Hidupsehat - Penyebab berat badan naik drastis bisa berasal dari berbagai faktor, mulai dari pola makan yang berubah, kurang tidur, hingga kondisi kesehatan tertentu. Kenaikan berat badan yang tiba-tiba bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bisa menjadi petunjuk adanya masalah pada tubuh yang tidak boleh diabaikan.
Kenaikan berat badan yang terjadi secara perlahan biasanya terkait kebiasaan makan dan pola hidup sehari-hari. Namun, bila berat badan naik drastis dalam waktu singkat, hal ini perlu diperhatikan ya.
Sering kali berat badan yang naik secara drastis dan cepat bisa dipicu oleh faktor lain, termasuk kondisi kesehatan yang perlu segera ditangani. Oleh karena itu, selain memahami pemicunya, penting untuk mengetahui kapan Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika berat badan terus bertambah tanpa sebab yang jelas.SahabatQQ
Penyebab Berat Badan Naik Drastis yang Paling Sering Terjadi
Ada sejumlah faktor utama yang dapat menyebabkan berat badan naik secara drastis. Berikut beberapa di antaranya:
1. Perubahan pola makan
Kebiasaan makan sehari-hari sangat berpengaruh terhadap berat badan. Misalnya, sering mengonsumsi makanan tinggi kalori, gula, dan lemak dapat menjadi penyebab utama berat badan naik drastis.
Makanan seperti gorengan, fast food, minuman manis, atau camilan kemasan memang menggoda lidah, tetapi kandungan kalorinya bisa jauh melebihi kebutuhan tubuh harian Anda.
Selain itu, pola makan yang tidak terkontrol, seperti porsi makan berlebihan, sering ngemil di malam hari, atau tidak memperhatikan nilai gizi makanan, bisa membuat asupan kalori harian jauh melebihi yang dibutuhkan tubuh. Lambat laun, kelebihan kalori tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Inilah yang kemudian menyebabkan berat badan bertambah dengan cepat.
2. Kurang aktivitas fisik
Secara umum, tubuh akan banyak membakar kalori saat Anda bergerak, berjalan, atau berolahraga. Jika aktivitas fisik sangat kurang, misalnya karena pekerjaan kantor yang menuntut duduk lama, kebiasaan menggunakan kendaraan untuk jarak dekat, atau kurang berolahraga di waktu senggang, maka kalori yang masuk lewat makanan tidak terpakai secara optimal.
Kurang gerak atau terlalu banyak duduk dalam sehari bisa membuat pembakaran lemak menjadi minim. Bila kebiasaan ini berlangsung lama, lemak akan terus menumpuk tanpa terpakai sebagai energi, sehingga berat badan Anda pun naik secara signifikan.
Bukan hanya itu, kurang bergerak juga menyebabkan otot kehilangan kekuatan dan massa, yang pada akhirnya menurunkan metabolisme tubuh. Akibatnya, tubuh semakin efisien dalam menyimpan lemak, menjadikan berat badan makin sulit dikontrol meskipun porsi makan tidak bertambah secara signifikan.
3. Kurang tidur
Kurang tidur menjadi penyebab berat badan naik drastis yang sering tidak disadari. Padahal, kurang tidur bisa berdampak besar pada keseimbangan hormon, khususnya hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, seperti ghrelin dan leptin.
Saat tidur Anda kurang, hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan cenderung meningkat, sedangkan hormon leptin yang menekan nafsu makan justru menurun.
Akibatnya, Anda akan merasa lebih sering lapar dan sulit menahan keinginan untuk makan, terutama makanan tinggi gula dan lemak. Hal ini sering terjadi pada orang yang sering begadang, bekerja shift malam, atau mengalami gangguan tidur kronis.
4. Stres yang tidak terkontrol
Penyebab berat badan naik drastis juga bisa terjadi karena stres yang tidak terkontrol. Saat mengalami stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang bisa memicu perubahan perilaku makan. Banyak orang jadi cenderung makan berlebihan atau memilih makanan tidak sehat untuk meredakan stres (stress eating).
Hormon kortisol juga berperan dalam meningkatkan penyimpanan lemak, terutama di area perut. Jika stres berlangsung lama tanpa diiringi penanganan yang tepat, berat badan bisa naik drastis meski pola makan terlihat biasa saja.
Tak jarang, stres juga memengaruhi pola tidur dan motivasi untuk berolahraga. Dua hal ini akan memperburuk risiko kenaikan berat badan.
5. Gangguan hormon
Berbagai gangguan hormon dapat menyebabkan penambahan berat badan, misalnya hipotiroidisme dan sindrom ovarium polikistik (PCOS). Pada hipotiroidisme, produksi hormon tiroid yang rendah memperlambat metabolisme tubuh, sehingga tubuh membakar kalori lebih sedikit dan mudah menyimpan lemak.
Sementara pada PCOS, gangguan keseimbangan hormon menyebabkan resistensi insulin dan perubahan cara tubuh menyimpan energi. Kondisi ini tidak hanya memicu kenaikan berat badan drastis, tetapi juga sulit dikendalikan dengan pola makan dan olahraga saja.
Gejala lain yang biasanya menyertai gangguan hormon adalah kelelahan, mudah lelah, perubahan siklus menstruasi, serta munculnya rambut berlebih atau jerawat. Jika Anda mengalami tanda-tanda ini bersamaan dengan kenaikan berat badan yang cepat, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga : 7 Kebiasaan Buruk Penyebab Meningitis yang Perlu Dihindari
6. Efek samping penggunaan obat
Beberapa jenis obat dapat menjadi penyebab berat badan naik drastis dan mendadak. Efek samping ini biasanya bisa ditimbulkan pada orang yang mengonsumsi kortikosteroid, antidepresan, pil KB, obat diabetes, atau obat tekanan darah tinggi tertentu.
Peningkatan berat badan akibat obat biasanya bisa terjadi karena efek samping yang memicu peningkatan nafsu makan, memperlambat metabolisme, atau menyebabkan retensi cairan. Bahkan, beberapa orang mengalami kenaikan berat badan dalam jumlah cukup besar hanya dalam beberapa minggu penggunaan obat.
7. Retensi cairan tubuh
Penyebab berat badan naik drastis tidak selalu disebabkan oleh penumpukan lemak, tapi bisa juga karena retensi cairan atau edema. Ini bisa terjadi jika tubuh menahan cairan berlebih akibat masalah kesehatan seperti gagal jantung, gangguan ginjal, penyakit hati, atau efek konsumsi garam berlebihan.
Retensi cairan biasanya menimbulkan gejala tambahan, seperti pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tangan, atau wajah, serta rasa berat di area yang bengkak. Berat badan bisa naik cukup banyak dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam beberapa hari.
8. Faktor usia
Seiring bertambahnya usia, proses metabolisme tubuh akan melambat secara alami. Hal ini menyebabkan tubuh membakar kalori lebih sedikit meski pola makan dan aktivitas fisik Anda tidak berubah. Selain itu, massa otot juga cenderung berkurang, padahal otot berperan penting dalam pembakaran kalori.
Penurunan hormon tertentu pada pria maupun wanita turut memengaruhi perubahan distribusi lemak dalam tubuh dan mempercepat penambahan berat badan. Jika tidak diimbangi dengan penyesuaian pola makan dan peningkatan aktivitas fisik, biasanya berat badan akan naik perlahan tapi pasti.
Hal yang Perlu Diwaspadai Bila Berat Badan Naik Drastis
Memperhatikan penyebab berat badan naik drastis sangat penting untuk menemukan solusi yang tepat. Menjaga pola makan seimbang, tidur cukup, dan rutin berolahraga merupakan langkah awal yang dapat dilakukan setiap hari.
Namun, apabila Anda sedang menjalani pengobatan rutin atau memiliki riwayat penyakit tertentu, jangan ragu berdiskusi dengan dokter bila mengalami kenaikan berat badan yang tidak biasa.
Kenaikan berat badan yang terjadi secara mendadak tidak boleh dianggap remeh, terutama jika disertai keluhan lain, seperti:
- Pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki, tangan, atau wajah
- Sesak napas, nyeri dada, atau detak jantung tidak teratur (aritmia)
- Perubahan siklus menstruasi, pertumbuhan rambut berlebih, atau tiba-tiba menjadi jerawatan
- Lemas, mudah lelah, atau tidak bertenaga meski tanpa aktivitas berat
- Kenaikan berat badan lebih dari 2-3 kg dalam beberapa hari tanpa adanya perubahan pola makan
- Muncul gatal-gatal, kulit menguning, nafsu makan menurun, atau nyeri perut
Jika mengalami salah satu atau beberapa tanda di atas, sangat penting untuk tidak menunda pemeriksaan medis agar penyebabnya bisa diketahui dan diatasi dengan tepat.Agen DominoQQ