Rabu, 17 Februari 2021

5 Efek Samping terlalu Banyak Menyantap Daging, Bahaya bagi Kesehatan

BlogSehat - Daging merupakan sumber protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, daging memiliki rasa yang gurih dan mudah diolah menjadi beragam hidangan, dan tentunya bikin kenyang. Maka, tak mengherankan jika daging menjadi makanan favorit banyak orang.

Meskipun pada dasarnya makan daging memberikan manfaat bagi tubuh, tapi konsumsi yang berlebihan bisa memberikan efek yang sebaliknya. Oleh karena itu, porsi yang dimakan sewajarnya saja. 

Apa saja efek samping yang bisa terjadi akibat terlalu banyak makan daging? Jawabannya ada di penjelasan berikut ini.

1. Kamu mengalami sembelit

Daging hampir tidak mengandung serat. Padahal, serat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Karenanya, kurangnya asupan serat dapat menyebabkan sembelit dan nyeri saat buang air besar, dikutip dari laman The Healthy.

Untuk melancarkan kembali sistem pencernaan, kamu perlu menambahkan karbohidrat sehat, seperti biji-bijian, buah, dan sayuran dalam diet. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan serat beserta nutrisi baik yang lain.

2. Dehidrasi

Menurut sebuah studi dari University of Connecticut, Amerika Serikat (AS) pola makan tinggi protein dapat menyebabkan ginjal menghasilkan urine yang lebih pekat, sehingga menyebabkan dehidrasi. Akibatnya, ini dapat memengaruhi banyak hal dalam tubuh, mulai dari tingkat energi, kulit, hingga peningkatan keinginan makan dan bahkan kram otot.

Kamu mungkin juga akan merasa lebih mudah haus selama menjalani diet tinggi protein. Karenanya, kamu perlu minum lebih banyak air untuk mencegah dehidrasi.SahabatQQ

3. Kadar kolesterol terlalu tinggi

Daging, utamanya daging merah, adalah salah satu sumber kolesterol. Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol darah, jadi jika kamu makan daging yang lebih berlemak dalam jumlah besar, ini mungkin tidak akan baik bagi jantung. 

Kabar baiknya, kamu bisa mengurangi risiko ini dengan selektif memilih jenis daging. Menurut sebuah penelitian yang tercermin dalam rekomendasi American Heart Association, mengonsumsi hingga 170 gram daging sapi tanpa lemak sebagai bagian dari diet seimbang tidak akan berdampak negatif pada kadar kolesterol.

4. Mengalami masalah kesuburan

Konsumsi daging yang berlebihan juga bisa menyebabkan masalah kesuburan atau infertilitas. Karenanya, jika kamu mengalami masalah dalam program hamil, mungkin ini bisa disebabkan karena tingginya konsumsi daging.

Memilih opsi protein nabati atau kaya asam lemak omega-3 seperti ikan berlemak, dan membatasi daging merah dan olahan menghasilkan peningkatan kesuburan pada perempuan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Fertility and Sterility. 

Sementara itu untuk laki-laki, data menunjukkan bahwa daging merah olahan dikaitkan dengan jumlah sperma yang lebih rendah.Agen Domino99

5. Lebih mungkin mengembangkan batu ginjal

Daging merupakan salah satu sumber protein yang tinggi. Akan tetapi, asupan protein yang berlebihan dapat merusak ginjal, melansir The Healthy. 

Secara khusus, protein hewani penuh dengan senyawa yang disebut purin, yang terurai menjadi asam urat. Nah, terlalu banyak asam urat dalam tubuh dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

Kebanyakan orang seharusnya tidak memiliki kesulitan memecah protein, katanya. Namun, individu yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah ginjal wajib memperhatikan asupan protein. 

Kamu tentunya tidak ingin mengalami semua masalah tersebut. Untuk itu, biasakan untuk mengonsumsi daging dalam jumlah secukupnya dan jangan berlebihan. 

Sabtu, 13 Februari 2021

6 Pengobatan Alami Ini Bisa Bantu Redakan Asma, Napas Jadi Lega

BlogSehat - Asma adalah kondisi penyempitan saluran udara dan membengkak serta menghasilkan lendir berlebihan. Kondisi tersebut bisa membuat penderitanya jadi sulit bernapas, picu batuk, mengi (suara seperti siulan nyaring saat menarik napas), dan sesak napas.

Untuk sebagian orang, asma dianggap sebagai gangguan ringan. Namun, bagi beberapa orang lainnya, asma adalah masalah kesehatan serius yang bisa mengganggu aktivitas harian. Bila dibiarkan, serangan asma bahkan bisa mengancam nyawa.

Asma memang tidak bisa disembuhkan. Namun, gejalanya bisa dikontrol. Selain dengan pengobatan dari dokter, kamu juga bisa meredakan atau mengendalikan gejala asma dengan pengobatan alami berikut ini.

1. Jahe 

Bukan hanya meredakan sakit perut, jahe juga bisa meredakan gejala asma. Ini karena adanya senyawa seperti isoproterenol yang bermanfaat untuk mengendurkan saluran udara, menurut sebuah penelitian dalam American Journal of Respiratory Cell and Molecular Biology tahun 2014.

Potensi isoproterenol untuk merelaksasi saluran pernapasan naik secara signifikan dan dapat meredakan asma. Tak ayal, bersama dengan β-agonist, 6-ghogaol, 6-gingerol, dan 8-gingerol, isoproterenol pun sering digunakan untuk terapi asma, sehingga masalah kesehatan ini bisa lebih terkendali.

2. Teknik pernapasan Buteyko

Metode Buteyko adalah sistem latihan pernapasan yang dapat meredakan gejala asma. Teknik ini fokus pada pernapasan yang keluar melalui hidung, bukan melalui mulut. FYI, mengembuskan napas lewat mulut bisa mengeringkan saluran udara yang justru bisa membuat orang dengan asma jadi lebih sensitif.

Melansir Healthline, banyak orang mengaku jika metode Buteyko bisa mengurangi infeksi saluran pernapasan dan membantu meningkatkan karbon dioksida. Meski demikian, belum ada studi ilmiah yang bisa memberikan bukti konkret mengenai teori tersebut.SahabatQQ

3. Yoga 

Yoga menggabungkan latihan pernapasan serta peregangan yang mendukung fleksibilitas dan kebugaran tubuh.

Untuk banyak orang, yoga bisa mengurangi stres, yang mama kondisi tersebut bisa memicu asma. Bukan cuma itu, teknik pernapasan dalam sering dipraktikkan dalam yoga juga bisa membantu mengurangi frekuensi kekambuhan serangan asma. Namun, ini masih butuh pembuktian secara ilmiah.

4. Jauhi hal-hal yang memicu asma 

Jauhi segera hal-hal yang bisa memicu kekambuhan asma. Melansir WebMD, biasanya asma bisa dipicu oleh polusi udara, virus pilek, alergi, udara dingin, dan wewangian tertentu.

Kamu bisa mencatat apa yang menyebabkan asma kambuh selama beberapa minggu. Ini penting untuk mengetahui masalah kesehatanmu secara pasti. Catat pula semua faktor emosional dan lingkungan yang mungkin bisa berdampak pada serangan asma.

5. Konsumsi bayam

Sayuran hijau seperti bayam dikenal kaya akan vitamin serta mineral. Tidak hanya itu, bayam juga mengandung folat yang penting dalam meredakan asma.

Dalam sebuah penelitian dalam jurnal Annals of the American Thoracic Society tahun 2016, para peneliti menyimpulkan bahwa anak-anak yang tidak memperoleh folat dan vitamin D secara cukup hampir delapan kali (sekitar 95 persen) berpotensi mengalami satu atau lebih serangan asma yang parah dibanding anak-anak yang asupan dua nutrisi tersebut cukup.Agen Domino99

6. Kopi 

Kafein bisa membuka saluran udara di paru-paru sampai empat jam, sehingga bisa meringankan gejala asma seperti rasa sesak di dada dan sesak napas.

Kafein mempunyai berbagai efek farmakologis. Ini dibuktikan lewat penelitian berjudul “Caffeine for asthma” dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews tahun 2001. Disebutkan bahwa secara kimiawi, kafein berhubungan dengan obat teofilin yang dipakai sebagai pengobatan asma. Kafein sendiri memang dapat mengurangi kelelahan otot pernapasan, sehingga gejala asma pun bisa dikurangi.

Penelitian tersebut melibatkan 55 partisipan. Mereka diberikan kafein dan plasebo, setelah itu fungsi paru-parunya 2 jam setelah mengonsumsinya. Setelah diminum, dibandingkan dengan plasebo, kafein tampak meningkatkan fungsi paru-paru meski baru 1 menit dikonsumsi. Peningkatan fungsi paru-paru terus meningkat hingga 2 setelah konsumsi dan kemudian turun perlahan setelah 4 jam.

Itulah beberapa pengobatan alami yang bisa mengurangi gejala asma. Meski demikian, itu adalah pengobatan pendukung, karena yang utama adalah pengobatan dokter.

Jumat, 12 Februari 2021

5 Cara Menghentikan Kebiasaan Merenung, Bisa Pertanda Sakit Mental

BlogSehat - Merenung bisa jadi cara untuk menenangkan diri, saat untuk menerima kegagalan, dan mengevaluasi diri. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, tentu ini bukanlah hal yang baik. 

Melansir Healthline, merenung menjadi ajang otak berpikir secara berlebihan yang bisa disebabkan oleh pengalaman atau perasaan negatif. Biasanya, seseorang dengan riwayat trauma yang berat sering merenung. Sebagai contoh, orang dengan depresi yang tidak bisa berhenti untuk berpikir negatif dan akhirnya merusak pikirannya sendiri.

Kebiasaan merenung ini jika dibiarkan terlalu lama bisa membahayakan kesehatan mental, karena bisa memperpanjang atau bahkan memperparah depresi. Bukan hanya itu, kebiasaan ini juga dapat mengganggu kemampuan untuk berpikir dan memproses emosi. Jadi, tak menutup kemungkinan nantinya seseorang akan merasa terisolasi dan menjauhi orang lain.

Banyak, lho, masalah kesehatan mental yang ditandai dengan merenung berlebihan, seperti depresi, fobia, kecemasan, skizofrenia, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Namun, tak menutup kemungkinan dalam beberapa kasus, perenungan terjadi begitu saja setelah adanya peristiwa traumatis tertentu, seperti hubungan yang gagal, perundungan (bullying), rasa tak percaya diri berlebihan.

Terus-terusan merenung bisa memperburuk gejala kondisi mental yang ada. Akan tetapi, selama mampu mengendalikan pikiran, gejala ini bisa terasa ringan, lebih relaks, dan bahagia. Karena itu, ayo belajar cara mengendalikan pikiran seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Alihkan perhatian pada hal lain  

Ketika menyadari jika kamu mulai merenung, alihkan perhatian pada hal lain agar bisa memutuskan siklus pikiranmu.

Cobalah lihat sekelilingmu, adakah hal lain yang bisa dilakukan, dan jangan berpikir dua kali untuk segera melakukannya.

Sebagai contoh, kamu bisa menelepon teman atau keluarga, melakukan pekerjaan rumah, menggambar, menonton film, membaca buku, berjalan-jalan di sekitar lingkunganmu, atau hal lainnya yang bisa mengalihkan perhatianmu.

2. Olahraga 

Menurut sebuah studi yang dilaporkan dalam jurnal Frontiers in Psychology tahun 2018, satu sesi olahraga bisa mengurangi gejala merenung atau ruminasi pada pasien rawat inap dengan diagnosis gangguan mental.

Disebutkan bahwa 29 pasien rawat inap yang usia rata-ratanya adalah 38,8 tahun diminta mengisi kuesioner sebelum dan sesudah berolahraga. Mereka menyelesaikan kedua kuesioner dalam minggu yang sama perihal kondisi fisik dan psikologis mereka, seperti ruminasi, mood, interaksi sosial, fokus, dan kelelahan.

Dari situ, didapat hasil perkembangan ke arah positif, baik dari keadaan fisik dan psikologis mereka. Suasana hati, rasa lelah, dan keinginan untuk merenung terbukti berkurang drastis.SahabatQQ

3. Meditasi 

Meditasi bisa mengurangi keinginan untuk merenung karena mengharuskan kamu untuk berpikir lebih jernih, sehingga emosi yang berkecamuk dalam diri menjadi lebih tenang.

Ketika kamu merasa pikiranmu selalu berulang-ulang, carilah tempat yang tenang. Duduklah, tarik napas sedalam-dalam, dan fokuslah hanya pada pernapasan. Seiringnya waktu, meditasi akan membuat seseorang lebih memahami hubungan antara pikiran dan perasaan, sehingga dapat lebih mengendalikan pikiran.

4. Menikmati keindahan alam 

Ketika pikiran mulai terasa penat, tak ada salahnya kamu menepi dari kehidupan kota yang ingar bingar dan menikmati keindahan alam.

Menurut sebuah studi yang dilaporkan dalam jurnal Proceedings of The National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS) tahun 2014, partisipan yang berjalan di alam selama 90 menit melaporkan bahwa berjalan-jalan di alam bebas membuat keinginan untuk merenung lebih sedikit bila dibandingkan berjalan-jalan di daerah perkotaaan.Agen Domino99

5. Lebih mencintai diri sendiri

Tak sedikit yang merasa jika merenung dihubungkan dengan ketidakpercayaan diri, merasa harga dirinya rendah, dan ketakutan akan penilaian dari orang lain.

Berdasarkan penelitian yang berjudul “Rumination Mediates the Prospective Effect of Low Self-Esteem on Depression: A Five-Wave Longitudinal Study” dalam jurnal Society for Personality and Social Psychology (SAGE) tahun 2012, sebanyak 663 subjek penelitian usia 16-62 tahun dinilai sebanyak 5 kali selama 8 bulan untuk memperlihatkan hubungan harga diri yang rendah dengan kebiasaan merenung.

Ternyata, dalam hasil penelitian tersebut, harga diri yang merendah membuat subjek penelitian lebih suka meratapi kehidupan mereka dengan merenung, bahkan mengarah kepada gangguan mental berupa depresi.

Jadi cintailah dirimu sendiri. Lakukanlah hal-hal positif yang meningkatkan kapabilitas diri, jujur pada dirimu sendiri, terima kenyataan jika ada yang tidak menyukaimu, tapi ada banyak orang yang mencintaimu.

Bagi sebagian orang, merenung adalah saat untuk lebih mengenal diri sendiri, sedangkan untuk yang lain, hal ini mengarah pada gejala kecemasan atau depresi. Dengan mengubah gaya hidup jadi lebih sehat, melakukan kegiatan yang positif, dan mencintai diri, kamu bisa terlepas dari keinginan untuk merenung. Namun, jika ini tetap menghantuimu, tak ada salahnya untuk konsultasi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater.

Rabu, 03 Februari 2021

Ini 5 Dampak Buruk Keseringan Makan Roti Tawar

BlogSehat - Olahan makanan berbahan dasar tepung yang satu ini sering dijadikan makanan pokok pengganti nasi. Roti tawar biasanya dijumpai sebagai menu sarapan, tinggal dioles mentega dan/atau selain, lalu dilahap. Tak cuma itu, beberapa orang juga kerap menjadikan sajian roti tawar sebagai camilan pengganjal lapar.

Namun, tahukah kamu kalau roti tawar itu sebenarnya punya kandungan nutrisi, serat, protein, vitamin, dan mineral yang rendah?

Selain itu, roti tawar juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan. Nah, di bawah ini ada setidaknya sedikit dari banyak daftar dampak buruk yang bisa terjadi bila keseringan atau kebanyakan mengonsumsi roti tawar. Simak baik-baik, demi kesehatanmu, kok!

1. Meningkatkan risiko diabetes 

Lori Zanini, RD, CD, lewat bukunya yang berjudul Eat What You Love Diabetes Cookbook mengungkapkan, dalam roti putih terkandung banyak gula dan apabila dimakan terlalu banyak akan meningkatkan kadar gula darah.

Ketika kadar gula darah melonjak, hal itu akan berdampak pada risiko penyakit diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik.

OIeh karena itu, kamu yang punya diabetes sebaiknya menghindari konsumsi roti tawar. Gantilah dengan seperti roti yang 100 persen terbuat dari gandum untuk atau roti sourdough yang jauh lebih sehat dan mampu mengontrol gula darah.

2. Merasa lebih lapar 

Sebagian dari kita pasti sepakat kalau roti tawar putih adalah camilan praktis untuk mengganjal lapar. Namun, fakta mengatakan hal lain.

Sebuah studi yang terbit dalam jurnal PLoS One menunjukkan bahwa indeks glikemik tinggi yang terdapat dalam roti tawar justru bisa meningkatkan rasa lapar.

Pastinya, kamu nggak mau, kan, jika niat menunda lapar malah membuat kamu merasa lebih lapar, lalu akhirnya malah makan secara berlebihan?SahabatQQ

3. Kenaikan berat badan 

Roti tawar putih termasuk olahan makanan yang minim nutrisi, rendah serat, tetapi tinggi kalori. Makan makanan yang seperti itu memungkinkan terjadinya penambahan berat badan. Sebab, tubuh akan mencernanya dengan cepat, dengan begitu kamu akan mudah merasa lapar lagi, sehingga jadi makan lebih banyak.

Belum lagi, dalam selembar roti tawar putih mengandung setidaknya 80 kalori. Bila kamu makan empat lembar, itu sudah bisa memenuhi kurang lebih 300 kalori dari asupan kalori harian. 

Sebuah penelitian yang dilakukan di Spanyol tahun 2014 menyebut bahwa mengonsumsi roti tawar putih membuat seseorang lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan dan obesitas jika dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi roti gandum. 

4. Perut terasa kembung

Tak hanya rendah serat, roti tawar juga mengandung sodium yang terbilang tinggi. Rasa tak nyaman pada perut bisa terjadi dikarenakan konsumsi garam atau sodium yang berlebihan.

Melansir Healthline, bahan utama pembuat roti, yaitu gandum, dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada banyak orang. Gangguan pencernaan yang bisa kamu rasakan akibat terlalu banyak makan roti yaitu sembelit alias sulit buang air besar.Agen Domino99

5. Memicu depresi 

Antara depresi dan konsumsi karbohidrat olahan seperti roti tawar putih ternyata ada hubungannya, lho. Berdasarkan temuan dari Dr. James E Gangswich dan rekannya dari Columbia University, konsumsi roti dan nasi putih dapat meningkatkan risiko depresi pada wanita yang sudah memasuki masa menopause.

Kerusakan hormon dapat terjadi akibat terlalu banyak makan roti tawar. Alhasil, hal itu akan berdampak pada perubahan suasana hati, kelelahan, dan beragam gejala depresi yang lainnya.

Nah, itulah dampak buruk yang bisa terjadi bila keseringan atau terlalu banyak makan roti tawar, begitu pula dengan produk karbohidrat simpleks maupun karbohidrat olahan lainnya. Sebagai alternatif, kamu bisa ke roti yang kaya akan serat dan lebih sehat, seperti roti gandum.

Minggu, 31 Januari 2021

5 Makanan Peningkat Kekebalan Tubuh untuk Orang dengan Diabetes

BlogSehat - Pergantian musim biasanya membuat sistem kekebalan tubuh kita menurun. Apalagi pada orang dengan diabetes, yang sistem imunitasnya mungkin tidak seperti orang sehat.

Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal adalah lewat pola makan. Orang dengan diabetes harus memilih dengan cermat makanan yang dikonsumsi agar tetap sehat sekaligus mengendalikan kadar gula darah tetap pada ambang normal.

Tanpa berlama lagi, berikut ini adalah beberapa makanan yang cocok untuk dikonsumsi orang dengan dengan diabetes, demi sistem kekebalan tubuh yang tetap prima.

1. Jamur

Menambahkan olahan jamur ke dalam menu makanan merupakan langkah yang tepat untuk mempertahankan kekebalan tubuh.

Jamur kaya akan antioksidan dan terbukti dalam mencegah virus, bakteri, dan menangkal tumor. Melansir laman BioMed Central, jamur meningkatkan produksi sitokin yang dapat melawan infeksi.

Jenis jamur yang ada di pasaran cukup beragam dan memiliki manfaatnya tersendiri. Misalnya, untuk mencegah flu, jamur maitake, shitake, dan reishi bisa dikonsumsi.

2. Jahe

Sering dikonsumsi pada saat batuk, jahe juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada orang-orang dengan diabetes.

Jahe digunakan sebagai agen antiinflamasi serta dapat memecah racun yang menumpuk di dalam tubuh. Pasien diabetes bisa meminum rebusan jahe, lalu ditambahkan dengan perasan lemon dan madu secukupnya.SahabatQQ

3. Buah-buahan yang mengandung vitamin C

Vitamin C diperlukan bagi tubuh untuk meningkatkan imunitas. Kandungan vitamin C yang tinggi biasa kita temukan pada buah-buahan, seperti jeruk. Melansir Healthline, buah-buahan sitrus mengandung lebih dari 8.000 senyawa flavanoid, dan sebagian besar kalium, serat, dan asam folat yang baik untuk tubuh.

4. Makanan yang difermentasi

Makanan fermentasi seperti tempe, kimchi, miso, dan yoghurt mengandung probiotik yang tinggi. Kandungan probiotiknya melindungi tubuh dari penyakit.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung probiotik akan meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus. Bakteri baik di usus akan meningkatkan kesehatan sistem pencernaan dan respons sistem kekebalan.Agen Domino99

5. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Melansir Medical News Today, vitamin E adalah nutrisi penting lainnya yang berperan dalam menjaga sistem imunitas tubuh. Vitamin E tersebar luas dalam makanan, misalnya pada kacang-kacangan dan biji-bijian. Misalnya, biji bunga matahari, almon, dan hazelnut.

Selain menjaga kekebalan tubuh. kacang dan biji-bijian mengandung protein, serat, dan lemak sehat yang bisa mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Kelima makanan di atas aman untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Namun, porsinya tetap tak boleh berlebihan. Untuk panduan makan yang lebih menyeluruh, pasien diabetes bisa konsultasi ke dokter atau ahli gizi agar lebih sesuai dengan kondisi tubuh.

Sabtu, 30 Januari 2021

Ini 5 Khasiat Minum Teh Melati secara Rutin bagi Tubuhmu

BlogSehat - Teh adalah salah satu minuman legendaris yang dikonsumsi di banyak belahan dunia. Ada berbagai macam ekstrak yang lazim ditambahkan pada teh. Salah satunya adalah bunga melati. 

Teh melati memang merupakan jenis teh yang punya cita rasa yang nikmat. Bahkan, banyak penelitian yang membuktikan manfaat kesehatan teh yang beraroma harum dan manis ini.

Penasaran apa saja khasiat teh melati bagi kesehatan tubuh bila dikonsumsi secara rutin? Baca terus ulasan di bawah ini sampai habis, ya!

1. Menurunkan berat badan

Sedang menjalani program diet untuk menurunkan berat badan? Coba tambahkan teh melati dalam pola makanmu sehari-hari.

Minum teh melati dikatakan dapat membantu berat badan turun dengan cara mempercepat metabolisme.

Faktanya, menurut sebuah tinjauan beberapa studi yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity tahun 2010 menemukan bahwa teh hijau — bahan dasar paling umum untuk teh melati — mungkin dapat mempercepat metabolisme hingga 4-5 persen dan meningkatkan pembakaran lemak hingga 10-16 persen.

Meskipun 4-5 persen kesannya sedikit, tetapi itu bisa berarti membakar 70–100 kalori ekstra per hari.

Properti pembakaran lemak dalam teh melati berhubungan dengan kandungan kafein dan polifenol EGCG. Senyawa-senyawa tersebut mungkin dapat meningkatkan efek pembakaran lemak satu sama lain. Ini tertuang dalam laporan dalam jurnal Obesity Reviews tahun 2011.

2. Menjaga kesehatan jantung

Melansir Healthline, teh melati disebut-sebut mengandung zat polifenol yang tinggi. Zat ini bisa membantu melindungi dari penyakit jantung.

Menurut sebuah penelitian pada hewan dengan tabung reaksi dalam jurnal Molecules tahun 2014, teh yang mengandung polifenol telah terbukti dapat melindungi kolesterol jahat (low-density lipoprotein atau LDL) dari proses oksidasi, yakni proses yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Menurut laporan dalam Journal of Experimental Medicine tahun 2006, oksidasi kolesterol LDL berpotensi bahaya, karena kemungkinan besar akan menempel pada dinding arteri dan membentuk plak. Ini bisa mempersempit atau menyumbat pembuluh darah.

Ada pula penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2004 yang menunjukan bahwa suplementasi teh hijau dengan polifenol — yang juga ditemukan dalam teh melati berbasis teh hijau — dapat mengurangi pembentukan plak hingga 68 persen pada hamster. Itu juga menurunkan faktor risiko penyakit jantung, seperti kadar kolesterol LDL dan trigliserida.SahabatQQ

3. Memerangi radikal bebas 

Melansir Organic Facts zat pada teh melati yang paling menonjol adalah antioksidan yang tinggi. Antioksidan paling menonjol yang ditemukan dalam teh melati adalah katekin.

Antioksidan bekerja di dalam tubuh untuk mendeteksi dan menghancurkan agen berbahaya atau radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Katekin yang terkandung dalam teh melati ini termasuk bagian integral dalam mencegah penyakit serius tertentu di dalam tubuh.

4. Mengandung zat antibakteri dan antimikroba

Melansir Tea Forte, penambahan teh melati, terutama yang ditambahkan ekstrak melati, ternyata memiliki khasiat untuk menangkal mikroba dan bakteri pada tubuh.

Studi menunjukkan kemampuan minyak melati untuk membunuh bakteri E. coli dan agen berbahaya lainnya di saluran pencernaan. Sifat yang sama ini juga dapat membantu menurunkan bakteri penyebab gigi berlubang.Agen Domino99

5. Mengurangi tingkat stres

Seperti dijelaskan di laman Health Benefits Times, teh melati memiliki khasiat dalam membantu menghilangkan stres dan memberikan efek relaksasi.

Aroma melati memiliki respons parasimpatis terhadap bau yang membantu tubuh melepaskan bahan kimia dan ini memungkinkan adanya relaksasi secara alami. Hal ini membantu meredakan nyeri, sakit kepala, dan nyeri otot.

Selain itu, teh melati jika dihirup selama 5 menit dikatakan dapat membantu menenangkan suasana hati dan memperlambat detak jantung.

Nah, itulah beberapa manfaat teh melati bagi kesehatan bila dikonsumsi secara rutin. Meski demikian, untuk menjaga kesehatan, mengandalkan teh melati saja tak cukup. Kamu tetap harus menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang, rutin olahraga, tidur cukup, serta mampu mengelola stres dengan baik agar hasilnya optimal.

Jumat, 29 Januari 2021

5 Tanda Racun dalam Tubuh Sudah Menumpuk, Segera Detoks!

BlogSehat - Meski berbahaya, faktanya kita tidak bisa benar-benar menghindar dari paparan toksin atau racun. Toksin dapat berasal dari senyawa kimia dari produk yang kita gunakan sehari-hari seperti sabun atau kosmetik, dari senyawa limbah hasil metabolisme makanan yang kita konsumsi, dan dari lingkungan seperti polusi udara.

Mengutip Bustle, menurut Nasimeh Yazdani, M.D., pendiri Seaside Medical Technologies, yang dimaksud dengan racun atau toksin adalah, zat berbahaya yang dapat mengacaukan DNA dan menyebabkan kerusakan sel-sel dalam tubuh.

Ia mencontohkan senyawa formaldehida, yang biasa digunakan pada produk kosmetik, dapat menyebabkan bayi terlahir cacat. Itulah sebabnya ibu hamil sangat disarankan untuk menghindari penggunaan kosmetik selama kehamilan.

Berdasarkan data dari Environmental Protection Agency, diketahui ada setidaknya 595 senyawa kimia yang secara signifikan dapat menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan manusia.

Walaupun tubuh memiliki mekanisme pengeluaran racun, ada kalanya pola hidup yang kurang sehat mengakibatkan jumlah racun dalam tubuh jadi menumpuk, sehingga memicu berbagai penyakit. Untuk mengetahui apakah tubuh kamu telah menumpuk dengan racun atau tidak, bisa dicek tanda-tanda berikut ini.

1. Mengalami kabut otak

Di antara kamu mungkin pernah mengalami otak nge-blank alias gak bisa mikir. Kebingungan, kehilangan daya ingat, dan ketidakmampuan untuk tetap fokus adalah beberapa ciri dari kabut otak atau brain fog. Kondisi ini bisa disebabkan oleh iritasi akibat paparan senyawa kimia atau toksin.

"Melalui serangkaian reaksi, toksin menyebabkan peradangan yang dapat melucuti tubuh dari vitamin esensial, mineral, dan hormon yang diperlukan bagi fungsi tubuh sehari-hari," ujar Janette Nesheiwat, M.D., dokter keluarga asal Amerika Serikat (AS) kepada Bustle.

Nesheiwat mengibaratkan tubuh yang penuh racun dengan mobil yang rusak akibat pemakaian oli yang buruk. Penumpukan racun menyebabkan tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik dan memengaruhi berbagai area, termasuk otak.

2. Selalu lelah

Dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Science of the Total Environment, ditemukan adanya kaitan antara kelelahan kronis dengan paparan racun dari lingkungan seperti pestisida, bahan pelarut (solvent), serta logam.

Yang dimaksud dengan kelelahan kronis adalah rasa lelah yang parah dan telah berlangsung selama lebih dari 6 bulan. Dari hasil penelitian diketahui, para pasien yang terpapar toksin mengalami gangguan hipotalamus (bagian otak penghasil hormon-hormon penting bagi tubuh), dan terjadi disfungsi sistem kekebalan tubuh.

Menurut Nesheiwat, tumpukan racun dalam tubuh akan menyebabkan organ hati dan ginjal bekerja ekstra untuk membuang limbah tersebut. Ketika ginjal bekerja secara berlebihan, justru fungsinya akan menurun, menyebabkan racun tak bisa dibuang sepenuhnya, sehingga tubuh tetap dipenuhi racun, menyebabkan kamu selalu merasa lelah dan rendah energi.SahabatQQ

3. Badan pegal linu

Jumlah toksin yang berlebihan dalam tubuh juga bisa disebabkan kebiasaan makan yang tidak sehat. Nesheiwat menjelaskan, sering mengonsumsi makanan cepat saji, yang menurutnya sarat dengan bahan kimia, dapat menyebabkan racun menumpuk dalam tubuh.

Berdasarkan studi yang dilakukan para peneliti dari George Washington University,Amerika Serikat (AS), ditemukan bahwa makan di luar, di restoran atau gerai-gerai yang menyajikan makanan cepat saji, dapat meningkatkan jumlah ftalat, yakni senyawa kimia yang biasa digunakan pada bahan kemasan dan pangan olahan. Senyawa ini diketahui bisa mengganggu hormon dan telah dikaitkan dengan berbagai penyakit.

Karena senyawa ini termasuk toksin, maka penumpukan dalam tubuh bisa menyebabkan berbagai gejala. Di antaranya lesu dan nyeri sendi serta otot, atau lebih kita kenal dengan pegal linu.

4. Sembelit

Selain ginjal, proses pembuangan racun dari dalam tubuh juga dilakukan oleh organ hati. Melansir Observer, manakala organ hati kewalahan harus membuang racun akibat pola makan yang buruk, atau paparan racun dari obat-obatan dan lingkungan, hal itu akan berdampak pada sistem pencernaan.

Organ hati diibaratkan seperti pusat kendali sistem pencernaan dalam tubuh. Jika pusat kendali tersebut mengalami perlambatan atau kerusakan, maka sistem pencernaan pun jadi tidak normal, ditandai dengan perut kembung atau sembelit.Agen Domino99

5. Bau badan

Ciri lainnya dari tubuh yang memiliki kadar racun berlebih adalah bau badan yang tak biasa. Menurut Nesheiwat, tubuh akan menciptakan gas dan bau, yang merupakan hasil dari proses metabolisme dan pemecahan dari segala yang kita hirup, telan, atau yang terpapar.

Timbulnya bau badan tak sedap, urine berbau, atau bau mulut bisa jadi pertanda bahwa tubuh sedang berusaha membuat racun.

Apabila kamu mengalami beberapa tanda atau gejala di atas, jangan dibiarkan. Segera lakukan detoksifikasi, di antaranya dengan banyak minum air putih, istirahat cukup, rutin berolahraga, meminimalkan stres, hindari minuman beralkohol dan makanan olahan, serta perbanyak makan sayur dan buah yang kaya akan antioksidan.

Mengutip Healthline, asupan kaya akan antioksidan dapat membantu tubuh melawan stres oksidatif akibat paparan radikal bebas serta racun lainnya yang membahayakan tubuh.

Menurut sebuah laporan yang terbit dalam World Allergy Organization Journal, stres oksidatif berkontribusi terhadap kemunculan berbagai penyakit. Antara lain kanker, gangguan neurologis, aterosklerosis, hipertensi, iskemia atau perfusi, diabetes, sindrom gangguan pernapasan akut, fibrosis paru idiopatik, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan asma.

Featured Post

8 Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Penting untuk Diketahui

Hidupsehat  - Penyebab emosi tidak stabil bisa sangat beragam, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan mental yang lebih seriu...