yang larut dalam air dan tidak dapat dicerna manusia. Meski begitu, bakteri menguntungkan yang hidup di usus dapat mencerna serat larut, bahkan serat ini dibutuhkan oleh bakteri baik di dalam perut.

Dilansir laman Healthline, bakteri baik di dalam saluran pencernaan atau yang disebut probiotik dapat mengurangi kedua jenis lipoprotein, yaitu LDL dan VLDL, yang merupakan kelompok kolesterol jahat penyebab penumpukan plak di arteri.SahabatQQ

3. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh


Berbeda dengan lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal mampu mengurangi LDL berbahaya sekaligus meningkatkan kadar HDL sehat.

Menurut studi dalam Canadian Medical Association Journal, didapatkan hasil bahwa diet tinggi lemak tak jenuh tunggal dapat meningkatkan HDL bermanfaat sebesar 12 persen dibandingkan dengan diet rendah lemak jenuh. Lemak tak jenuh tunggal juga dapat mengurangi oksidasi lipoprotein yang berkontribusi pada penyumbatan arteri.

Menurut penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition, secara keseluruhan, lemak tak jenuh tunggal sehat karena menurunkan kolesterol LDL yang berbahaya, meningkatkan kolesterol HDL yang baik, dan mengurangi oksidasi berbahaya.

Beberapa sumber lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda yang baik, yaitu buah zaitun, minyak zaitun, minyak canola, alpukat, almon, kenari, pecan, kacang hazel, dan kacang mede.

4. Aktif bergerak


Menurut laman Centers for Disease Control and Prevention dan Healthline, olahraga merupakan aktivitas yang sangat baik untuk kesehatan jantung. Sebab, tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik dan membantu memerangi obesitas, tetapi juga mengurangi LDL berbahaya dan meningkatkan HDL bermanfaat.

Untuk itu, selama Lebaran, kamu tetap harus aktif bergerak. Beberapa aktivitas fisik yang bisa kamu lakukan selama Lebaran, antara lain jalan-jalan di sekitar rumah, bersepeda, aerobik, dan olahraga lain yang bisa dilakukan di dalam rumah.

5. Jaga berat badan ideal


Jangan sampai kamu menjadikan hari Raya Idulfitri sebagai ajang balas dendam setelah satu bulan penuh berpuasa. Sebab, diet mempengaruhi cara tubuh menyerap dan memproduksi kolesterol.

Turunnya berat badan dapat membantu mengurangi kolesterol secara keseluruhan, salah satunya dengan cara mengurangi pembentukan kolesterol baru di hati. Dilansir laman Healthline, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penurunan berat badan memiliki efek yang bermanfaat terhadap perubahan HDL dan LDL.Agen Domino99

Walaupun setiap penelitian menunjukkan hasil yang berbeda, secara umum semuanya menunjukkan bahwa penurunan berat badan memberikan dampak yang baik terhadap tingkat kolesterol tubuh. Untuk itu, pastikan kamu tetap menjaga berat badan ideal setelah Lebaran.

6. Jangan merokok


Selama Ramadan berlangsung, kebanyakan orang mampu mengurangi kebiasaan merokok, bahkan berhenti dari kebiasaan buruk ini. Nah, sebaiknya kamu teruskan kebiasaan baik ini walaupun Ramadan telah usai.

Sebab, merokok meningkatkan risiko penyakit jantung, salah satunya dengan mengubah cara tubuh menangani kolesterol. Menurut penelitian dalam Journal of Lipid Research, sel-sel kekebalan pada perokok tidak dapat mengembalikan kolesterol dari dinding pembuluh ke darah untuk diangkut ke hati.

Kerusakan ini terkait dengan tar tembakau, bukan nikotin. Sel-sel kekebalan yang tidak berfungsi ini dapat berkontribusi pada penyumbatan arteri yang lebih cepat pada perokok.

Selain itu, menurut penelitian dalam jurnal Heart, merokok dikaitkan dengan penurunan kadar HDL dan peningkatan kolesterol total. Namun untungnya, berhenti merokok dapat menghentikan efek berbahaya ini.

Jadi, agar kolesterol tidak naik setelah Lebaran, jangan lupa untuk mengamalkan tips di atas, ya!

Minggu, 17 Mei 2020

5 Gangguan Kesehatan Ini Kerap Terjadi Setelah Lebaran

Halodokter88 - Setelah menjalani puasa Ramadan selama sebulan penuh, umat muslim kemudian merayakan Idulfitri. Di Indonesia sendiri, tradisi Idulfitri atau Lebaran biasanya dilaksanakan dengan cukup meriah, seperti pesta makanan, mudik, mengunjungi sanak kerabat, bersalam-salaman, dan masih banyak lagi.



Sayangnya, tradisi Lebaran seperti ini kadang-kadang menyebabkan gangguan kesehatan bagi sebagian orang. Berikut ini beberapa penyakit yang umum menyerang sebagian masyarakat saat perayaan Lebaran. Tetap waspada, ya!

1. Tekanan darah tinggi


Tekanan darah tinggi atau yang juga dikenal sebagai hipertensi berbahaya karena membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan berkontribusi pada pengerasan pembuluh darah, aterosklerosis, stroke, penyakit ginjal, dan gagal jantung.

Dikutip dari laman Healthline, salah satu faktor utama penyebab hipertensi adalah pola diet yang banyak mengandung garam, daging, gula, kulit ayam, dan masih banyak lagi.

Saat Lebaran, kebanyakan masyarakat Indonesia memiliki tradisi memasak banyak makanan untuk dinikmati bersama kerabat. Di Indonesia sendiri, makanan yang disajikan saat Lebaran biasanya tinggi akan garam, gula, dan daging.SahabatQQ

Untuk itu, bijak-bijaklah saat memakan opor ayam, berbagai jenis sambal, kue kering, sirop, dan minuman bersoda. Untuk itu, kamu yang memiliki riwayat hipertensi wajib berhati-hati selama Lebaran.

2. Diare


Ketika seseorang mengalami diare, intensitas buang air besar akan menjadi lebih sering dan berair. Dilansir laman WebMD, diare terjadi karena adanya virus yang masuk ke usus. Umumnya, diare disebabkan karena pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan yang terlalu pedas, infeksi bakteri dari makanan, dan keracunan makanan.

Beberapa gejala umum dari diare adalah kembung, kram perut, feses berair, mual, muntah, demam, hingga dehidrasi. Untuk mencegah diare selama Lebaran, pastikan kamu tidak makan sembarangan dan jangan konsumsi makanan pedas secara berlebihan.

3. Kolesterol tinggi


Kolesterol adalah zat berbasis minyak yang bergerak di sekitar tubuh dalam lipoprotein. Kolesterol yang tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung.

Penumpukan kolesterol juga berisiko mempersempit arteri, yang disebut aterosklerosis. Pada aterosklerosis, plak terbentuk di sekitar dinding arteri yang kemudian menyebabkan terganggunya aliran darah.

Menurut laman Medical News Today, kolesterol tinggi umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung kolesterol, lemak jenuh, dan lemak trans.

Seperti yang kita tahu, perayaan Lebaran di berbagai daerah di Indonesia erat dengan hidangan yang tinggi lemak dan kolesterol, seperti daging, santan, margarin, makanan yang dipanggang, gorengan, susu, cokelat, dan masih banyak lagi. Itu sebabnya, konsumsi makanan ini secara berlebihan bisa meningkatkan risiko terjadinya kolesterol tinggi.

4. Flu


Flu sering kali muncul secara tiba-tiba dengan gejala meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan nyeri sendi, batuk, panas dingin, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, kelelahan, mual, muntah, dan diare.

Dilansir laman Lung, flu disebabkan oleh virus influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus ini menyebar ketika penderita flu batuk, bersin atau berbicara sehingga menyebarkan tetesan virus ke udara dan masuk ke mulut atau hidung orang-orang yang ada di dekatnya.

Bisa juga menular saat kamu menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi oleh virus influenza kemudian menyentuh mulut, mata, atau hidung sendiri.Agen Domino99

Saat Lebaran, umumnya kita bersilaturahmi dengan kerabat yang kadang-kadang diiringi juga dengan kegiatan bersalam-salaman. Hal ini tentunya meningkatkan risiko kita terkena flu dari orang-orang yang kita temui.

5. Gula darah tinggi


Dilansir laman Mayo Clinic, gula darah tinggi atau hiperglikemia biasanya mempengaruhi orang dengan diabetes. Faktor utama yang dapat berkontribusi pada meningkatnya level gula darah, khususnya pada orang dengan diabetes, antara lain makanan, aktivitas fisik, penyakit, dan obat-obatan.

Gejala hiperglikemia sendiri umumnya meliputi, sering buang air kecil, mudah haus, penglihatan kabur, kelelahan, dan sakit kepala.

Risiko hiperglikemia sendiri dapat meningkat saat Lebaran yang disebabkan pola makan yang tidak terjaga serta meningkatnya asupan makanan tinggi gula. Oleh karena itu, kamu tetap harus berhati-hati dalam memilih makanan Lebaran, khususnya bagi orang dengan riwayat diabetes.

Nah, tidak ingin kan keseruan momen Lebaran tahun ini berkurang karena tubuh terserang penyakit di atas? Untuk itu, jangan lupa perhatikan pola makan dan aktivitas lainnya agar tubuh terhindar dari penyakit.

Featured Post

8 Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Penting untuk Diketahui

Hidupsehat  - Penyebab emosi tidak stabil bisa sangat beragam, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan mental yang lebih seriu...