Rabu, 28 Juli 2021

Ini 5 Alasan Lemak di Perut Sulit Hilang, Meskipun Sudah Diet

BlogSehat - Salah satu perbedaan yang paling terlihat pada tubuh orang adalah distribusi lemak. Ada orang yang lemaknya cenderung menumpuk di paha, ada yang di lengan, dan ada pula yang di perut.

Sayangnya, telah terbukti secara ilmiah bahwa lemak di sekitar perut sering kali lebih sulit dihilangkannya daripada lemak di area lain. Ingin tahu kenapa lemak di perut sulit dihilangkan? Simak ulasannya, Yuk!

1. Sering stres

Apa pun masalahnya, terlalu banyak stres dapat membuat kamu lebih sulit menurunkan berat badan, terutama yang ada di perut. Saat stres, orang cenderung memilih makanan yang kurang sehat, seperti tinggi lemak jenuh dan kalori yang berdampak buruk bagi berat badan.

Ditambah lagi, meskipun kamu makan makanan sehat, stres tetap memberikan dampak buruk bagi lemak perut karena pelepasan hormon kortisol saat stres.

Kortisol adalah hormon yang dapat meningkatkan jumlah lemak yang menempel di tubuh dan memperbesar ukuran sel-sel lemak. Tingkat kortisol yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan lebih banyak lemak visceral, yaitu lemak yang berada di perut dan organ sekitar perut.

2. Ketidakseimbangan hormon

Di dalam tubuh terdapat berbagai macam hormon yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Jika komposisi hormon ini tidak seimbang, maka dapat menyebabkan berbagai masalah pada tubuh, salah satunya kelebihan lemak di perut.

Pada perempuan, bertambahnya usia menyebabkan mereka lebih kesulitan menghilangkan lemak perut dibanding laki-laki karena faktor penurunan hormon estrogen. Selain itu, umumnya kelenjar adrenal juga mulai tidak berfungsi dengan baik sehingga menghasilkan tingkat kortisol yang lebih tinggi yang dapat menyebabkan penumpukan lemak di bagian tengah tubuh.SahabatQQ

3. Kekurangan leptin

Leptin adalah hormon yang memberi sinyal ke otak bahwa kamu sudah merasa kenyang. Sayangnya, produksi hormon ini menurun seiring bertambahnya usia pada perempuan. 

Karena alasan ini, banyak perempuan merasa lebih lapar saat mereka semakin tua. Semakin banyak makan, maka ada lebih banyak kalori yang masuk daripada yang dibakar. Hal ini tentu saja berkontribusi pada bertambahnya lemak, termasuk di daerah perut. 

4. Memiliki kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis juga dapat memengaruhi penumpukan lemak di sekitar perut. Misalnya, sindrom cushing, penyakit hati, serta penggunaan beberapa obat. Kondisi medis tersebut dapat mempengaruhi banyak hal pada tubuh.

Salah satunya sindrom metabolik. Hal ini bisa menyebabkan kelebihan berat badan dan meningkatkan ukuran lingkar pinggang. Seringkali, orang dengan diabetes tipe 2 atau yang umumnya kelebihan berat badan akan membawa beban ekstra di sekitar perut.Agen Domino99

5. Makan terlalu banyak gula, karbohidrat olahan, dan garam

Meskipun setiap hari kamu berolahraga atau mengontrol asupan kalori, tetapi jika kalori yang kamu dapatkan berasal dari junk food, itu bisa membuat berat badan dan lemak perut secara keseluruhan lebih sulit untuk diubah. Ini terjadi lantaran tidak semua kalori sama.

Makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, dan alkohol dapat menyebabkan penumpukan lemak di hati dan penambahan berat badan di sekitar bagian tengah tubuh. Keinginan makan makanan tinggi lemak dan gula juga bisa diakibatkan oleh tingginya kadar kortisol dalam tubuh.

Jika selama ini kamu merasa kesulitan menghilangkan lemak di sekitar perut, cek lagi apakah kamu masih memiliki semua faktor ini. Kalau iya, yang perlu kamu lakukan adalah memperbaiki semua faktor yang bisa kamu perbaiki, seperti gaya hidup.

Selasa, 27 Juli 2021

5 Jenis Minyak Esensial yang Mampu Menyeimbangkan Hormon, Yuk Dicoba!

BlogSehat - Hormon dilepaskan oleh berbagai kelenjar dalam sistem endokrin. Hormon bertugas mengontrol berbagai proses biologis dalam tubuh, seperti kontrol gula darah, fungsi reproduksi, pertumbuhan, dan produksi energi. Saat terjadi ketidakseimbangan hormon, ini dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti mood swing, nyeri, kelelahan, masalah berat badan, dan sebagainya. Ketidakseimbangan hormon ini biasa terjadi pada saat menjelang menstruasi, stres, atau mengalami gangguan makan.

Kabar baiknya adalah kamu bisa membantu menyeimbangkan hormon dan mencegah berbagai gejala ketidakseimbangan hormon. Salah satunya adalah dengan menggunakan minyak esensial. Minyak esensial mampu mendukung sistem tubuh yang mempengaruhi dan mengontrol hormon.

Di bawah ini adalah beberapa minyak esensial yang memiliki manfaat untuk menyeimbangkan hormon.

1. Thyme

Minyak esensial thyme didapat dengan menyuling bunga dan daun tanaman ini. Minyak ini telah lama digunakan sebagai obat tradisional maupun bumbu di banyak masakan di seluruh dunia. Di dalam minyak thyme, terkandung komponen obat, dan salah satu manfaat besar dari thyme adalah efeknya pada hormon estrogen dan progesteron, yang membuatnya sangat berguna dalam pengobatan kanker payudara.

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Food Chemistry, diet kaya thyme dapat mencegah pertumbuhan kanker payudara, prostat, dan sel kanker endometrium. Selain itu, minyak esensial thyme juga dikenal dapat meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan menghilangkan bekas luka. Juga, thyme dikenal karena manfaat antispasmodik dan anti-rematiknya.

2. Mawar

Mawar bukan hanya memiliki tampilan yang memesona tapi juga banyak dimanfaatkan, seperti untuk membuat parfum, perawatan kecantikan, dan obat-obatan. Namun, salah satu manfaat mawar yang tidak banyak diketahui adalah efek terapeutiknya.SahabatQQ

Minyak mawar dapat membantu mengurangi kecemasan, menyeimbangkan hormon, dan mengurangi depresi. Menurut penjelasan The Complete Guide to Aromatherapy, minyak mawar memiliki khasiat menyeimbangkan hormon seks dan dengan demikian mempengaruhi libido.

3. Basil

Basil adalah ramuan kuliner dan disebut sebagai raja herbal. Herbal ini telah digunakan di seluruh dunia, terutama dalam Ayurveda India dan obat-obatan Cina, selama ribuan tahun.

Menurut studi dalam jurnal Evidence-based Complementary and Alternative Medicine, basil bisa merangsang hormon yang mengatur respons alami tubuh terhadap stres. Lebih lanjut, herbal ini juga bisa mengurangi kelelahan dan masalah terkait tidur.

4. Lavender

Lavender merupakan minyak esensial yang dikenal karena keserbagunaannya. Lavender dikenal karena kemampuannya untuk menenangkan pikiran dan tubuh secara instan, tetapi penggunaan lavender yang paling populer adalah untuk membantu menginduksi tidur.

Menurut studi tahun 2017 yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Pharmacology, minyak lavender dapat menghilangkan stres, ketegangan, dan kecemasan sambil membantu tubuh menyeimbangkan emosi. Saat digunakan untuk memijat perut atau dikombinasikan dengan garam Epsom untuk berendam, lavender juga mengurangi gejala nyeri yang terkait dengan siklus menstruasi sekaligus memungkinkan individu untuk tidur nyenyak di malam hari.Agen Domino99

5. Bergamot

Bergamot memiliki kemampuan ganda untuk membangkitkan semangat dan menenangkan secara bersamaan. Saat dioleskan ke kulit atau pun dihirup, bergamot memberikan efek mengurangi stres dan kecemasan sekaligus meningkatkan suasana hati.

Menurut sebuah penelitian tahun 2017 dalam jurnal Phytotherapy Research, minyak bergamot memungkinkan tubuh untuk pulih dari stres dan menyelaraskan sistem tubuh agar kembali berfungsi normal dengan cara mengurangi detak jantung dan tekanan darah. Namun, ingatlah bahwa minyak bergamot sangat fototoksik, jadi pastikan kamu menghindari paparan sinar matahari langsung setelah menggunakan minyak ini. Juga, encerkan minyak bergamot dengan minyak pembawa dengan perbandingan 1:1 sebelum aplikasi topikal.

Karena tidak mengandung banyak bahan kimia, tentu saja minyak esensial ini tidak memiliki banyak efek samping seperti kebanyakan obat. Namun, sebelum kamu menggunakan minyak esensial untuk mengatur ulang hormon, pastikan untuk memeriksa alergi yang mungkin kamu miliki karena beberapa minyak esensial bisa menimbulkan reaksi alergi pada individu tertentu.

Senin, 26 Juli 2021

5 Cara Mudah Menghilangkan Lemak di Leher

BlogSehat - Leher yang ramping dan jenjang sering dinilai bisa meningkatkan penampilan dan menambah kepercayaan diri bagi beberapa orang. Karenanya, banyak orang yang mendambakannya. Namun, saat berat badan meningkat beberapa kilogram saja, ini akan langsung terlihat di wajah dan leher.

Meskipun kenaikan berat badan bisa membuat leher menjadi lebih berlemak, tapi berat badan bukan satu-satunya faktor. Jadi, untuk menyingkirkan lemak berlebih pada leher, menurunkan berat badan saja tidak cukup.

Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan lemak ekstra di leher.

1. Kurangi konsumsi natrium

Wajah dan leher yang bengkak bisa terjadi karena retensi cairan. Akibatnya, kulit di sekitar area tersebut terlihat lebih gemuk dan lebih tua. Nah, mengurangi asupan natrium membantu kita menahan lebih sedikit cairan, menurut penelitian dalam British Journal of Nutrition tahun 2009.

Menghindari makanan ringan yang gurih dan menggantinya dengan makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran serta minum lebih banyak air, bisa membuat wajah dan leher menjadi lebih ramping. Lebih dari itu, diet seimbang juga penting untuk keseluruhan kesehatan.

2. Gunakan tabir surya

Sering kali, leher yang berlemak dan kendur adalah bagian dari proses penuaan. Telah diketahui bersama bahwa sinar matahari berperan penting dalam mempercepat penuaan dan hilangnya elastisitas kulit.

Dikutip dari laman Healthline, kebanyakan dokter merekomendasikan penggunaan tabir surya harian dengan SPF30 atau lebih tinggi tergantung pada sensitivitas dan warna kulit. Penggunaan tabir surya dapat membantu mengencangkan kulit yang kendur dan menua.SahabatQQ

3. Perbanyak konsumsi biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran segar

Untuk diet seimbang yang membantu menghilangkan lemak, gantilah karbohidrat olahan dengan biji-bijian. Makanan ini juga membantu mengurangi lemak. Makan sayur dan buah segar juga sangat bermanfaat untuk mendapatkan kulit yang sehat, lembut, dan elastis.

Dilansir Medical News Today, makanan kaya akan air, seperti mentimun dan melon, dapat menghilangkan racun. Sementara itu, beberapa sayuran seperti tomat, paprika, bawang putih, dan labu meningkatkan produksi kolagen yang membuat kulit tampak selalu muda.

4. Perbaiki postur

Postur yang buruk bukan hanya berdampak negatif pada punggung dan tulang belakang, tetapi juga wajah. Misalnya, saat duduk dengan kepala terlalu menunduk, ini berkontribusi pada terbentuknya double chin.

Lebih lanjut, otot leher dan wajah melemah dan akibatnya kulit di daerah tersebut kehilangan elastisitasnya. Perbaiki postur dengan membiasakan duduk dengan punggung lurus dan letakkan komputer lebih tinggi sehingga kamu tidak perlu menundukkan kepala untuk bekerja. Ini juga berlaku saat kamu sedang berdiri dan berjalan.Agen Domino99

5. Meniup balon dan bersiul

Balon bukan hanya menjadi item wajib dalam dekorasi pesta, tetapi juga bisa menjadi salah satu item latihan wajah yang mudah dan terbaik. Dikutip dari laman Thrive Global, meniup balon adalah cara yang menyenangkan dan mudah untuk menghilangkan lemak ekstra di wajah dan leher sehingga bisa mengurangi pipi tembam dan double chin.

Lakukan latihan meniup balon beberapa kali per minggu dan kamu akan melihat perubahan signifikan pada bentuk wajahmu. Selain itu, bersiul juga bisa memberikan efek yang sama seperti meniup balon. Bersiul adalah cara yang bagus untuk melatih otot wajah dan leher. Cukup bersiul 10 kali selama 10-20 detik setiap harinya.

Itulah beberapa cara alami dan mudah untuk menghilangkan lemak berlebihan di leher. Yuk, tambahkan ke rutinitas harian untuk benar-benar membuat perbedaan pada leher dan wajah. Silakan dipraktikkan secara rutin!

Minggu, 25 Juli 2021

5 Risiko Kesehatan jika Tubuh Kekurangan Lemak

BlogSehat - Setiap orang pastilah mendambakan berat badan yang ideal. Tentunya untuk memperoleh berat badan yang ideal kadang kala banyak orang yang harus melakukan diet. Diet dilakukan untuk menurunkan berat badan berlebih yang disebabkan karena lemak.

Padahal ternyata tubuh seseorang juga bisa berada di kondisi yang kekurangan lemak. Dampaknya tentu saja akan sangat berisiko bagi kesehatan tubuh. Pahami beberapa risiko berikut ini agar tak sampai mengalami kekurangan lemak dalam tubuh.

1. Kesulitan menyerap vitamin yang larut

Lemak memiliki peranan penting untuk membantu tubuh dalam menyerap aneka vitamin dan nutrisi, khususnya bagi jenis vitamin yang larut. Aneka vitamin larut terus termasuk pada vitamin A, D, E, dan K. 

Kurangnya lemak pada tubuh tentu saja akan membuat penyerapan vitamin tersebut jadi tidak berjalan dengan maksimal. Dampaknya tubuh akan mengalami kekurangan vitamin.

2. Risiko dermatitis pada kulit

Dermatitis merupakan nama lain dari peradangan yang terjadi di kulit. Istilah dermatitis muncul apabila kulit mengalami peradangan yang disebabkan beberapa hal, salah satunya bisa karena kekurangan kandungan lemak dalam tubuh.SahabatQQ

Hal ini disebabkan karena lemak menjadi bagian penting untuk membentuk struktur sel kulit. Selain itu, kelembapan kulit juga bisa terjaga dengan baik karena kandungan lemak yang cukup. 

3. Mudah merasa lapar

Terdapat kandungan lemak baik yang ada di dalam tubuh setiap orang. Lemak baik ini lah yang memegang peranan penting untuk menahan rasa lapar, sehingga dapat memberikan efek kenyang lebih lama.

Jika kamu kekurangan kandungan lemak baik di dalam tubuh, bukan tak mungkin kamu bisa menjadi cepat lapar. Jika begitu, maka pengonsumsian makanan jadi tidak terkontrol.

4. Memperlambat proses penyembuhan luka

Pada umumnya penyembuhan luka pada tubuh dapat bekerja secara alami karena respons tubuh yang baik. Lemak menjadi salah satu komponen penting untuk merespon peradangan yang terjadi pada kulit.

Pengurangan lemak melalui diet secara ekstrem dapat membuat penurunan kadar lemak di dalam tubuh, sehingga mengurangi fungsinya. Selain itu, tubuh juga jadi kesulitan menyerap vitamin C dan D yang dapat menyembuhkan luka. Hal ini disebabkan karena kandungan lemak minim yang menyulitkan proses penyerapan lemak yang larut.Agen Domino99

5. Mudah sakit

Mengurangi dan membatasi lemak secara berlebihan justru dapat berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Jika imunitas terganggu, tentu saja akan menyebabkan yubuh jadi mudah sakit.

Tentunya hal ini berkaitan karena tubuh tetap memerlukan lemak untuk membentuk imunitas di dalam tubuh. Dengan cara menjaga kadar lemak secara baik, maka kamu dapat tetap sehat dan bugar.

Segala sesuatu yang berlebihan dan kekurangan tentunya tak akan baik. Selalu seimbangkan semuanya agar dapat memperoleh manfaat yang baik. Jangan diet ekstrem, ya!

Senin, 19 Juli 2021

Ini 6 Bahaya Akibat Duduk Terlalu Lama, Jangan Malas Bergerak

BlogSehat - Di zaman yang serba cepat dan canggih seperti sekarang memungkinkan seseorang  bekerja di depan layar komputer bahkan menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk duduk, terutama bagi pekerja kantoran. Nah, gak hanya bekerja, tapi beristirahat sambil menonton film kesukaan biasanya juga membuatmu lupa waktu hingga duduk dalam waktu yang lama, bukan?

Gak ada yang salah jika kamu duduk untuk bekerja ataupun beristirahat. Namun, jika kamu duduk dalam waktu yang lama tanpa bangun dari kursi sekalipun itulah yang akan berisiko pada kesehatanmu. Apalagi jika kamu melewatkan olahraga dan pola hidup sehat.

Efek yang muncul akibat duduk terlalu lama biasanya sakit dan kaku di bagian leher dan punggung. Namun jika kamu melakukan kebiasaan ini terus menerus, risikonya pun akan semakin berbahaya bagi kesehatan. Agar kamu gak malas bergerak, perlu kamu ketahui berikut ini adalah enam bahaya akibat duduk terlalu lama.

1. Memicu depresi

Dilansir laman Better Health bahwa orang yang terlalu lama duduk lebih tinggi mengalami risiko gangguan kecemasan atau depresi, diketahui seseorang yang menghabiskan banyak waktu untuk duduk akan kehilangan efek positif dari aktivitas fisik dan kebugaran.

Jadi, luangkanlah sedikit waktumu untuk bergerak atau bangun dari kursi untuk beberapa menit sekalipun kamu sedang sibuk melakukan pekerjaan di depan layar komputer. Walaupun begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan antara duduk yang terlalu lama dengan munculnya depresi. 

2. Sakit leher, pinggul, dan punggung

Bukan hal yang mengejutkan lagi jika duduk terlalu lama memicu masalah pada bagian leher, pinggul dan punggung. Tentu itu akan terasa nyeri dan menyakitkan.

Jika kamu duduk dalam waktu yang lama maka pinggul dan punggungmu tidak akan kuat menopang. Duduk menyebabkan otot fleksor pinggulmu memendek, inilah yang dapat menyebabkan masalah dengan sendi pinggulmu. Selain itu, sakit pada punggung tidak bisa kamu hindari terutama saat kamu duduk dengan postur yang tidak nyaman, dilansir laman Better Health.SahabatQQ

3. Varises

Gak hanya masalah kesehatan pada bagian leher, pinggul, dan punggung, nyatanya duduk terlalu lama dapat meningkatkan tekanan pembuluh darah di vena yang dapat terlihat pada permukaan kulit. Hal ini sering terlihat pada bagian kaki. Masalah kesehatan ini sering disebut dengan varises.

Hopkins Medicine melansir bahwa duduk terlalu lama dapat menyebabkan varises. Hal ini terjadi akibat darah yang bergerak menuju jantung melalui katup satu arah di vena. Ketika katup menjadi lemah atau rusak, darah dapat terkumpul di pembuluh darah. Inilah yang memicu pembuluh darah semakin membesar. 

Untuk menghindari terjadinya varises, olahraga dan pola makan yang sehat dapat membantu sirkulasi darah di bagian kaki menjadi lebih baik. Namun, jika ada gejala yang kurang baik akibat varises, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan, ya.

4. Meningkatkan risiko obesitas

Dampak buruk akibat duduk terlalu lama selanjutnya adalah memicu peningkatan berat badan secara berlebihan. Tentunya ini juga berkaitan dengan penyakit diabetes.

Healthline melansir bahwa seseorang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk memiliki 112 persen peningkatan risiko diabetes. Dalam sebuah penelitian, melihat efek istirahat di tempat tidur hanya dalam lima hari, peneliti melihat bahwa terjadi peningkatan resistensi insulin.

Sementara itu David A. Alter, M.D., Ph.D., ketua penelitian kardiovaskular dan metabolisme di Institut Rehabilitasi UHN-Toronto, mengatakan dalam laman Prevention bahwa kamu membakar lebih sedikit kalori ketika duduk. Selain itu, kemampuan hormon insulin untuk memindahkan glukosa dari darah dan masuk ke dalam sel dapat menurun saat kamu duduk dalam waktu yang lama.

5. Gangguan pembekuan darah

Bahaya selanjutnya yang gak bisa disepelekan dari kebiasaan duduk terlalu lama adalah meningkatnya risiko gangguan pembekuan darah. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh British Medical Journal.  Studi itu menemukan bahwa wanita yang duduk selama lebih dari 40 jam per minggu memiliki risiko lebih dari dua kali lipat gumpalan bergerak ke paru-paru mereka dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari 10 jam.Agen Domino99

6. Meningkatkan risiko penyakit kronis

Siapa sangka menghabiskan sebagian hari untuk duduk dalam waktu yang lama juga berpotensi meningkatkan penyakit kronis. Risiko yang bisa terjadi adalah penyakit jantung, diabetes, bahkan kanker. Tentu kamu harus lebih waspada akan hal ini.

Healthline melansir bahwa perilaku sedenter atau gaya hidup tidak aktif berkaitan dengan lebih dari 30 penyakit dari kondisi kronis. Hal ini termasuk peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebesar 112 persen dan peningkatan risiko penyakit jantung sebesar 147 persen.

Penelitian juga menunjukkan bahwa duduk terlalu lama berpotensi memicu diabetes tipe 2. Sementara itu, Journal of the National Cancer Institute melaporkan bahwa untuk setiap tambahan 2 jam per hari yang dihabiskan untuk duduk, risiko kanker usus besar dan endometrium meningkat.

Nah, itulah tadi beberapa bahaya duduk terlalu lama bagi kesehatan, nih. Jadi jangan habiskan seharian waktumu untuk berdiam di atas kursi, ya! Jangan sampai karena terlalu asyik menonton televisi atau mungkin pekerjaan yang mengharuskanmu duduk di depan komputer  dalam waktu yang lama malah berdampak buruk bagi metabolisme tubuhmu. 

Inilah mengapa pentingnya untuk tetap aktif bergerak setidaknya bangun dari kursi setiap 30 menit. Selain itu olahraga yang cukup, atur pola makan sehat atau melakukan hobi yang memungkinkanmu untuk bergerak dapat membantu tubuh agar tetap fit dan bugar.

Sabtu, 10 Juli 2021

5 Makanan dan Minuman untuk Netralkan Efek Samping dari Makanan Pedas

BlogSehat - Bagi kebanyakan orang Indonesia, sensasi pedas pada makanan bisa meningkatkan selera makan. Karenanya, banyak hidangan yang disajikan bersama sambal, saus, atau diberi bumbu pedas. Namun, meskipun lezat di lidah, makanan pedas sering meninggalkan rasa tidak nyaman di mulut atau perut, seperti rasa terbakar, mual, atau mulas.

Beruntung, ada solusi sederhana dan ampuh untuk masalah tersebut. Ada makanan dan minuman tertentu yang jika dimakan setelah menyantap makanan pedas akan menetralkan efek samping yang biasa ditimbulkan. Yuk, simak penjelasannya yang dirangkum dari laman Livestrong dan Greatist.

1. Teh peppermint

Salah satu masalah utama yang kerap dirasakan setelah makan makanan pedas adalah ketidaknyamanan pada perut. Nah, peppermint telah lama dimanfaatkan sebagai herbal untuk mengatasi ketidaknyamanan pada perut, seperti sindrom iritasi usus, kram gastrointestinal, mual, muntah, gas, dan sakit perut.

Jadi, untuk mengatasi masalah perut setelah makan makanan pedas, segeralah konsumsi suplemen peppermint atau teh peppermint. Untuk membuat teh herbal, seduh 1 sendok makan daun peppermint kering dalam satu gelas air mendidih selama 10 menit, lalu saring sebelum diminum. 

2. Jahe

Jahe merupakan herbal yang banyak dimanfaatkan untuk mengatasi masalah perut, seperti muntah, mual, mulas dan mabuk perjalanan. Namun, perlu diketahui, meskipun jahe relatif aman untuk kebanyakan individu, perempuan hamil sebaiknya membatasi asupan jahe tidak lebih dari satu gram sehari, sementara bayi di bawah usia 2 tahun umumnya tidak boleh diberi produk jahe.

Jahe bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti tablet kunyah, kapsul herbal, dan teh. Namun, kamu juga bisa memotong irisan kecil jahe segar dan memakannya mentah-mentah.SahabatQQ

3. Susu

Susu dan produk susu mengandung protein yang disebut kasein yang melarutkan molekul kapsaisin, pemicu luka bakar yang menempel di lidah setelah kamu makan makanan pedas. Ini bekerja seperti sabun yang melarutkan partikel lemak saat membersihkan piring. Susu akan larut dan menghilangkan kapsaisin dari area reaktif.

Minum segelas susu sapi dingin dan pastikan untuk mengaduknya di mulut terlebih dahulu sebelum kamu menelannya. Selain susu murni, kamu juga bisa memilih yoghurt, kefir, atau sour cream untuk mengatasi rasa terbakar di mulut akibat makanan pedas.

4. Gula

Selain enak di lidah, ternyata gula juga bisa meredakan rasa panas di lidah setelah makan makanan pedas. Kamu hanya perlu mencampurkan satu sendok makan gula ke dalam segelas air atau semprotkan madu secukupnya untuk melapisi lidah untuk meredakan panasnya cabai.

Kamu juga bisa menaruh setengah sendok teh gula atau madu di lidah. Alternatif lainnya berupa mengisap gula batu untuk menetralkan rasa tidak nyaman di lidah.Agen Domino99

5. Pati

Makanan berpati, seperti nasi dan roti tidak akan melarutkan kapsaisin seperti susu. Namun, makanan ini bertindak seperti spons atau pel yang menyerap dan membersihkan molekul kapsaisin di lidah dan menghentikan rasa panas.

Karena alasan ini, sambal, saus, dan makanan pedas lainnya sangat cocok dimakan bersama dengan nasi. Selain itu, nasi ketan juga sangat cocok untuk memadamkan rasa terbakar akibat cabai.

Jadi, setelah makan makanan pedas, segera konsumsi salah satu atau beberapa makanan dan minuman di atas untuk mengatasi efek samping makanan pedas secepat mungkin.

Kamis, 01 Juli 2021

Ini 5 Fakta Broken Heart Syndrome yang Mirip Serangan Jantung

BlogSehat - Seringkali kamu mendengar perkataan bahwa hati yang gembira adalah kunci kesehatan jasmani. Ungkapan tersebut memang benar adanya. Berdasarkan artikel ilmiah yang ditulis oleh Sartorius,N , tahun 2006,  yang diterbitkan dalam jurnal Croatian Medical Journal, dikatakan bahwa World Health Organization (WHO) mendefinisikan sehat sebagai kondisi fisik, mental, dan sosial yang baik. Menurut WHO, sehat tidak hanya semata-mata terbebas dari penyakit.

Faktanya, beberapa penyakit di dunia medis memang seringkali dipicu oleh kondisi stress psikologis, salah satunya adalah broken heart syndrome.

Apakah kamu pernah merasakan nyeri dada hebat setelah mengalami suatu kejadian yang emosional? Jika pernah, maka kemungkinan kamu mengalami kondisi medis bernama Broken Heart Syndrome. Yuk, simak ulasan lengkapnya pada penjelasan berikut!

1. Broken heart syndrome merupakan suatu kondisi medis yang dipicu oleh stres psikologis

Dilansir Mayo Clinic , broken heart syndrome merupakan suatu kondisi medis yang seringkali dipicu oleh kondisi stress dan emosi berat. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh penyakit serius dan tindakan operasi. Dalam dunia medis, penyakit ini disebut juga stress cardiomyopathy atau takotsubo cardiomyopathy. 

Orang dengan kondisi ini seringkali mengalami nyeri dada mendadak dan mengira bahwa dirinya mengalami serangan jantung. Adapun mekanisme broken heart Syndrome adalah berkurangnya kemampuan pompa jantung untuk memompa darah.

Gejala dari broken heart syndrome ini bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari atau minggu.

2. Penyebab pasti broken heart syndrome masih belum diketahui secara jelas

Penyebab terjadinya broken heart syndrome sebenarnya masih belum diketahui secara jelas. Terdapat dugaan bahwa lonjakan hormon adrenalin ketika seseorang mengalami emosi dapat menyebabkan kondisi ini. Di sisi lain, mekanisme dari hormon tersebut atau bisa jadi mekanisme lain masih belum diketahui secara jelas. 

Broken heart syndrome diduga juga disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah arteri besar atau kecil yang terdapat di jantung. Orang dengan broken heart syndrome bisa jadi memiliki struktur otot jantung yang berbeda.SahabatQQ

Adapun beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang memiliki kecenderungan untuk mengalami broken heart syndrome. Berikut adalah faktor risiko yang ada:

- Jenis kelamin wanita
- Usia di atas 50 tahun
- Orang dengan riwayat penyakit neurologis seperti, trauma kepala dan epilepso
- Orang dengan riwayat gangguan jiwa seperti, gangguan cemas dan depresi

Meskipun penyebab broken heart syndrome masih belum diketahui secara pasti, kondisi medis ini seringkali dipicu oleh emosi dan stress psikologi. Dilansir Cleveland Clinic , beberapa kondisi pemicu terjadinya broken heart syndrome antara lain sebagai berikut.

- Kematian orang terdekat atau kehilangan hal-hal yang berharga (contoh: pekerjaan, uang, perceraian, rumah, atau hewan peliharaan)
- Memperoleh berita buruk
- Kejutan ulang tahun
- Memenangkan lotre
- Berbicara di depan umum
- Kondisi marah besar

Selain disebabkan oleh kondisi psikis, broken heart syndrome juga dapat dipicu oleh stressor fisik seperti nyeri hebat, serangan asma, sesak nafas, kejang, demam tinggi, kadar gula darah yang rendah (hipoglikemi) , tindakan operasi, dan kehilangan banyak darah.

3. Gejala broken heart syndrome dapat menyerupai serangan jantung

Dilansir Hopkins Medicine, gejala dari broken heart syndrome yang menyerupai serangan jantung adalah nyeri dada, sesak napas, berkeringat, dan pusing. Lalu apa yang membedakan keduanya?

Serangan jantung disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah jantung. Penyumbatan tersebut terjadi akibat bekuan darah yang terbentuk pada pembuluh darah jantung yang menyempit. Penyempitan tersebut terjadi akibat akumulasi lemak di pembuluh darah jantung.

Pada broken heart syndrome, yang terjadi adalah penyempitan pembuluh darah akibat stimulasi hormon adrenalin yang berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan alirah darah jantung terhambat sementara.

Dilansir American Heart Association mengatakan bahwa pemeriksaan penunjang antara serangan jantung dan broken heart syndrome bisa jadi sama. Namun pada broken heart syndrome tidak terdapat adanya bukti penyumbatan pembuluh darah jantung.

Adapun penyembuhan dari broken heart syndrome ini lebih singkat dibandingkan serangan jantung, yaitu membutuhkan waktu beberapa hari atau minggu. Berbeda dengan serangan jantung yang proses penyembuhannya membutuhkan waktu beberapa bulan.

4. Broken heart syndrome dapat didiagnosis secara pasti melalui pemeriksaan penunjang

Dilansir Mayo Clinic , untuk mendiagnosis suatu penyakit, seorang dokter akan menanyakan terkait keluhan pasien, melakukan pemeriksaan fisik, dan kemudian melakukan pemeriksaan penunjang. B

roken heart syndrome biasanya dipertimbangkan jika keluhan nyeri dada dirasakan setelah seseorang mengalami situasi yang sangat emosional. Selain itu, penderita broken heart syndrome biasanya tidak memiliki riwayat penyakit jantung.Agen Domino99

Beberapa pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan dokter antara lain sebagai berikut.

- Elektrokardiografi (EKG): Merupakan pemeriksaan rekam jantung untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui apakah ada irama jantung yang tidak teratur.
- Tes darah: Berfungsi untuk mengetahui apakah ada peningkatan enzim jantung yang dapat menjadi pertanda broken heart syndrome.
- Ekokardiografi: Berfungsi untuk mengetahui apakah terdapat pembesaran jantung sebagai salah satu pertanda broken heart syndrome.
- Cardiac Magnetic Resonance Imaging: Pemeriksaan ini akan memberikan hasil berupa gambaran anatomi jantung yang lebih jelas.
- Angiografi Koroner: Oleh karena gejalanya yang mirip dengan serangan jantung, pemeriksaan angiografi koroner seringkali dilakukan. Pemeriksaan ini akan menunjukkan ada tidaknya penyumbatan pembuluh darah jantung. Ketika sumbatan tidak ditemukan, maka diagnosis serangan jantung dapat disingkirkan.

5. Broken heart syndrome dapat sembuh dengan sempurna

Ketika seseorang datang ke Unit Gawat Darurat dengan keluhan nyeri dada, kerapkali pasien  diperlakukan seperti pasien serangan jantung sampai terbukti bukan. Hal ini dikarenakan serangan jantung merupakan suatu kondisi kegawatan yang membutuhkan pertolongan segera.

Belum ada pengobatan standard untuk broken heart syndrome. Ketika sudah ditetapkan bahwa seseorang mengalami broken heart syndrome, dokter akan meresepkan beberapa obat jantung antara lain golongan Angiotensin Converting Enzyme inhibitor (ACE inhibitor),  Angiotensin Receptor Blocker, Beta-blocker, dan obat-obatan diuretik. Pada kebanyakan kasus, pengobatan membutuhkan waktu sekitar 3 minggu.

Pasien dengan broken heart syndrome dapat sembuh sempurna setelah beberapa minggu. Pemeriksaan ekokardiografi seringkali dilakukan sekitar 4-6 minggu setelah gejala awal untuk memastikan bahwa jantung telah sembuh sempurna. 

Broken heart syndrome dapat menyebabkan komplikasi, namun sangatlah jarang. Beberapa komplikasi fatal yang dapat terjadi antara lain,

- Edema paru (terkumpulnya cairan di paru-paru)
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
- Gangguan irama jantung
- Gagal jantung 

Meskipun jarang terjadi, broken heart syndrome juga dapat berulang jika seseorang kembali mengalami kejadian yang membuat stress . Terkadang dokter akan meresepkan obat jangka panjang yang berguna untuk mengurangi efek hormon stres terhadap jantung. Manajemen stres juga perlu dilakukan untuk mencegah penyakit ini berulang kembali.

Featured Post

8 Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Penting untuk Diketahui

Hidupsehat  - Penyebab emosi tidak stabil bisa sangat beragam, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan mental yang lebih seriu...