5 Mitos Seputar Tidur yang Pantang Dilakukan, Berbahaya bagi Kesehatan
BlogSehat - Usai beraktivitas selama seharian penuh, tubuh memerlukan istirahat yang cukup untuk mengembalikan energi di esok hari. Oleh karena itu, tidur berkualitas di malam hari sangat dianjurkan agar kita bisa terbangun dalam keadaan segar dan lebih semangat menjalani hari.
Sayangnya, banyak mitos seputar tidur yang berkembang di tengah masyarakat. Beberapa di antaranya dapat mengganggu kualitas tidur, bahkan menjadi pertanda masalah kesehatan yang berbahaya. Yuk, cari tahu deretan mitos tentang tidur yang gak boleh kamu telan mentah-mentah.
1. Mitos 1: Mendengkur adalah hal yang wajar
Mendengkur saat tertidur lelap dipandang sebagai hal yang wajar di tengah masyarakat. Banyak orang menganggap bahwa hal ini adalah reaksi normal terutama saat tubuh mengalami kelelahan.
Faktanya, dengkuran merupakan dampak dari menyempitnya saluran pernapasan. Jika terjadi sangat sering dan keras, ini bisa menjadi pertanda masalah kesehatan, salah satunya adalah sleep apnea.
Dilansir Healthline, penderita sleep apn ea biasanya terbangun di tengah malam sehingga mereka rentan mengalami kelelahan dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas. Lebih lanjut, gangguan ini bisa mengarah pada kondisi yang lebih serius, seperti serangan jantung.
2. Mitos 2: Tidur siang yang panjang dinilai baik untuk kesehatan
Tidur siang sangat dianjurkan untuk meningkatkan fokus dan produktivitas. Di samping itu, tidur siang juga dapat memperbaiki mood dan membuat badan lebih rileks. Namun, untuk mendapat manfaat kesehatan yang optimal, kamu perlu memerhatikan durasi tidur siang.
Dikutip dari Mayo Clinic, tidur siang selama 10 sampai 20 menit sudah cukup untuk mengisi ulang energi tubuh. Semakin lama durasinya, semakin tinggi pula risiko untuk bangun dalam keadaan pusing dan pening.
Selain itu, upayakan juga tidur siang lebih awal, lebih tepatnya sebelum pukul 3 sore. Tidur menjelang petang tidak disarankan karena dapat mengganggu kualitas tidur di malam hari, terutama jika kamu mempunyai insomnia.SahabatQQ
3. Mitos 3: Olahraga di malam hari dapat meningkatkan kualitas tidur
Saat kelelahan, kita cenderung mengantuk sehingga lebih mudah untuk tidur. Oleh karenanya, muncul anggapan bahwa berolahraga di malam hari dapat membuat kita lebih cepat terlelap. Namun, ini masih menjadi perdebatan di antara para saintis.
Beberapa ahli berpendapat bahwa olahraga dapat membuat badan segar sehingga justru membuat kita lebih terjaga. Ini diduga karena otot tubuh menjadi lebih aktif dan sirkulasi darah menjadi lebih lancar.
Jika tidak sempat berolahraga di pagi atau siang hari, kamu dapat berolahraga saat malam hari dengan beberapa catatan. Menurut keterangan Harvard Health Publishing, hindari olahraga intensitas berat, seperti mengangkat beban atau melakukan high intensity interval training (HIIT) setidaknya satu jam sebelum tidur.
4. Mitos 4: Tidur siang bisa menggantikan tidur di malam hari
Tak jarang, padatnya aktivitas membuat kita tetap harus menyelesaikan pekerjaan bahkan di malam hari. Untuk mengatasi kekurangan tidur di malam hari, beberapa orang memilih untuk menggeser jam tidurnya menjadi pagi dan siang hari.
Namun, tidur di malam hari ternyata tidak bisa tergantikan dengan tidur siang. Menurut keterangan dari Sleep Foundation, tubuh memi iki jam internal sendiri. Ini dikenal juga dengan istilah ritme sirkadian (circadian rhythm). Bagian otak yang mengaturnya diketahui sangat sensitif terhadap cahaya.
Karenanya, cahaya berperan dalam mengatur jam internal tubuh. Tidur di malam hari, dengan demikian, sangat penting karena dapat menyesuaikan ritme sirkadian sehingga kualitasnya jauh lebih terjaga. Selain itu, tidur di malam hari dapat memperbaiki metabolisme, melindungi fungsi jantung dan pembuluh darah, serta menjaga kesehatan mental.Agen Domino99
5. Mitos 5: Semakin lama tidur semakin baik
Kekurangan tidur telah diketahui berisiko menyebabkan permasalahan kesehatan. Namun, bagaimana dengan kelebihan tidur? Ini dijawab melalui studi yang terbit di jurnal Sleep pada 2010.
Studi melaporkan bahwa durasi tidur yang lebih panjang berisiko sama berbahayanya dengan kekurangan tidur. Bahkan, di dalam studi ditemukan bahwa orang yang tidur lebih lama memiliki tingkat kematian lebih tinggi.
Orang dewasa dianjurkan untuk tidur selama 7 hingga 8 jam di malam hari. Di samping durasi, kualitas tidur menjadi hal penting yang tak boleh luput dari perhatian. Kualitas tidur yang baik ditandai dengan tidur pulas tanpa terbangun di tengah malam. Selain itu, jika memiliki tidur berkualitas, kamu akan merasa lebih segar di keesokan harinya.
Untuk memperbaiki kualitas tidur, kamu bisa menghindari olahraga dan makan berat setidaknya 1 hingga 2 jam sebelum tidur. Jika kamu mengalami gangguan tidur, kamu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat.
Ingat, tidur berkualitas di malam hari dapat melindungi kesehatan jangka panjang. Jadi, yuk mulai tingkatkan kualitas tidur kamu!
Komentar
Posting Komentar