Sabtu, 10 Oktober 2020

Seberapa Besar Musik Bisa Memengaruhi Mood Kita? Ini Faktanya

DokterSehat - Alasan orang mendengarkan musik sangat beragam. Mulai dari sarana menghibur diri, wahana relaksasi, hingga dimanfaatkan dalam praktik kesehatan, pendidikan, dan keagamaan.

Melansir sebuah studi dalam Frontiers in Psychology tahun 2013, antusiasme manusia terhadap musik tampaknya telah ada sejak lama. Sepanjang sejarah, banyak ahli dari berbagai aliran telah menelaah hakikat musik.

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Para filsuf, psikolog, antropolog, ahli musik, dan ahli saraf mencoba mengusulkan sejumlah teori tentang asal dan tujuan musik dengan pendekatan ilmiah. Bahkan, sudah banyak penelitian yang mengkaji tentang musik, salah satunya pengaruh musik terhadap suasana hati. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Mendengarkan musik memberi sinyal pada otak

Melansir sebuah artikel di laman Penn State University, Amerika Serikat, irama dan nada yang didengar melalui lantunan musik menjadi penyebab utama perubahan emosi.

Musik favorit yang kamu dengarkan menyebabkan pelepasan hormon serotonin dan dopamin (neurotransmiter) di otak yang menghadirkan perasaan bahagia. Selain itu, aktivitas tersebut juga melapaskan norepinefrin yang merupakan hormon pemicu perasaan euforia.

Hal tersebut terjadi ketika hati merasa selaras dengan ritme yang didengarkan. Sederhananya, saat kita mendengarkan musik lambat dan sedih, maka detak jantung cenderung melambat (memberi sinyal otak bahwa sesuatu menyedihkan terjadi). Begitu juga sebaliknya, saat kita menikmati musik tempo cepat, maka otak memunculkan perasaan gembira dan memberi energi lebih.

2. Musik dan suasana hati kalut

Seperti yang telah disinggung di atas, banyak penelitian mengkaji hubungan musik dengan suasana hati secara spesifik.

Studi yang terbit di jurnal PLOS One tahun 2016 salah satunya, menjelaskan kaitan musik sedih yang dapat membawa kenyamanan atau kebahagiaan, begitu juga dapat memunculkan perasaan negatif (kesedihan) yang mendalam.

Penelitian sebelumnya yang tertuang dalam Journal of Consumer Research tahun 2013 menemukan bahwa orang cenderung memilih musik sedih saat mengalami kehilangan secara interpersonal (seperti putus cinta).SahabatQQ

3. Musik dan suasana hati bahagia

Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Positive Psychology tahun 2013, orang yang mendengarkan musik ceria dapat meningkatkan suasana hati dan kebahagiaan selama 2 minggu.

Suasana hati yang lebih bahagia diketahui telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan secara fisik, kepuasan hubungan yang lebih besar, dan pendapatan lebih tinggi.

4. Musik sebagai salah satu sarana terapi

American Music Therapy Association (AMTA) melaporkan bahwa program musik dapat dirancang untuk mencapai berbagai tujuan, seperti meningkatkan memori, mengelola stres, dan mengurangi rasa sakit.

Sebuah kajian yang tertuang dalam jurnal The Lancet tahun 2015 menjelaskan bahwa orang yang mendengarkan musik sebelum, selama, atau setelah operasi mengalami lebih sedikit rasa sakit dan kecemasan.

Kajian di tahun yang sama dalam World Journal of Psychiatry memaparkan terapi musik dapat menjadi pengobatan efektif untuk gangguan suasana hati yang berkaitan dengan kondisi neurologis seperti stroke, multiple sclerosis, demensia, dan penyakit Parkinson.Agen Domino99

Dapat disimpulkan musik adalah terapi valid yang berpotensi mengurangi depresi dan kecemasan, serta meningkatkan harga diri, suasana hati, dan kualitas hidup tanpa efek samping negatif.

5. Musik dan peningkatan suasana hati

Di samping membawa manfaat kesehatan, musik diyakini dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan suasana hati. Hal tersebut sejalan dengan proyek yang dilakukan oleh sejumlah peneliti Bournemouth University Dementia Institute (BUDI) di Inggris.

Dalam sebuah orkestra unik bagi penderita demensia menunjukkan respons positif, yakni memperbaiki suasana hati dan meningkatkan kepercayaan diri. 

“Musik menyentuh hati semua orang dalam beberapa cara baik dengan mendengarkan atau memainkannya,” cetus Anthea Innes, Ph.D., kepala BUDI dalam siaran pers seperti dikutip di Healthline.

Mendengarkan musik dapat menjadi sarana hiburan, kesenangan, dan kepuasan. Penelitian pun menunjukkan fakta terkait musik dan manfaat kesehatan baik dari segi fisik maupun psikologis.

Menimbang manfaat signifikan yang telah dipaparkan tadi, maka tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan musik sebagai alternatif untuk membantu menjaga kesehatan mental. Kamu mungkin akan mendapatkan hasil yang tidak terduga, seperti merasa lebih termotivasi, relaks, dan bahagia.

Jumat, 09 Oktober 2020

Gak Banyak yang Tahu, Ini 5 Manfaat Jatuh Cinta bagi Kesehatan

DokterSehat - Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan kehadiran orang lain di sekitarnya. Hubungan yang terjalin antara orang yang satu dan sekitarnya pun bermacam-macam, seperti keluarga, teman, sahabat, hingga pasangan.

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Nah, ternyata hubungan yang dijalin dengan cinta memiliki kaitan dengan kesehatan yang mengejutkan. Merasa jatuh cinta dan memiliki hubungan yang sehat ternyata punya beragam dampak positif bagi kesehatan. Apa sajakah itu? Baca sampai selesai untuk tahu jawabannya.

1. Menurunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah masalah kesehatan yang meningkatkan individu terkena serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Pengobatan dan perubahan gaya hidup, seperti berolahraga dan makan lebih sehat dapat mengontrol atau mengurangi hipertensi. Tak hanya itu, penelitian juga menunjukkan bahwa jatuh cinta dapat berfungsi sebagai cara alami untuk menurunkan tingkat tekanan darah. 

Sebuah studi oleh US Department of Health Services yang mengamati hubungan antara pernikahan, kesehatan fisik, dan umur panjang, menemukan bahwa pasangan yang menikah memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Dalam analisis yang dilakukan oleh American College of Cardiology dengan mengamati 3,5 juta peserta lajang, bercerai, atau janda, ditemukan bahwa pasangan yang menikah di bawah usia 50 tahun cenderung memiliki risiko penyakit vaskular 12 persen lebih rendah. Orang yang sudah menikah antara usia 51 dan 60 tahun memiliki risiko penyakit 7 persen lebih rendah daripada rekan mereka yang belum menikah.

2. Mempercepat penyembuhan luka

Hubungan yang positif bisa membuat luka pada kulit lebih cepat sembuh. Para peneliti di Ohio State University Medical Center, Amerika Serikat, melakukan penelitian dengan memberi luka lepuh pada pasangan yang sudah menikah.

Hasil dari penelitian tersebut adalah luka sembuh hampir dua kali lebih cepat pada pasangan yang berinteraksi dengan hangat, dibandingkan dengan mereka yang menunjukkan banyak konflik antara satu sama lain.SahabatQQ

3. Manajemen stres yang lebih baik

Melansir WebMD, terdapat kaitan antara dukungan sosial dan manajemen stres. Jika kamu menghadapi stresor (pemicu stres) dan mendapat dukungan dari orang yang mencintai kamu, kamu dapat mengatasinya dengan lebih baik.

Misalnya, jika kamu kehilangan pekerjaan, memiliki seseorang yang tetap bersamamu membuat kamu merasa mendapatkan dukungan emosional, sehingga kamu bisa menghadapi situasi tersebut dengan lebih baik.

4. Meningkatkan rasa aman

Cinta juga membuat kamu merasa aman dan mengembangkan kepercayaan terhadap orang yang kamu cintai.

Menurut Harvard Medical School, oksitosin, yaitu hormon yang dilepaskan melalui kontak fisik seperti pelukan, ciuman, dan seks, dapat memperdalam perasaan keterikatan terhadap pasangan dan menghasilkan sensasi kepuasan, ketenangan, dan keamanan. Oksitosin juga berperan dalam ikatan sosial, naluri dan reproduksi ibu, serta kenikmatan seksual.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature, oksitosin secara substansial meningkatkan keterikatan sosial dan kepercayaan di antara pasangan.Agen Domino99

5. Meningkatkan kebahagiaan

Jatuh cinta membuat otak melepaskan dopamin, neurotransmiter yang mengontrol pusat penghargaan dan kesenangan otak, yang membuat pasangan merasa bahagia saat sedang bersama satu sama lain.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Comparative Neurology menemukan bahwa peserta yang melihat foto seseorang yang mereka cintai menunjukkan aktivitas otak di dua area yang sangat terkait dengan dopamin, yaitu inti kaudatus dan area tegmental ventral.

Maka, tak mengherankan saat sedang jatuh cinta, kamu jadi merasa sering berbunga-bunga. Juga, merasa seperti selalu ingin bertemu dengan orang yang kamu cintai.

Wah, walaupun kadang jatuh cinta membuat patah hati, tapi ternyata jatuh cinta juga bisa memberikan manfaat yang hebat. Jadi, kamu harus bersyukur, nih, karena masih bisa merasakan cinta dan mendapat manfaatnya.

Kamis, 08 Oktober 2020

5 Tanda Overhidrasi, Kebanyakan Minum Air Putih Itu Gak Baik Lho!

DokterSehat - Tubuh manusia terdiri dari 60-70 persen cairan. Karena itu, air berfungsi penting dalam menjaga kinerja organ vital, termasuk meningkatkan imunitas dan detoksifikasi alami melalui sistem limfatik (berupa urine).

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Menurut penelitian berjudul “Hydration Effects on Temperature Regulation” dalam jurnal International of Sports Medicine tahun 1998, minum air juga berfungsi untuk mengatur suhu tubuh manusia.

Mungkin karena dikira sehat, banyak orang yang banyak-banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Padahal, kebanyakan minum air putih atau overhidrasi bisa menimbulkan efek samping seperti kram otot dan peningkatan frekuensi berkemih.

Bahkan, dalam beberapa kasus ekstrem, asupan air putih terlampau tinggi dapat mengakibatkan hiponatremia (rendahnya natrium dalam darah), pembengkakan otak, kejang, koma, gangguan mental, hingga kematian.

Kasus kematian akibat overhidrasi tercatat dalam sebuah laporan dalam Journal of Clinical Pathology tahun 2003. Dijelaskan bahwa seorang perempuan berusia 64 tahun mengalami toksemia atau keracunan air, setelah semalaman minum air sebanyak 30-40 gelas.

Dampaknya sangat serius, bukan? Karena itu, sangat penting bagi kita untuk memahami tanda-tanda overhidrasi alias minum air secara berlebihan, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Urine berwarna bening

Langkah pertama untuk tahu kondisi cairan tubuh adalah dengan melihat warna urine. Menukil laman MindBodyGreen ahli urologi Vannita Simma Chiang, M.D., mengatakan bahwa warna urine yang ideal adalah kuning muda.

Menurutnya, bila warna urine kuning tua, itu tandanya kamu kurang minum air. Sebaliknya, bila warna urine jernih, itu tandanya kamu sudah kebanyakan minum. Namun, tak perlu langsung panik kalau melihat urine berwarna jernih, karena belum tentu kamu dalam kondisi bahaya. Itu adalah cara tubuh untuk memberi tahu kalau asupan airmu sudah terlalu tinggi.

2. Buang air kecil lebih sering dari biasanya

Rata-rata orang sehat akan buang air kecil setiap 3-4 jam sekali. Kalau lebih dari itu, itu adalah tanda overhidrasi. Bila air yang masuk banyak, maka tubuh akan berusaha untuk mengeluarkannya dalam jumlah yang banyak juga.

Selain bahaya cairan yang berlebih dalam tubuh, bolak-balik ke toilet sepanjang hari bisa mengganggu aktivitas. Bahkan, bila terjadi pada malam hari, kualitas tidur bisa terganggu.

Menurut sebuah penelitian berjudul "How frequent night-time bathroom visits can negatively impact sleep, well-being and productivity" yang diterbitkan di Objective Analysis Efective Solutions Journal - RAND Europe Corporation tahun 2019, bangun di malam hari akan mengganggu tidur dan menyebabkan nokturia, yaitu kondisi buang air kecil yang berlebihan di malam hari.SahabatQQ

3. Otot lebih mudah kram

Karena natrium larut bersama dengan urine, tubuh jadi kekurangan natrium. Alhasil, otot akan lebih mudah mengalami kram dan kejang.

Melansir Mayo Clinic, natrium dibutuhkan untuk mengatur jumlah air di dalam tubuh. Karena itu, kebutuhan natrium harus segera dipenuhi dengan minuman elektrolit atau makanan yang mengandung elektrolit seperti pisang dan selai kacang.

4. Minum saat tidak haus

Minumlah air hanya saat merasa haus, tenggorokan kering, mulut kering, atau setelah melakukan aktivitas yang melelahkan seperti olahraga.

Merujuk sebuah penelitian berjudul "Drinking Strategies: Planned Drinking Versus Drinking to Thirst” dalam jurnal Sport Medicine Journal tahun 2020, minum air putih untuk menjaga kesehatan tubuh sangat tergantung dengan intensitas gerakan tubuh.Agen Domino99

5. Cepat merasa lelah

Rasanya sudah tidur cukup tapi masih merasa lelah? Kalau iya, mungkin penyebabnya adalah kelebihan cairan dalam tubuh. Melansir Mayo Clinic, minum terlalu banyak air dapat menyebabkan hilangnya energi, kantuk, atau rasa lelah terus-menerus karena terciptanya ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh.

Tanda overhidrasi lainnya termasuk mual, muntah, sakit kepala, pusing, dan kebingungan mental. Namun, pada kasus yang sangat jarang, overhidrasi bisa mengakibatkan kejang, koma, bahkan kematian.

Untuk mencegah overhidrasi, perhatikan asupan air setiap hari. Kebutuhan cairan seseorang berbeda-beda bergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan sebagainya, sehingga tidak ada patokannya. Akan tetapi, secara umum, minumlah air saat kamu merasa haus atau kapan pun kamu mengeluarkan cairan tubuh (misalnya saat berkeringat atau sakit), atau bila warna urine berwarna kuning tua.

Orang-orang yang tinggal di iklim panas dan kering atau sangat aktif secara fisik mungkin butuh lebih banyak cairan. Perempuan hamil atau menyusui pun juga akan butuh minum air lebih banyak.

Beberapa penyakit, khususnya yang berhubungan dengan ginjal, membuat tubuh sulit memproses cairan atau elektrolit. Konsultasikan dengan dokter tentang berapa banya asupan air yang aman.

Itulah tanda-tanda tubuh mengalami overhidrasi atau kondisi tubuh kelebihan cairan. Air putih memang dibutuhkan tubuh dan menyehatkan. Namun, perhatikan asupannya. Kalau sampai kebanyakan minum air putih, bukan sehat yang didapat, justru bisa jadi petaka.

Selasa, 06 Oktober 2020

Lakukan Setiap Hari, 5 Manfaat Hebat Menghirup Udara Segar bagi Tubuh

DokterSehat - Kebanyakan orang dewasa menghabiskan sebagian besar waktunya dengan berada di dalam ruangan, misalnya saat bekerja di kantor maupun di rumah. Akhirnya, banyak yang tak sempat menikmati udara segar.

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Padahal, penting, lho, bagi kita untuk menghirup udara segar setiap harinya walau hanya sebentar. Rehat sejenak dan menikmati udara segar tak cuma menyegarkan tubuh dan pikiran setelah terlalu lama berada di dalam ruangan, tapi juga memberikan manfaat lainnya. Apa sajakah itu? Yuk, simak pembahasan berikut ini.

1. Memberi energi

Berdasarkan sebuah studi dalam Journal of Environmental Psychology tahun 2010, berada di luar ruangan yang dikelilingi oleh alam dan udara segar dapat, meningkatkan energi hingga 90 persen.

Richard Ian, pemimpin studi tersebut yang merupakan seorang profesor psikologi dari Universitas Rochester, New York, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa alam adalah bahan bakar untuk jiwa dan cara yang lebih baik untuk mendapatkan energi adalah dengan terhubung dengan alam.

Kamu tidak perlu berada di luar ruangan selama berjam-jam untuk mendapatkan manfaatnya. Hanya 20 menit sehari saja sudah cukup untuk meningkatkan vitalitas. Selain itu, beristirahat sejenak di luar ruangan juga dapat membuat kamu merasa segar dan lebih berenergi untuk menyelesaikan tugas sehari-hari.

2. Membantu kamu lebih relaks

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Biological Regulators & Homeostatic Agents tahun 2008 menemukan bahwa peserta yang menghabiskan waktu berjalan-jalan di hutan menunjukkan lebih banyak tanda-tanda fisik relaksasi, seperti tekanan darah dan kadar hormon kortisol yang lebih rendah, dibandingkan saat mereka berada di kota.

Kabar baiknya, kamu tidak harus jalan-jalan di hutan untuk bisa merasakan manfaat relaksasi ini. Kamu bisa pergi ke halaman rumah, atau bisa juga melakukannya di balkon, taman di kantor, atau di mana pun kamu bisa menemukan udara segar.SahabatQQ

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Terlalu banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dapat meningkatkan risiko terpapar banyak kuman, baik dari benda-benda di sekitarmu maupun orang yang berinteraksi denganmu. Untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kamu perlu melakukan aktivitas fisik di luar ruangan sesekali.

Melansir Health, ini mampu menyebabkan peningkatan sel pembunuh alami, neutrofil dan monosit, yang pada akhirnya akan meningkatkan fungsi imunitas tubuh.

4. Mengurangi stres dan meningkatkan kebahagiaan

Melansir Huffington Post, mencium aroma bunga di alam bisa mendorong relaksasi. Misalnya, lavendel dan melati dapat menurunkan kecemasan dan meningkatkan suasana hati, sedangkan aroma pohon pinus mengurangi stres.

Bahkan, berjalan-jalan di taman atau halaman belakang rumah sudah dapat membantu kamu merasa lebih tenang dan bahagia saat mencium aroma berbagai tanaman yang ada di sana atau bau rumput yang baru dipotong.

Tak hanya aroma bunga-bunga di alam. Aroma hujan juga bisa meningkatkan relaksasi. Melansir laman Smithsonian, mencium aroma hujan mengingatkan kita pada warna hijau yang terkait dengan tumbuhan dan hewan di alam, hal ini pula yang menjelaskan mengapa semua orang menyukai aroma tersebut.Agen Domino99

5. Menghindari efek polusi

Seperti yang pernah kita pelajari di sekolah, pohon melakukan fotosintesis untuk mengubah karbon dioksida menjadi oksigen yang kita butuhkan untuk bernapas. Dalam satu tahun, keberadaan pohon mampu menyelamatkan 850 nyawa dan mencegah 670 ribu kasus gejala pernapasan akut, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Pollution.

Pohon juga menghilangkan polusi udara, membuat udara lebih sehat untuk kita hirup ke paru-paru. Udara segar yang diciptakan oleh pepohonan sangat bermanfaat bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan, yang udaranya lebih tercemar.

Polusi udara sendiri dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan; efek terbakar pada mata, hidung, dan tenggorokan. Udara yang tercemar juga membuat penderita asma lebih sulit bernapas. Nah, menghirup udara segar yang dihasilkan tanaman atau pepohonan dapat menurunkan kemungkinan kontak dengan polutan udara.

Ternyata kegiatan sesederhana menghirup udara segar sangat penting bagi kesehatan. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk menyempatkan diri keluar rumah dan menikmati udara segar di sekitarmu untuk mendapatkan semua manfaat di atas.

Senin, 05 Oktober 2020

6 Cara Sederhana yang Ampuh Mengatasi Napas Pendek, Langsung Lega

DokterSehat - Napas pendek terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan menghirup udara untuk bernapas. Napas yang pendek biasanya merupakan kondis yang relatif umum, hanya saja pengalaman ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. Akan tetapi, jika masalah ini bukan merupakan gejala dari kondisi yang serius, biasanya keluhan ini dapat diatasi di rumah.

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Nah, jika kamu sedang mengalami masalah dengan napas yang pendek dan yakin bahwa kondisi ini tidak disebabkan oleh masalah medis tertentu, melansir The Healthy dan Medical News Today, berikut ini beberapa pengobatan rumahan yang bisa kamu coba untuk mengatasi keluhan tersebut.

1. Cobalah pernapasan diafragma

Pernapasan diafragma tidak hanya dapat membantu kamu lebih relaks, tetapi juga membantu tubuh untuk menghilangkan stres. Jenis pernapasan ini membantu memperlambat sistem saraf simpatik.

Caranya, letakkan tangan di perut dan tarik napas dalam-dalam melalui hidung. Kamu akan merasakan perut menjulur di bawah tangan. Saat kamu menghembuskan napas, perut akan tenggelam kembali. Ulangi selama beberapa menit.

2. Pernapasan pursed-lip

Pernapasan pursed-lip bisa dengan cepat membantu memperlambat laju pernapasan, yang membuat setiap napas lebih dalam dan lebih efektif. Ini juga membantu melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru.

Teknik ini dapat digunakan setiap kali kamu mengalami napas pendek, terutama saat melakukan aktivitas yang sulit, seperti membungkuk, mengangkat benda, atau menaiki tangga.SahabatQQ

Cara untuk melakukan pernapasan pursed-lip: 

- Buat otot leher dan bahu serelaks mungkin.
- Tarik napas perlahan melalui hidung dalam dua hitungan dengan mulut tertutup. Tutup dan sedikit majukan bibir seolah-olah hendak bersiul.
- Embuskan napas perlahan dan lembut melalui bibir yang mengerucut.

3. Menggunakan bantuan kipas

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Pain and Symptom Management melaporkan bahwa menggunakan kipas genggam untuk meniupkan udara ke hidung dan wajah dapat mengurangi sensasi sesak napas.

Menghirup udara dengan bantuan kipas dapat membuatnya terasa seolah-olah lebih banyak udara yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, pengobatan ini mungkin efektif dalam mengurangi sensasi napas pendek.

Kendati demikian, penggunaan kipas angin mungkin tidak memperbaiki gejala yang terjadi jika masalah napas pendek didasari oleh kondisi medis tertentu.

4. Lakukan penguapan

Jika gejala napas pendek ini disebabkan karena penumpukan lendir dari penyakit, maka ini dapat diatasi dengan menghirup uap. Cara ini dapat membantu meredakan hidung tersumbat untuk melancarkan pernapasan.

Caranya, siapkan semangkuk air panas dan tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih (eucalyptus) atau peppermint. Kedua bahan tersebut dapat membantu membersihkan saluran udara. Sebagai contoh, eucalyptus memiliki sifat antivirus, antibakteri, dan antijamur. Letakkan kepalamu dalam jarak kurang lebih 20 cm di atas mangkuk dan taruh handuk untuk menutup kepala dan mangkuk, setelah itu hirup uap selama beberapa menit.

5. Minum teh jahe

Jahe adalah salah satu pengobatan alami untuk berbagai macam gangguan kesehatan, salah satunya masalah pernapasan. Jahe akan membantu mengeluarkan lendir. Selain itu, jahe juga mudah didapat dan bisa diolah sendiri di rumah.Agen Domino99

Untuk membuat teh jahe, kupas dan potong 1-2 sendok makan jahe segar dan tambahkan ke dua cangkir air. Tutup panci dan biarkan mendidih selama 5-10 menit. Kemudian, saring dan masukkan teh ke dalam cangkir. Untuk menambah cita rasa, kamu bisa menambahkan madu secukupnya.

6. Berlatih yoga

Bagi orang yang menderita penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK) atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD), pose yoga yang menenangkan mungkin bisa meredakan nyeri. Menurut penelitian yang dilakukan oleh American College of Chest Physicians, pasien PPOK yang berlatih yoga dilaporkan mengalami peningkatan fungsi paru-paru mereka.

Dalam studi tersebut, 29 pasien berlatih yoga selama 1 jam sebanyak 2 kali seminggu selama 4 minggu. Kemudian, selama 4 minggu berikutnya, pasien mengambil satu sesi tiap 2 minggu, dan 4 minggu terakhir dihabiskan untuk berlatih di rumah. Setelah 3 bulan, pasien dilaporkan dapat bernapas lebih baik dan diikuti dengan perbaikan fungsi paru-paru.

Napas yang pendek kadang bisa terasa tidak nyaman. Namun, untungnya ada banyak pengobatan rumahan untuk membantu mengatasinya. Akan tetapi, jika kamu khawatir dengan kondisi ini, sering mengalaminya, atau mengalami perburukan gejala, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter agar diketahui penyebabnya dan segera mendapatkan penanganan terbaik.

Jumat, 02 Oktober 2020

Malas Sikat Gigi? Hati-hati, 5 Bahaya Ini Mengintaimu

DokterSehat - Gigi manusia merupakan salah satu bagian sistem pencernaan yang berfungsi untuk merobek dan mengunyah makanan. Apabila terdapat satu saja bagian dari gigi kita yang tidak berfungsi dengan baik, maka aktivitas kita akan terpengaruh. Seperti kata pepatah, lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. Sakitnya itu lho, bikin gak tahan!

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akibat gigi yang rusak, sikat gigi merupakan ritual yang wajib dilakukan minimal dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Tujuannya adalah agar kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut tetap terawat. Akan tetapi, sayangnya masih banyak dari kita yang malas menggosok gigi secara teratur. Termasuk kamu?

Kalau iya, lebih baik pikirkan lagi, deh. Karena, pengaruh kebersihan gigi bukan sebatas pada mulut, lho. Ternyata, kesehatan gigi juga bisa memengaruhi berbagai organ tubuh lainnya.

Apa saja bahaya yang timbul akibat malas sikat gigi? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner adalah kondisi yang terjadi akibat penumpukan plak di arteri jantung, sehingga mengakibatkan pasokan darah ke jantung terganggu.

Berdasarkan sebuah laporan dalam jurnal e-Gigi volume 4 No.2 tahun 2016 yang diterbitkan Universitas Sam Ratulangi, Manado, dalam beberapa penelitian secara garis besar terdapat hubungan antara penyakit periodontal (sekitar gigi) dengan penyakit jantung koroner. Kesehatan rongga mulut yang buruk menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. 

Bakteri yang berasal dari poket periodontal dapat masuk ke dalam aliran darah selama terjadi aktivitas rongga mulut, misalnya saat mengunyah dan menggosok gigi. Infeksi dari struktur periodontal dapat mempercepat pembentukan aterosklerosis (penumpukan plak di dinding arteri) yang menjadi penyebab penyakit jantung koroner, dengan cara menimbulkan inflamasi sistemik.

2. Kanker hati

Menurut laporan dalam United European Gastroenterology Journal, terdapat hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dan peningkatan risiko kanker saluran hepatobilier. Ditemukan bahwa hubungan yang paling kuat adalah risiko karsinoma hepatoseluler atau kanker hati.

Demikian pula dalam studi kohort prospektif besar di Finlandia dengan 29.133 peserta yang menyelesaikan kuesioner tentang masalah gigi. Ditemukan bahwa laki-laki yang merokok dengan gigi yang lebih sedikit mengalami peningkatan risiko kanker hati.

Meskipun butuh penelitian lebih lanjut, tetapi lebih baik mencegah risiko tersebut dengan rajin membersihkan gigi.SahabatQQ

3. Meningitis

Di dalam mulut kita terdapat banyak kuman yang mungkin saja dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit tertentu.

Sebuah jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health mengatakan, komplikasi dari infeksi gigi sangat heterogen. Walaupun infeksi gigi umumnya bukan masalah yang serius, tetapi apabila mengalami infeksi saat imunitas tubuh melemah, maka akan menyebabkan penyakit komplikasi yang serius, seperti meningitis.

Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meningen, yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Meningitis terkadang sulit dikenali, karena penyakit ini memiliki gejala awal yang serupa dengan flu, seperti demam dan sakit kepala.

Gigi dikelilingi banyak saraf dan pembuluh darah yang terhubung ke otak, sehingga saat mengalami infeksi, otomatis keadaan saraf dan pembuluh darah juga akan terganggu dan berpotensi menimbulkan masalah pada kedua bagian tersebut. Hal inilah yang berisiko menyebabkan meningitis atau peradangan pada selaput otak dan saraf tulang belakang.

4. Karies gigi

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan bahwa hampir separuh penduduk Indonesia mengalami karies gigi.

Karies gigi atau gigi berlubang adalah suatu penyakit pada jaringan keras gigi yang ditandai dengan rusaknya email gigi dan dentin. Penyebabnya adalah aktivitas metabolisme bakteri dalam plak yang menyebabkan terjadinya demineralisasi akibat interaksi antar produk-produk mikroorganisme, ludah, dan bagian-bagian yang berasal dari makanan dan email.

Dalam sebuah studi literatur yang berjudul "Peran Makanan Terhadap Kejadian Karies Gigi" di Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas tahun 2013, disebutkan bahwa Streptococcus mutans dan Lactobacillus merupakan 2 dari 500 bakteri yang terdapat pada plak gigi dan merupakan bakteri utama penyebab terjadinya karies.Agen Domino99

5. Gingivitis

Gingivitis atau radang gusi merupakan suatu inflamasi atau peradangan yang mengenai jaringan lunak di sekitar gigi atau jaringan gingiva. Gingivitis sering kali tidak menimbulkan rasa sakit dan jarang diketahui oleh penderitanya.

Sebuah penelitian berjudul "Efek Pemberian Zink Pasca Scaling Root Planing terhadap Kadar MMP-8 Saliva Pada Pasien Gingivitis" dalam jurnal B-Dent tahun 2019, disebutkan bahwa proses kerusakan jaringan diawali dengan akumulasi biofilm yang berisi massa bakteri di gigi atau di bawah margin gingiva.

Gingivitis yang tidak mendapat perawatan pada akhirnya dapat berkembang menjadi periodontitis (infeksi gusi yang merusak gigi, jaringan lunak, dan tulang penyangga gigi).

Setelah membaca artikel ini, kamu masih betah malas sikat gigi? Pikir ulang, deh. Dengan menggosok gigi secara rutin dan benar, kamu sudah bisa mencegah risiko-risiko yang disebutkan di atas tadi. Yuk, bangun kebiasaan baik dan sehat, agar kita semua terhindar dari segala penyakit!

Kamis, 01 Oktober 2020

Jangan Sampai Salah, Ini 5 Fakta tentang HIV yang Perlu Kamu Tahu

DokterSehat - Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang melumpuhkan sistem kekebalan tubuh manusia dari waktu ke waktu, sehingga penderitanya rentan terserang berbagai penyakit.

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Sayangnya, banyak orang percaya informasi salah atau mitos seputar penyakit HIV beserta cara penularannya. Bahkan, ini menstigmakan penderitanya selama puluhan tahun.

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang HIV yang perlu kamu pahami, agar tak lagi memercayai informasi yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

1. HIV/AIDS adalah penyakit berbahaya

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa HIV dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah dua kondisi yang berbeda. Orang yang terinfeksi HIV belum tentu memiliki AIDS. 

AIDS disebabkan oleh kerusakan sistem imun oleh virus HIV. Seseorang dikatakan memiliki AIDS bila dia terkena infeksi berbahaya, atau saat jumlah sel CD4 di dalam tubuhnya sangat rendah. AIDS adalah fase akhir dari HIV dan akibatnya bisa fatal.

Umumnya butuh waktu sekitar 10 tahun untuk penyakit HIV berkembang menjadi AIDS, khususnya bila infeksi virus tersebut tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

Seperti yang disebut sebelumnya, HIV/AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga tubuh tak lagi mampu mempertahankan diri dari penyakit dan infeksi. Bila ini terjadi, maka pasien bisa terkena penyakit serius seperti tuberkulosis, sifilis, dan masih banyak lagi.

2. HIV/AIDS bisa menular lewat berbagai cara

Virus HIV dapat menular jika darah yang terkontaminasi masuk ke tubuh manusia yang sedang terluka. Misalnya, ketika seseorang tangannya mengalami luka yang belum tertutup, kemudian berkontak dengan darah yang terkontaminasi, maka penularan akan terjadi.

Virus juga bisa menular lewat seks bebas atau perilaku seks berisiko, jarum suntik, atau apa pun yang memungkinkan masuknya darah yang terkontaminasi ke tubuh.

Penting untuk diingat bahwa HIV tidak menular melalui air liur, keringat, ciuman, gigitan nyamuk, toilet, atau sentuhan. Diperlukan kontak cairan tubuh seperti darah dan sperma untuk virus bisa ditularkan.SahabatQQ

3. HIV tidak hanya menyerang orang-orang dengan perilaku seks berisiko dan/atau pengguna narkoba

Umumnya orang menganggap bahwa HIV yang dialami oleh orang-orang berperilaku seks berisiko (seks tanpa proteksi, gonta-ganti pasangan, seks anal, dan sebagainya) dan/atau pengguna narkoba. Namun, sebenarnya siapa pun bisa tertular HIV, misalnya lewat prosedur transfusi darah.

Selain itu, bayi pun juga dapat tertular HIV bila sang ibu positif HIV. Melansir keterangan dari American College of Obstetricians and Gynecologists, selama kehamilan, HIV dapat melewati plasenta dan menginfeksi janin.

Selain itu, selama persalinan, bayi dapat terpapar virus dalam darah sang ibu dan cairan tubuh lainnya. Ketika akan melahirkan, ketuban akan pecah. Begitu ini terjadi, risiko penularan HIV ke bayi meningkat. Sebagian besar bayi yang tertular HIV dari ibunya terinfeksi saat persalinan. Menyusui juga dapat menularkan virus ke bayi.

Oleh karena itu, setiap orang harus waspada tanpa terkecuali terhadap penyakit menular yang satu ini.

4. Angka kasus HIV/AIDS di Indonesia

Menurut informasi dari laman Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, sejak pertama kali dilaporkan di Indonesia tahun 1987 sampai bulan Maret tahun 2019, kasus HIV/AIDS yang telah dilaporkan adalah 461 (89,7 persen) dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Data tersebut menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS cenderung meluas.

Data terakhir, sampai Maret 2019, jumlah kumulatif kasus HIV yang dilaporkan adalah sebanyak 338.363, yaitu 58,7 persen dari estimasi ODHA tahun 2016 sebanyak 640.443.

Saat ini ada lima provinsi dengan jumlah kasus HIV tertinggi, yaitu DKI Jakarta (60.501 kasus) diikuti Jawa Timur (50.060 kasus), Jawa Barat (35.529 kasus), Papua (33.485 kasus) dan Jawa Tengah (29,048 kasus).

Jumlah kasus AIDS yang dilaporkan dari tahun 2005-2019 relatif stabil setiap tahunnya. Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 hingga Maret tahun 2019 sebanyak 115.601 orang. Sementara itu, saat ini ada lima provinsi dengan jumlah kasus AIDS terbanyak, yaitu Papua (22.544 orang), Jawa Timur (20.113 orang), Jawa Tengah (10.548 orang), DKI Jakarta (10.116 orang) dan Bali (8.147 orang).Agen Domino99

5. Edukasi seks dan kesehatan reproduksi sejak dini sangat diperlukan untuk menekan angka kasus HIV/AIDS

Mengingat penyebaran HIV bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada kelompok yang berisiko rendah, maka kita mesti tahu langkah-langkah pencegahan yang efektif. Salah satunya adalah melalui edukasi seks atau kesehatan reproduksi sedini mungkin.

Ingat, edukasi seks itu tak hanya sekadar seks dan ini tidak sama dengan mengajarkan anak tentang seks bebas. Justru pendidikan seks yang benar akan mengajarkan anak tentang risiko dari perilaku seks bebas atau seks yang berisiko, termasuk berbagai dampak berbahayanya, termasuk penularan HIV dan penyakit lainnya. Tujuannya adalah supaya anak terhindar dari perilaku tersebut.

Dengan adanya pemahaman yang baik sejak dini, diharapkan nantinya siapa pun akan lebih berhati-hati dalam bertindak, terutama menghindari seks berisiko dan narkoba. Ingat, virus HIV bisa dialami siapa pun, termasuk kelompok risiko rendah.

Featured Post

8 Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Penting untuk Diketahui

Hidupsehat  - Penyebab emosi tidak stabil bisa sangat beragam, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan mental yang lebih seriu...