Jumat, 22 Januari 2021

5 Alasan Mengapa Kita Sering Susah Tidur Meski Lelah Seharian

BlogSehat - Padatnya aktivitas sehari-hari tak jarang membuat kita kelelahan. Sesampainya di rumah, rasanya ingin cepat-cepat tidur untuk memulihkan tenaga. Namun, entah kenapa yang terjadi justru sebaliknya, susah tidur!

Ada beberapa alasan kenapa kita bisa kesulitan untuk tidur padahal badan rasanya sudah capek. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini, ya!

1. Terlalu banyak mengonsumsi protein

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Japan Epidemiological Association dalam Journal of Epidemiology tahun 2013, disebutkan jika protein yang kita konsumsi memiliki kandungan energi yang cukup banyak untuk dicerna.

Oleh karenanya, sistem pencernaan akan terus bekerja meski kita telah memasuki waktu untuk tidur. Kondisi itulah yang membuat kita jadi sulit tidur. Jadi, usahakan untuk tidak mengonsumsi protein sebelum tidur agar kamu bisa langsung tertidur pulas.

2. Masih asyik bermain gadget

Setelah lelah seharian karena bekerja atau aktivitas lainnya memang paling asyik berselancar di sosial media. Entah untuk membaca berita, membalas chat orang lain, atau sekadar melepas penat saja.

Apalagi berselancar sambil rebahan di atas tempat tidur, wah, sebuah kenikmatan bukan? Namun, asyiknya bermain gadget sebelum tidur tidak sebanding dengan risiko susah tidur yang akan kamu alami setelahnya, lho.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature and Science of Sleep tahun 2012, disebutkan bahwa pancaran cahaya dari gadget akan mengganggu hormon melatonin dan juga menyerang retina kita. Akibatnya, tak hanya sulit tidur, tapi kamu juga akan merasa mengantuk keesokan harinya saat beraktivitas.SahabatQQ

3. Perut dalam keadaan kosong

Karena terlalu fokus bekerja, biasanya pola makan kita jadi tidak teratur. Akhirnya, tak sedikit yang menggabungkan beberapa jam makan jadi satu waktu, misalnya menggabungkan sarapan dengan makan siang atau menyatukan makan siang dengan makan malam. Akibatnya, saat malam hari perut kosong.

Kebiasaan makan yang tidak sehat seperti itu tentu saja bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, kebiasaan tersebut juga sangat berpengaruh terhadap jam tidur. Ini serupa dengan laporan dalam World Journal of Diabetes tahun 2018, yang menyebut bahwa ketika perut kita kosong pada malam hari, maka akan menyebabkan penurunan kadar gula darah. Penurunan kadar gula darah ini akan mengakibatkan kita mudah terbangun pada malam hari.

4. Meminum kopi

Untuk mengakhiri hari, tak sedikit orang yang memilih untuk menyeruput kopi. Meski terasa nikmat dan memberi efek menenangkan, tetapi kamu perlu waspada karena kopi bisa membuatmu susah tidur. 

Ini dibuktikan pada sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine tahun 2013, yang membuktikan bahwa konsumsi kopi 6 jam sebelum tidur bisa sangat memengaruhi jam tidur. Oleh karena itu, hindari minum kopi selepas jam 3 sore, ya, agar kualitas tidur tidak terganggu.Agen Domino99

5. Lampu kamar tidur yang terlalu terang

Selain cahaya yang dipantulkan oleh gadget, cahaya lampu kamar yang terlalu terang juga akan membuatmu jadi sulit untuk tidur. Merujuk pada sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Brain and Disorder Therapy tahun 2014, disebutkan bahwa cahaya lampu kamar tidur yang terang dapat memengaruhi siklus tidur kita.

Pasalnya, hormon yang dikeluarkan oleh pineal atau hormon yang menyebabkan kantuk akan terganggu. Jadi, meskipun tubuh rasanya sudah lelah, tetapi cahaya kamar tidur yang terlalu terang bisa membuatmu sulit untuk tertidur.

Itulah tadi beberapa alasan kenapa kamu sering kali susah tidur, padahal sudah kelelahan karena beraktivitas seharian. Semoga bermanfaat!

Senin, 18 Januari 2021

5 Cara Mudah Memperbaiki Suasana Hati akibat Stres Kerja

BlogSehat - Kerjaan yang menumpuk, deadline yang semakin dekat, masalah pribadi, lingkungan kerja yang toksik, dan masalah lainnya akan lebih mudah memicu stres. Semua orang bisa mengalami stres kerja. 

Meski stres kerja tampaknya normal, tetapi kalau dibiarkan dampaknya bisa meluas. Maka dari itu, kamu perlu melakukan berbagai cara untuk mengelola dan memperbaiki stres yang dialami akibat pekerjaan. Supaya kesehatan mental dan fisik terjaga, ada beberapa tips untuk mengatasi stres kerja seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Mendengarkan musik

Salah satu cara untuk mengembalikan suasana hati akibat stres kerja adalah dengan mendengarkan musik. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Amsterdam, Belanda, yang diterbitkan dalam jurnal Health Psychology Review tahun 2020 membuktikan bahwa musik dapat mengurangi stres. Mendengarkan lagu-lagu kesukaan kurang lebih 1 jam akan sangat berdampak pada kondisi mental.

Mendengarkan musik secara rutin selama 6 minggu juga akan mengurangi berbagai risiko akibat stres. Maka dari itu, kalau merasa mood-mu mulai drop, pasang lagu favoritmu!

2. Memeluk seseorang

Cara mudah dan ampuh lainnya untuk mengembalikan suasana hati adalah dengan memeluk seseorang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Pittsburgh, Amerika Serikat (AS), yang dimuat dalam jurnal PLoS One tahun 2018, memeluk seseorang dapat mengurangi jumlah hormon kortisol dalam tubuh. Ini bisa membantu mengusir amarah, rasa kesal, stres, atau perasaan negatif lainnya.

Hal ini disebabkan karena tubuh mengirim sinyal menenangkan ke dalam otak. Untuk itu, peluklah orang tersayang saat sedang stres. Bila kamu tinggal sendirian, kamu bisa melakukan butterfly hug, yaitu dengan cara menyilangkan kedua tangan di depan dada dan meletakkan telapak tangan pada bahu kita.SahabatQQ

3. Minum secangkir kopi atau teh

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Food Additives and Contaminants tahun 2003 menemukan bahwa kandungan kafein yang ada dalam kopi maupun teh bisa membantu mengembalikan suasana hati saat stres. 

Selain itu, kandungan lain pada minuman ini juga mampu untuk menstimulasi saraf, sehingga aliran darah yang menuju otak dan ke seluruh bagian tubuh akan lancar. Hal tersebut yang akan berdampak pada mood yang lebih baik.

4. Mandi

Agar suasana hatimu kembali lagi setelah mengalami stres, cobalah untuk mandi dengan air hangat. Menurut sebuah laporan dalam Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine tahun 2018, mandi air hangat bisa membantu otak merangsang produksi oksitosin. Hormon tersebut berfungsi untuk melawan hormon kortisol penyebab stres.Agen Domino99

5. Bermain dengan hewan peliharaan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dari Washington State University, AS, yang dimuat dalam jurnal AERA Open tahun 2019, bermain dengan hewan peliharaan selama 10 menit dapat membantu mengembalikan suasana hati serta mengurangi efek stres.

Perasaan senang dan nyaman itulah yang akan meluruhkan hormon stres dalam tubuh kita. Hewan peliharaan seperti kucing maupun anjing dapat membantu mengembalikan suasana hati seperti sedia kala.

Itulah cara mudah yang bisa kamu lakukan untuk mengembalikan suasana hati akibat stres kerja atau stres pada umumnya. Yuk, belajar untuk mengelola kesehatan mental dengan lebih baik karena pada dasarnya kondisi mental yang baik akan berdampak baik pula pada tubuh kita secara keseluruhan.

Sabtu, 16 Januari 2021

Ini 5 Cara Alami untuk Mengusir Lemak Perut Yang Membuncit

BlogSehat - Banyaknya lemak viseral bisa menyebabkan perut buncit. Itulah kenapa kita kerap melihat orang yang tampak kurus tetapi perutnya buncit. Kondisi ini tentunya tidak boleh disepelekan, karena lemak viseral dikenal berbahaya.

Mengutip Healthline, lemak viseral juga dikenal sebagai lemak perut. Letaknya jauh di rongga perut dan mengelilingi organ-organ tubuh. Perut yang membesar dan ukuran lingkar pinggang yang besar dapat menjadi tanda bahwa lemak viseral yang kamu miliki sudah berlebihan.

Berdasarkan hasil berbagai studi, kelebihan lemak viseral telah dihubungkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, resistansi insulin, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.

Lemak viseral juga dapat menghasilkan penanda inflamasi seperti IL-6, IL-1β, PAI-I dan TNF-α, yang mana peningkatan jumlahnya berhubungan dengan risiko-risiko penyakit yang telah disebutkan di atas.

Untuk menghilangkannya, kamu bisa ikuti cara-cara alami seperti yang akan diuraikan di bawah ini. Apa saja?

1. Mengurangi stres

Berdasarkan penelitian yang terbit dalam Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, stres bisa memicu perubahan hormon. Di antaranya adalah glukokortikoid, katekolamin, hormon pertumbuhan, serta prolaktin. Perubahan tersebut mengakibatkan gangguan endokrin dan obesitas.

Laporan yang dimuat dalam jurnal Endocrinology menemukan bahwa sekresi hormon glukokortikoid akibat stres dapat meningkatkan jumlah lemak viseral. Diketahui, kelebihan kalori akan disimpan dalam berbagai depot lemak yang berbeda. Hanya saja, tingginya hormon glukokortikoid membuat cadangan lemak ini banyak didistribusikan di area perut bagian tengah.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Obesity Research melibatkan 41 perempuan obesitas. Hasilnya, mereka yang sudah memiliki ukuran pinggang lebar (memiliki lemak viseral berlebih), cenderung memproduksi hormon kortisol yang lebih banyak. Padahal, hormon kortisol ini memengaruhi distribusi lemak dan menyebabkan lemak banyak terpusat pada perut.

Hubungan antara stres dan lemak viseral ini bisa dikatakan seperti siklus. Stres akan memicu terbentuknya lemak viseral, dan ketika lemak perut ini jumlahnya berlebih, akan memicu produksi hormon stres yang lebih banyak lagi.

Jadi, penting sekali untuk mengelola stres dengan baik mulai sekarang. Di antaranya dengan rutin olahraga, melakukan latihan pernapasan, meditasi, atau sesimpel melakukan hobi atau perbanyak me-time. 

2. Cukup tidur

Langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan untuk menghilangkan perut buncit adalah memastikan bahwa kamu memiliki kuantitas dan kualitas tidur yang baik. Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam jurnal Sleep, kurang tidur bisa mendorong terbentuknya lemak viseral.

Studi lainnya yang dilaporkan dalam jurnal Obesity melibatkan 293 orang berusia 18-65 tahun. Penelitian yang menghabiskan waktu 6 tahun ini menemukan, mereka yang meningkatkan jumlah tidur mereka dari 6 jam atau kurang menjadi 7-8 jam per hari, lemak perutnya berkurang hingga 26 persen.SahabatQQ

3. Lakukan latihan aerobik

Olahraga aerobik, seperti jalan cepat, berlari, berenang, atau sepak bola, merupakan latihan yang banyak membakar kalori. Karena itu, jenis olahraga ini dapat kamu pilih untuk membantu mengusir lemak perut.

Laporan yang dimuat dalam jurnal PLoS One menganalisis 15 studi yang melibatkan 852 laki-laki dan perempuan yang obesitas, untuk menentukan jenis latihan paling efektif dalam menghilangkan jaringan lemak viseral. Hasilnya, tanpa dibarengi diet, latihan aerobik intensitas sedang maupun tinggi menjadi pilihan terbaik dalam menghilangkan lemak perut.

Cobalah untuk melakukan olahraga aerobik 2-3 kali seminggu. Hasilnya akan lebih maksimal bila dibarengi dengan pola makan sehat bergizi seimbang.

4. Mengurangi minuman manis

Saat ini, minuman manis bisa dengan mudah didapat dan jenisnya pun bermacam-macam. Mulai dari minuman berbasis kopi, hingga minuman manis lainnya dengan berbagai rasa, plus ditambah pula dengan topping bermacam-macam.

Sayangnya, minuman dengan tambahan pemanis tidak sehat. Melansir Medical News Today, asupan gula berlebih diduga menjadi penyebab utama seseorang mengalami kelebihan berat badan, terutama di area perut.

Konsumsi minuman manis yang berlebihan bisa meningkatkan jumlah lemak viseral dengan memicu terjadinya resistansi insulin serta proses peradangan atau inflamasi.

Selain itu, minuman manis ini bisa jadi berbahaya karena seseorang bisa mengonsumsi gula dalam jumlah besar tanpa menyadarinya. Itulah sebabnya, langkah paling mudah yang bisa kamu lakukan untuk mengenyahkan lemak perut adalah dengan mengurangi atau membatasi konsumsinya, dan gantilah dengan minuman yang lebih menyehatkan seperti air putih atau minuman lainnya tanpa penambahan pemanis.Agen Domino99

5. Kurangi konsumsi karbohidrat olahan

Mengutip Medical News Today, jenis karbohidrat sederhana atau karbohidrat olahan, seperti nasi, roti putih atau produk dari tepung rafinasi lainnya, serta makanan dan minuman yang mengandung pemanis tambahan, diketahui rendah nilai gizi tapi tinggi kalori.

Sering mengonsumsinya, bisa mendorong terbentuknya lemak viseral. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Progress in Cardiovascular Diseases menjelaskan penyebabnya.

Berdasarkan laporan tersebut, konsumsi fruktosa (salah satu jenis gula sederhana) secara berlebihan dapat memicu terjadinya inflamasi pada semua sel yang terlibat dalam metabolismenya.

Ketika fruktosa ini dimetabolisme di jaringan lemak subkutan (terletak tepat di bawah kulit), inflamasi yang diakibatkannya akan mendorong produksi kortisol intraseluler yang bertugas mengurangi inflamasi tersebut.

Sayangnya, peningkatan kortisol intraseluler ini menyebabkan banyaknya aliran asam lemak yang tadinya berada di jaringan lemak subkutan jadi berpindah ke bagian perut, menjadi lemak viseral. 

Peningkatan jumlah kortisol intraseluler, pemicu terbentuknya lemak viseral, juga dapat disebabkan akibat terjadinya inflamasi akibat fruktosa, yang terjadi pada organ hati atau lever.

Agar lebih sehat, kamu bisa mengganti karbohidrat sederhana atau olahan dengan jenis karbohidrat yang kompleks. Di antaranya nasi merah, umbi-umbian, buah dan sayur, atau biji-bijian utuh.

Nah, itu dia cara alami untuk menghilangkan lemak perut yang membuat perutmu buncit. Bila dilakukan secara rutin dan konsisten, itu tak hanya bisa mengusir lemak perut dan memperbaiki penampilanmu, tetapi juga membuatmu lebih sehat dan terhindar dari banyak penyakit. Yuk, mulai lakukan hari ini juga!

Jumat, 15 Januari 2021

5 Cara Mencegah Sakit Leher saat Bangun Tidur

BlogSehat - Tidak ada seorang pun yang saat bangun pagi mengalami sakit leher, bukannya terbangun dengan perasaan segar dan bugar. Nyeri tersebut selain bikin tak nyaman, tetapi juga bisa mengganggu aktivitas.

Ada beberapa penyebab seseorang mengalami nyeri leher. Misalnya otot yang tegang, posisi tidur yang salah, atau adanya beberapa penyakit yang mendasari seperti artritis reumatoid hingga meningitis.

Bila penyebab sakit leher bukan karena adanya kondisi medis tertentu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah itu terjadi saat bangun tidur. Sesuai penjelasan dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa cara mencegahnya.

1. Hindari penggunaan bantal yang terlalu tinggi 

Bantal yang terlalu tinggi bisa membuat leher tertekuk semalaman dan membuatnya nyeri serta kaku keesokan harinya.

Hal tersebut diperkuat dengan sebuah laporan berjudul "Effect of pillow height on the biomechanics of the head-neck complex: Investigation of the cranio-cervical pressure and cervical spine alignment" yang dimuat dalam jurnal PeerJ tahun 2016.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa posisi bantal yang tinggi secara signifikan dapat meningkatkan tekanan rata-rata di daerah kranial dan tulang belakang leher, serta meningkatkan ekstensi dan lordosis dari tulang belakang leher. Tekanan inilah yang membuat leher terasa nyeri.

2. Jangan lakukan gerakan tiba-tiba 

Gerakan tiba-tiba, seperti duduk terlalu cepat atau melakukan dorongan anggota tubuh yang kuat ketika tidur terbukti bisa membuat otot leher jadi tegang.

Melansir Healthline, kadang kamu kesulitan tidur dan menggerakkan tubuhmu ke kanan dan ke kiri, duduk lalu berbaring lagi, dan gerakan mengagetkan lainnya. Bila dilakukan terus-menerus, otot leher bisa jadi tegang dan stres.SahabatQQ

3. Perhatikan cara bangun tidurmu 

Ketika otakmu memberi tahu hari sudah pagi, secara alam bawah sadar otak akan memberi tahu tubuh yang mungkin masih dalam mode tidur. Tanpa disadari, leher secara refleks akan berusaha keras mengangkat tubuhmu ke atas. Nah, biasanya hal ini menyebabkan leher terasa sakit.

Untuk mencegahnya, cobalah untuk lebih memperhatikan cara bangun tidurmu. Melansir Lifehack, kamu bisa memosisikan tubuh menghadap tepi tempat tidur. Dengan kedua telapak tangan di depanmu, dorong tubuhmu hingga berada pada posisi duduk. Dengan cara ini, otot di leher yang masih kaku tidak terlalu berusaha keras mengangkat tubuh dari tempat tidur.

4. Lakukan peregangan otot leher

Meregangkan otot leher secara perlahan bisa mengurangi stres dan membuat tulang belakang jadi lebih relaks. Kamu bisa melakukan peregangan dengan memutar leher ke kanan dan ke kiri, ke atas dan ke bawah, melipat dagu, dan menggerakkan kedua bahu secara perlahan.Agen Domino99

5. Mandi air hangat 

Biarkan air hangat mengalir ke seluruh otot leher untuk membuatnya lebih relaks, kendur, sekaligus membuatnya lebih waspada. Melansir laman Britanica, cara ini dinilai efektif untuk menyegarkan otot yang belum bangun, termasuk otot leher.

Supaya hasilnya maksimal, tambahkan minyak aromaterapi kesukaanmu beberapa tetes di bak mandi, sehingga kamu akan lebih semangat dalam beraktivitas. 

Sakit leher saat bangun tidur adalah masalah yang sering dialami. Meski begitu, ada caranya untuk mencegahnya, kok. Meski demikian, bila curiga nyeri yang dialami diakibatkan oleh kondisi medis tertentu, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar bisa mendapat penanganan yang tepat.

Senin, 11 Januari 2021

Ketahui 5 Bahaya Sering Menahan Buang Air Besar

DokterSehat - Buang air besar merupakan mekanisme alami tubuh untuk menjaga fungsi dan kesehatan tubuh. Karenanya, tiap orang perlu buang air besar secara teratur.

Hanya saja, terkadang orang merasa perlu menunda buang air besar (BAB) karena merasa malu atau berada di waktu yang tidak tepat. Meskipun menahan BAB sesekali tidak berbahaya, tetapi kebiasaan menunda-nunda dapat menyebabkan berbagai masalah serius.

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa bahaya yang mungkin terjadi akibat kebiasaan menunda buang air besar.

1. Memicu sembelit

Menahan kebutuhan untuk BAB dapat menyebabkan sistem pencernaan mundur, sehingga menundanya bisa menyebabkan sembelit, seperti dijelaskan di laman WebMD.

Pada gilirannya, ini dapat mengurangi frekuensi BAB ke depannya. Juga, menahan BAB bisa menyebabkan air terserap dari tinja, sehingga buang air besar terasa menyakitkan dan tinja sulit dikeluarkan. Kondisi ini dikenal sebagai sembelit atau konstipasi.

2. Impaksi tinja

Sebagaimana dijelaskan dalam laman Everyday Health, menahan buang air besar terlalu lama dapat menyebabkan kondisi yang disebut impaksi tinja. Ini merupakan kondisi tinja yang mengering menjadi tersangkut dan tidak dapat keluar dengan sendirinya.

Lebih lanjut, kondisi ini mungkin perlu diatasi dengan pengobatan oleh profesional kesehatan, atau bahkan operasi untuk menghilangkan penyumbatan.SahabatQQ

3. Memicu wasir

Efek samping potensial lainnya dari menunda buang air besar adalah wasir. Seperti dijelaskan dalam laman Prevention, menahan keluarnya tinja dapat menyebabkan sembelit, yang pada gilirannya dapat menyebabkan perkembangan wasir.

Wasir sendiri dikenal merupakan kondisi yang menyebabkan gatal, menyakitkan, dan tidak nyaman. Karenanya, kebiasaan menahan tinja perlu dihindari.

4. Perut menjadi tertekan

Kenyamanan usus secara keseluruhan akan terganggu selama kamu menunda kebutuhan untuk membuang air besar. Akhirnya, aktivitas menahan kotoran ini akan menyebabkan kram perut, tekanan, dan kembung, menurut laman Women's Health.

Memang, efek samping ini sebenarnya bukanlah kondisi yang parah. Akan tetapi, perasaan kembung dan tidak nyaman ini akan sangat mengganggu aktivitasmu.Agen Domino99

5. Meninggal dunia

Laman Independent pernah melaporkan kasus seorang gadis remaja yang meninggal karena serangan jantung setelah menahan diri ke toilet selama 8 minggu. Gadis itu juga menderita ketakutan akan toilet dan kasus autisme ringan.

Meskipun ini adalah kasus yang tidak umum, tetapi seharusnya ini sudah cukup untuk menjelaskan bahwa menahan BAB bukanlah hal yang baik, bahkan bisa sangat berbahaya.

Pada dasarnya, menahan kotoran adalah hal yang sangat tidak disarankan. Namun, jika kamu berada dalam situasi yang tidak tepat untuk buang air besar, kamu dapat mengontrol otot yang relevan sampai waktu yang tepat untuk buang air besar.

Sabtu, 09 Januari 2021

5 Dampak Negatif Tidur dengan Mulut Terbuka, Harus Segera Diatasi!

DokterSehat - Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua menggunakan hidung dan mulut untuk bernapas. Kita juga tahu bahwa mayoritas ahli merekomendasikan pernapasan dengan hidung karena beberapa alasan kesehatan.

Namun, pada beberapa kesempatan, kadang kita lebih cenderung bernapas menggunakan mulut daripada hidung, misalnya saat sedang berolahraga. Begitu juga saat tidur, beberapa orang cenderung tidur dengan mulut terbuka yang secara otomatis menyebabkan pernapasan melalui mulut lebih dominan.

Rupanya, kebiasaan tidur dengan mulut terbuka dapat menyebabkan berbagai masalah. Apa sajakah itu? Simak pembahasannya di bawah ini.

1. Mulut dan bibir kering

National Institute of Dental and Craniofacial Research melaporkan bahwa tidur dengan mulut terbuka bisa menyebabkan banyak cairan hilang. Hal itu terjadi karena cairan atau air liur menguap dari mulut yang terbuka, sehingga esok harinya kamu bangun dengan mulut dan bibir yang kering.

Lebih lanjut, hal ini dapat menyebabkan banyak masalah, seperti gangguan menelan. Belum lagi, bangun dengan mulut kering bisa jadi tidak nyaman.

2. Bau mulut

Bau mulut bisa jadi konsekuensi akibat hilangnya air liur saat kamu tidur dengan mulut terbuka, yang membuat mulut tidak bisa membersihkan diri. Lebih jauh, jika banyak bakteri yang dibiarkan menumpuk, ini akan menyebabkan kerusakan gigi.

Sebuah penelitian dalam jurnal Clinics bahkan menemukan kaitan antara pernapasan mulut invasif selama tidur dan bau mulut pada anak-anak. Penelitian tersebut melaporkan bahwa lebih dari 50 persen peserta memiliki bau yang kuat akibat tidur dengan mulut terbuka. Walau partisipan adalah anak-anak, tetapi kemungkinan hal ini juga dialami oleh orang dewasa.SahabatQQ

3. Kelelahan dan kantuk sepanjang hari

Konsekuensi umum lainnya akibat tidur dengan mulut terbuka adalah bangun dengan perasaan lelah. Sebab, tidur yang seperti itu menyebabkan kamu sulit tidur nyenyak, sehingga esok harinya kamu akan merasa lelah sepanjang hari. 

Sebuah penelitian dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa tidur dengan mulut terbuka dapat memengaruhi tahapan tidur, serta mengganggu pola tidur nyenyak yang penting untuk istirahat dan tidur restoratif. Akhirnya, esok paginya kamu akan bangun dan beraktivitas seperti orang yang kurang istirahat.

4. Memengaruhi pertumbuhan gigi dan tengkorak

Menurut sebuah studi di Journal of International Oral Health, pernapasan mulut dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan yang lebih rendah pada anak-anak, terutama fitur wajah dan gigi.

Tidur dengan mulut terbuka bisa menyebabkan gigi berdesakan dan terbangun dengan gusi bengkak. Selain itu, tidur dengan mulut terbuka dapat menyebabkan pertumbuhan gigi lebih lambat dan amandel membengkak.Agen Domino99

Terkadang, tidur dengan mulut terbuka dapat menyebabkan wajah lebih pendek atau lebih panjang, saluran hidung menyempit, dagu lebih kecil, dan bibir kaku. Kadang-kadang, hal itu dapat menyebabkan rahang bawah lebih menghadap ke dalam dibandingkan dengan bibir atas.

5. Masalah dengan proses menelan

Melansir Good Housekeeping, tidur dengan mulut terbuka berhubungan dengan cara menelan yang tidak normal. Karena saat mulut kering, kamu cenderung mendorong lidah ke depan untuk menelan alih-alih menutup mulut.

Saat menelan normal, lidah menekan atap mulut dan menciptakan gelombang yang mengirim makanan ke kerongkongan dan masuk ke perut.

Juga, benapas dengan mulut menyebabkan lebih banyak udara tertelan, yang dapat memengaruhi refluks lambung.

Setelah mengetahui masalah yang mungkin ditimbulkan dari tidur dengan mulut terbuka, tentunya kita jadi paham bahwa kebiasaan tidur tersebut tak boleh terus dibiarkan. Jadi, bicarakan dengan dokter untuk mencari solusi bagaimana menghentikan kebiasaan tersebut. 

Jumat, 08 Januari 2021

Inilah 5 Penyebab Masih Muda Sudah Kena Penyakit Jantung, Waspadalah!

DokterSehat - Penyakit jantung sudah tak lagi identik dengan lansia. Saat ini, banyak orang yang berusia masih terbilang muda, tapi sudah kena penyakit mematikan ini.

SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation tahun 2018 melibatkan 28.732 pasien berusia 35-74 tahun telah membuktikannya. Partisipan merupakan pasien yang dirawat di rumah sakit akibat kena serangan jantung antara tahun 1995 sampai tahun 2014.

Hasilnya, sebanyak 30 persen dari pasien tersebut tergolong muda. Selain itu, dari tahun ke tahun angka serangan jantung pada usia muda, terutama perempuan, mengalami peningkatan. Tingkat serangan jantung pada pasien usia 35-54 tahun telah meningkat dari 27 persen (tahun 1995-1999) menjadi 32 persen (tahun 2010-2014).

Peningkatan jumlah tersebut juga terjadi pada penyakit tidak menular lainnya, yakni hipertensi pada usia muda meningkat dari 59 persen menjadi 73 persen, dan diabetes meningkat dari 25 persen menjadi 35 persen.

Ada beberapa penyebab kenapa seseorang yang masih muda bisa terkena penyakit jantung. Mari kita simak sama-sama ulasannya.

1. Merokok

Salah satu hal terpenting yang bisa kamu lakukan jika serius ingin terhindar dari risiko terkena penyakit jantung adalah dengan menjauhi kebiasaan merokok. Kaitan antara rokok dengan risiko berbagai penyakit telah dilaporkan dalam jurnal Circulation tahun 1997.

Diketahui, sebanyak 30 persen dari kematian akibat penyakit jantung koroner disebabkan oleh kebiasaan merokok. Merokok, juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena stroke iskemik hingga dua kali lipat.

Tak hanya itu, para perokok menjadi lebih rentan terhadap risiko penyakit pembuluh darah perifer, kanker, penyakit paru-paru kronis, dan banyak penyakit kronis lainnya.

Di Amerika Serikat (AS), jika kebiasaan merokok ini bisa ditekan, maka akan dapat mengurangi tingkat kematian dini hingga 430.000 jiwa setiap tahunnya.

2. Kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung. Hasil penelitian yang terbit di Journal of the American College of Cardiology menemukan kaitan antara tingkat kolesterol tinggi dengan kemungkinan penyakit jantung.

Penelitian yang melibatkan 5.000 orang berusia 18-30 tahun ini dilakukan oleh para peneliti dari University of Maryland School of Medicine, AS. Kesimpulannya, memiliki kadar kolesterol tinggi saat masih remaja atau di usia awal 20-an, akan meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung, stroke, atau penyakit kardiovaskular lainnya saat mereka di usia paruh baya.

Peningkatan risiko ini akan tetap terjadi, meskipun orang tersebut telah mampu menurunkan kadar kolesterolnya sampai level sehat, sebelum mencapai usia akhir 30.

Hal ini bisa menjadi dasar agar para dokter maupun orang tua untuk menekankan pentingnya pola hidup sehat sejak dini, sehingga mengurangi jumlah remaja atau anak muda yang mengalami kolesterol tinggi. Dengan begitu, angka penyakit jantung yang dialami oleh generasi muda pun bisa dikurangi.SahabatQQ

3. Depresi

Depresi bisa timbul akibat tingkat stres tinggi yang dibiarkan berlarut-larut. Penyakit mental ini tak hanya bisa mengganggu kehidupan personal penderitanya, tapi juga memengaruhi kesehatan fisik.

Mengutip laporan yang diterbitkan dalam AMA Journal of Ethics, hasil studi yang berlangsung selama 40 tahun terhadap hampir 1.200 mahasiswa Johns Hopkins Medical School menemukan bahwa mereka yang memiliki riwayat depresi berat atau depresi klinis, bahkan jika depresi itu telah terjadi 10 tahun yang lalu, memiliki kemungkinan terkena penyakit jantung koroner sebanyak dua kali lipat dibanding yang tidak memiliki riwayat depresi. Adanya riwayat depresi ini juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 20 persen.

Para peneliti menduga, hubungan antara depresi dengan penyakit jantung disebabkan efek buruk hormon kortisol pada sistem kardiovaskular.

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon adrenalin dan kortisol. Hormon stres ini memang berguna dalam jangka pendek, tapi merugikan dalam jangka panjang.

Orang yang depresi, selalu berada dalam keadaan tertekan atau stres, menyebabkan kadar hormon kortisol dalam tubuhnya selalu tinggi. Hal tersebut akan memicu resistansi insulin dan peningkatan lemak viseral, yang kemudian meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung.

4. Gaya hidup tidak aktif

Jarang olahraga, ke mana-mana selalu menggunakan kendaraan pribadi, malas jalan kaki, pesan apa-apa selalu lewat daring karena gerak ke luar saja enggan, adalah beberapa contoh gaya hidup tidak aktif.

Melansir laman resmi New York State Department of Health, supaya kamu tidak termasuk fisik yang tidak aktif, American Heart Association merekomendasikan untuk melakukan latihan aerobik 30-60 menit, setidaknya 3-4 kali dalam seminggu.

Yang termasuk latihan aerobik ini di antaranya adalah jalan cepat, berenang, bersepeda, sepatu roda, dan lompat tali. Melakukannya, penting untuk kesehatan jantung dan paru-paru.

Sementara itu, pernyataan konsensus tahun 1996 oleh National Institutes of Health menganjurkan orang dewasa untuk melakukan aktivitas sedang setiap harinya minimal selama 30 menit (jumlah waktu akumulasi).

Yang dimaksud dengan aktivitas sedang antara lain adalah jalan santai, naik tangga, berkebun, mengurus pekarangan rumah, melakukan pekerjaan rumah skala sedang hingga berat, menari, maupun olahraga di rumah.

Ada banyak manfaat yang bisa kamu peroleh dengan rutin melakukan aktivitas fisik. Di antaranya adalah mengurangi risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular, mencegah diabetes, menurunkan berat badan, mengurangi hipertensi, salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Sebaliknya, gaya hidup yang tidak aktif dapat meningkatkan risiko hipertensi hingga 30-50 persen. Meski terkesan sepele, ternyata fisik yang tidak aktif disetarakan dengan faktor risiko penyakit jantung lainnya, yakni kebiasaan merokok, tingkat kolesterol tinggi, dan hipertensi.

Jadi, yuk mulai sekarang banyak-banyakin gerak. Jangan sampai usia masih muda terkena penyakit mematikan!Agen Domino99

5. Diabetes

Seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic, kardiolog, Luke Laffin, MD, menuturkan bahwa saat ini serangan jantung bisa terjadi pada orang muda berusia 25 atau 35 tahun. Padahal, 20 tahun yang lalu, kasus ini tak pernah terjadi.

Lanjutnya, ada beberapa alasan terjadinya peningkatan serangan jantung di usia muda. Akan tetapi, salah satu faktor risiko terbesarnya adalah terjadi peningkatan insiden diabetes tipe 2.

Beberapa hal yang menyebabkan seseorang terkena diabetes tipe 2 antara lain adalah banyaknya mengonsumsi makanan olahan, obesitas, gaya hidup sedenter, dan minim aktivitas fisik.

Laporan yang dimuat dalam World Journal of Diabetes menemukan, terdapat hubungan yang erat antara diabetes melitus dengan penyakit kardiovaskular. Diketahui, faktor risiko kardiovaskular, seperti obesitas, hipertensi, dan dislipidemia (kadar lemak dalam darah meningkat), merupakan kondisi yang umum ditemukan pada penderita diabetes. Hal ini yang kemudian mengakibatkan penyakit kardiovaskular menjadi penyebab umum kematian penderita diabetes.

Itulah penyebab seseorang yang masih berusia muda sudah terkena penyakit jantung. Menghindari faktor risiko di atas memang tidak bisa menjamin 100 persen seseorang bisa terhindar dari penyakit jantung. Namun, setidaknya kamu sudah berusaha untuk meminimalkan risiko. Lebih baik mencegah, kan, daripada mengobati?

Featured Post

8 Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Penting untuk Diketahui

Hidupsehat  - Penyebab emosi tidak stabil bisa sangat beragam, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan mental yang lebih seriu...